Bupati Kupang Yosef Lede mengajak generasi muda di Kabupaten Kupang untuk tidak hanya berorientasi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi berani membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja secara mandiri.
Ajakan tersebut disampaikan Yosef Lede saat membuka secara resmi Pelatihan Vokasi Nasional Berbasis Kompetensi di UPTD Balai Pelatihan Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Selasa (1/9/2026) pagi.
Pelatihan tersebut merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur. Sebanyak 48 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Kupang mengikuti pelatihan sebagai bekal untuk meningkatkan keterampilan, memasuki dunia kerja, maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede mendorong agar pelatihan tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan, tetapi dilanjutkan dalam bentuk praktik dan usaha yang memberikan manfaat nyata bagi peserta.
“Harapan kita, ilmu dan keterampilan yang diperoleh di sini dapat dipraktikkan setelah pelatihan selesai, sehingga membuka peluang usaha dan menciptakan kemandirian bagi anak-anak muda kita,” ujarnya.
Bupati Yosef Lede meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali pengetahuan sebanyak mungkin. Menurutnya, keterampilan merupakan modal penting yang dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi, terutama ketika peserta berani memulai dari usaha kecil.
Ia mendorong peserta untuk tidak hanya berpikir sebagai pencari kerja, tetapi juga berani menjadi pencipta lapangan kerja. Menurutnya, tidak semua orang harus menempuh jalan yang sama dalam membangun masa depan karena setiap orang memiliki potensi dan talenta yang dapat dikembangkan.
“Tidak semua orang diciptakan untuk menjadi PNS. Masing-masing memiliki talenta. Yang penting adalah bagaimana talenta itu dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai,” ungkapnya.
Bupati Yosef Lede menilai keterampilan di bidang pengolahan buah serta penyiapan produk pastry dan kue yang diperoleh peserta memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha produktif.
Menurutnya, dengan kreativitas dan inovasi, produk sederhana dapat dikembangkan menjadi usaha yang menghasilkan pendapatan sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
Karena itu, Bupati Yosef Lede menegaskan Pemerintah Kabupaten Kupang siap mendukung keberlanjutan peserta setelah pelatihan, termasuk melalui komunikasi dengan berbagai pihak dan mitra perbankan yang dapat mendukung pengembangan usaha dan akses pembiayaan sesuai ketentuan.
“Kalau setelah pelatihan ada yang mau membuka usaha, komunikasikan dengan baik. Pemerintah akan melihat apa yang bisa kita lakukan. Kita ingin anak-anak muda di Kabupaten Kupang memiliki kemandirian dan tidak terus bergantung kepada orang tua maupun pemerintah,” tegasnya.
Bupati Yosef Lede juga mengingatkan bahwa keberhasilan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Banyak usaha berkembang karena dimulai dari langkah kecil, kemudian dibangun melalui proses, kerja keras, kreativitas, dan ketekunan.
Ia berharap 48 peserta dapat menyelesaikan pelatihan dengan baik, membawa pulang keterampilan yang diperoleh, dan menerapkannya dalam kehidupan nyata.
“Kita berharap ada dampak dan tindak lanjut dari apa yang diterima di tempat ini. Setelah pulang, ilmu yang diperoleh harus dipraktikkan dan dikembangkan,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kupang Yesai Lanus, Camat Kupang Tengah Yunisthya Padja, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Kupang Benidiktus Selan.
(Paulus Taenglote)
