Bupati Yosep Lede Pimpin Upacara Hardiknas 2026 Tingkat Kabupaten Kupang di Batakte

Upacara Hari Pendidikan Nasional (hardiknas) 2026 Tingkat Kabupaten Kupang, diselenggarakan di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Batakte, Kupang Barat, Sabtu (02/05/2026).

Perayaan ditandai dengan Upacara Bendera dengan pembina upacara Bupati Kupang Yosef Lede, S.H. Upacara bendera dimulai tepat pkl. 08.00 Wita, dihadiri oleh wakil bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki, S,Ars.,M.Ars, para wakil ketua DPRD bersama beberapa anggota, pimpinan Forkopimda Kabupaten Kupang, pimpinan Brigif, Sekda Kab. Kupang, staf ahli, pimpinan OPD, pimpinan Instansi Vertikal, para camat, kepala desa dan lurah, perwakilan para guru dan tenaga kependidkan satuan Pendidikan se kabupaten Kupang, perwakilan para siswa tingkat SD, SMP dan SMA/SMK, serta tokoh masyarakat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, dalam pidatonya, dibacakan bupati Kupang Yosef Lede, S.H., menandaskan bahwa peringatan hari pendidikan nasional adalah momentum untuk kita melaksanakan refleksi, meneguhkan dan menghidupkan spirit pendidikan nasional.

Peserta upacara Hardiknas.

Selanjutnya Dr. Abdul Mu’ti menyampaikan, bahwa hakekatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia. Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuh kembangkan fitra  kodrat alami manusia atau potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia.  Dalam Pendidikan Intinya adalah memuliakan. Menteri Abdul Mu’ti mengangkat Kembali filosofi Pendidikan yang pernah diwarisi Bapak Pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara, yang merupakan dasar dan nilai pendidikan dengan  sistem Asah, Asih, dan Asuh. Asah atau ilmu, Asih atau kasih sayang, dan Asuh atau pendampingan dan pembinaan.

Ditegaskan, sesuai dengan amanat Undang Undang Dasar 1945, dan Undang Undang  Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003, bahwa pendidikan pada hakekatnya adalah proses mencerdaskan kehidupan, membangun watak dan peradaban bangsa. Dijelaskan pula bahwa pendidikan adalah proses menumbuh kembangkan potensi  manusia sehingga menjadi insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cerdas, trampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, betanggung jawab, demokratis dan berkepribadian utama lainnya, sesuai  dengan Asta  Cita presiden Parobowo Subianto.

Sebagain murid SMP peserta upacara Hardiknas.

Pendidikan adalah usaha bersama untuk  membangun sumber daya manusia Indonesia yg unggul, kuat dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju makmur dan bermartabat.  Berdasarkan landasan tersebut, Kemendikdasmen, menerapkan pendekatan pembelajaran  mendalam (deep learning), sebagai program prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Dalam pidato diungkapkan pula sebuah adigium populer menyebutkan, “Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memajukan pendidikan, mulailah dari kelas, “. Ditegaskan Kembali bahwa  pembelajaran yang mendalam adalah iktiar untuk mencapai cita ideal pendididkan nasional.

Kemendikdasmen telah menetapkan lima kebijakan trategis. Pertama; Program pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran sebagai salah satu program presiden Prabowo Subianto. Revitalisasi dan digitalisasi dimaksudkan agar pembelajaran berlangsung dalam lingkungan fisik yang nyaman dan sarana yang  memadai. Berbagai teori pendidikan menyebutkan,  bahwa lingkungan belajar yang nyaman, dan sarana yang memadai, merupakan faktor penting mendukung motivasi dan keberhasilan belajar.  Disampaikan pula, pada tahun 2025 program pembangunan dan revitalisasi telah dilakukan untuk 16.167 satuan pendidikan. Program digitalisasi melalui penyediaan papan interaktif digital, telah didistribusikan dan dipergunakan lebih dari 288 ribu satuan pendidikan.

