Andreas Hugo Pareira Puji Deasy Ballo Saat Musancab PDIP Kabupaten Kupang, Bangga Kualitas Kader Perempuan NTT Tak Kalah

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Dr. Andreas Hugo Pareira, memberikan apresiasi khusus kepada Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang, Deasy M.C. Ballo-Foeh, saat membuka Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dan Pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kabupaten Kupang di Aula GMIT Elim Naibonat pada Selasa (21/07/2026).

Di hadapan para kader, Andreas mengaku bangga dengan kualitas pidato yang disampaikan Deasy. Menurutnya, pidato tersebut tidak hanya disampaikan dengan penuh semangat, tetapi juga memiliki substansi yang kuat, berbobot, dan tersusun secara sistematis.

“Orasi Ketua DPC sangat luar biasa, berapi-api, dan semangat pidatonya berisi, tidak hanya teriak tetapi pidato yang berbobot dan punya makna.” puji Andreas.

Andreas yang kini menjabat Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI untuk periode 2024–2029 itu menilai kemampuan Deasy dalam menyampaikan gagasan mencerminkan kualitas kepemimpinan seorang kader partai yang memahami arah perjuangan organisasi sekaligus mampu mengkomunikasikan visi politik secara baik kepada seluruh kader.

Lebih jauh, Andreas mengungkapkan bahwa Deasy bukan satu-satunya kader perempuan di Nusa Tenggara Timur yang memiliki kapasitas tersebut. Dalam berbagai kesempatan, ia juga menemukan sejumlah ketua DPC maupun kader perempuan lainnya di berbagai daerah di NTT yang memiliki kemampuan berpikir sistematis serta mampu menyampaikan pidato yang menarik dan terstruktur.

Menurut Andreas, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa kualitas kader perempuan PDI Perjuangan di NTT tidak kalah dibandingkan kader perempuan dari provinsi lain di Indonesia.

Dalam arahannya, Andreas juga mengajak seluruh jajaran pengurus baru untuk menjadikan Musancab sebagai momentum memperkuat konsolidasi organisasi dalam menghadapi Pemilu mendatang. Ia mengingatkan bahwa perjalanan panjang PDI Perjuangan telah ditempa melalui berbagai dinamika sejarah bangsa, mulai dari masa-masa sulit pasca 1993, tragedi 27 Juli 1996, hingga memasuki era reformasi. Dari pengalaman tersebut, PDI Perjuangan terus bertransformasi menjadi organisasi politik modern yang bekerja secara terencana, sistematis, dan memiliki struktur yang kuat hingga ke akar rumput.

Andreas menegaskan bahwa kekuatan utama partai bukan hanya terletak pada semangat kader, tetapi juga pada kemampuan organisasi mengelola data kepengurusan secara akurat. Menurutnya, setiap struktur partai harus memiliki basis data kepengurusan yang hidup sehingga kekuatan organisasi dapat diukur secara jelas mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa dan kampung.

Ia menjelaskan bahwa PDI Perjuangan saat ini telah mengonsolidasikan ratusan ribu pengurus dari tingkat kabupaten/kota, kecamatan hingga puluhan ribu ranting di seluruh Indonesia. Data tersebut menjadi modal penting dalam menyusun strategi politik yang lebih terukur.

Selain itu, Andreas menekankan bahwa tujuan utama keberadaan organisasi politik adalah memenangkan pemilu agar dapat menjalankan program-program yang berpihak kepada rakyat. Karena itu, ia mendorong seluruh pengurus melakukan pemetaan politik secara detail berbasis data hingga tingkat desa dan kampung sehingga kekuatan basis suara dapat diketahui secara presisi. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan perolehan kursi PDI Perjuangan, khususnya di DPRD Kabupaten Kupang pada Pemilu mendatang.

Deasy Ballo Targetkan PDIP Menang di Kabupaten Kupang, Biar Buat Banyak Untuk Rakyat

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang, Deasy M.C. Ballo-Foeh, menegaskan bahwa pelantikan pengurus PAC bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari kerja-kerja politik yang nyata di tengah masyarakat. Ia mengingatkan seluruh kader agar menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab serta mempersiapkan diri menghadapi seluruh tahapan pemilu.

Mengacu pada arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, Deasy menegaskan bahwa seluruh kader harus fokus menyusun strategi dan bekerja keras karena tidak ada pilihan lain selain memenangkan pemilu. Menurutnya, kemenangan menjadi sangat penting agar PDI Perjuangan memiliki ruang yang lebih besar untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Kabupaten Kupang.

“Kita harus menang supaya bisa berbuat lebih banyak untuk kesejahteraan rakyat Kabupaten Kupang,” tegas Deasy.

Deasy kemudian menyampaikan target besar yang ingin dicapai PDI Perjuangan Kabupaten Kupang pada Pemilu mendatang. Target tersebut mencakup kemenangan pada Pemilu DPRD Kabupaten Kupang, DPRD Provinsi NTT, DPR RI, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kupang, hingga Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.

Ia mengajak seluruh kader membangun semangat perjuangan yang lahir dari hati nurani dan keyakinan akan kebenaran perjuangan partai.

Dalam pidatonya, Deasy juga mengutip filosofi Bung Karno serta pesan Ketua Umum PDI Perjuangan yang menyatakan bahwa apabila ada kemauan yang lahir dari hati nurani, maka alam semesta akan bahu-membahu membantu mewujudkannya.

Meski saat ini PDI Perjuangan Kabupaten Kupang baru memiliki tiga kursi di DPRD Kabupaten Kupang, Deasy optimistis kondisi tersebut dapat diubah melalui kerja organisasi yang solid dan konsolidasi yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari penguatan organisasi, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kupang juga berencana melakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor sekretariat baru di lahan yang memiliki nilai historis karena berkaitan dengan perjuangan tokoh lokal, Bapak Riwu Ga.

Menurut Deasy, pembangunan sekretariat tersebut menjadi simbol kebangkitan organisasi sekaligus bentuk komitmen memperkuat infrastruktur partai di Kabupaten Kupang.

Ia juga memaparkan berbagai kerja nyata Fraksi PDI Perjuangan yang telah memperjuangkan pembangunan infrastruktur, termasuk peningkatan akses jalan dan masuknya jaringan listrik di kawasan sekitar lokasi sekretariat.

Deasy berharap seluruh pengurus PAC yang baru dilantik dapat menjadi ujung tombak konsolidasi partai hingga ke desa-desa sehingga target kemenangan pada Pemilu mendatang dapat diwujudkan demi menghadirkan pemerintahan yang lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat Kabupaten Kupang.

(Tim)