Kedua; Pemenuhan kualifikasi serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Disampaikan bahwa kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru sebagai teladan dan  agen  pembelajaran dan peradaban. Guna memenuhi kualifikasi guru,  pemerintah memberikan beasiswa,  3 juta rupiah tiap semester untuk guru-guru yang belum berkualifikasi D4 atau S 1, melalui program rekognisi pembelajaran lampau di kampus yang memenuhi ketentuan Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi. Tahun 2025, beasiswa dialokasikan untuk 12.500 guru dan tahun 2026 untuk  150 ribu guru. Para guru juga mendapatkan berbagai pelatihan, seperti pembelajaran mendalam, bimbingan konseling, koding dan kecerdasan  artificial (AI), kepemimpinan sekolah dan bahasa Inggris. Pemerintah juga meningkatkan kesejahteraan guru melalui sertifikasi di mana nominal tunjangannya telah dinaikan dan kini ditransfer langsung setipa bulan. Guru juga mendapat insentif setiap bulan.  Semua kebijakan dimaksudkan, menurut Abdul Mu’ti, agar guru dapat melaksanakan tugas dengan tenang dan baik.

Ketiga; pembelajaran mendalam (deep learning),  juga diintegrasikan dengan penguatan karakter melalui penciptaan budaya dan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, baik fisik, sosial dan spiritual sesuai arahan presiden Prabowo Subianto tentang budaya Asri,  Aman, Sehat, Bersih dan Indah.

Mendikdasamen mengajak agar menciptakan admosfir sekolah  menjadi rumah kedua bagi semua murid.  Menurutnya, sekolah adalah sarana membangun integrasi dan kohesi sosial melalui layanan pendidikan yang  inklusif, holistik dan saling menghormati. Dihimbau agar ada usaha bersama menjaga sekolah bebas dari segala bentuk perundungan dan kekerasan yang di dalamnya termasuk program penguatan karakter melalui penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat yakni  makan bergizi gratis, pagi ceria, upacara bendera, pramuka untuk pembentukan jiwa dan kepemimpinan dan berbagai penguatan karakter melalui experiential learning dan hidden curriculum. Kementrian juga meluncurkan album lagu anak dan lagu-lagu yang menumbuhkan semangat dan hidup rukun, toleransi, dan saling menghormati. Melalui lagu, nilai-nilai utama dapat terinternalisasi ke dalam jiwa dan kepribadian.

Keempat; meningkatkan kualitas pembelajaran dan capaian pendidikan melalui gerakan literasi dan numerasi, stem, teknologi engineering,dan matematika, serta tes kemampuan akademik.  Selain untuk mengetahui kemampuan  akademik secara individual dan kelembagaan, TKA (Tes Kemampuan Akademik) juga menjadi evaluasi untuk intervensi peningkatan mutu pendidikan,  dan menjadi salah satu aspek penilaian untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Berbagai lomba olah raga dan seni diselenggarakan untuk mengembangkan bakat dan  minat, serta, kesatria.

Kelima; Bagaimana memberikan kesempatan yang lebih luas, dengan layanan pendidikan yang mudah, murah dan flesibel. Mereka yang tidak dapat belajar karena faktor ekonomi, domisili budaya, keamanan dan keadaan fisik dan faktor penghambat lain, dibukakan kesempatan melalui sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, komunitas belajar, sekolah terbuka dan layanan pendidikan lainnya. Kemendikdasmen juga memberikan layanan untuk anak-anak berkebutuhan khusus dengan peningkatan sekolah inklusi, sekolah luar biasa, dan pendidikan inklusi berkeadilan  berbasis masyarakat.

Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki,S,Ars.M.Ars (depan Tengah) saat upacara Hardiknas.

 

Menteri Abdul Mu’ti selanjutnya menyampaikan bahwa dalam 18 bulan, Kemendikdasmen telah meletakkan fondasi pendidikan bermutu untuk semua, melalui berbagai regulasi dan ekosistem yang mengintegrasikan empat pusat endidikan yaitu sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Disampaikan, bahwa Kemendikdasmen tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, dan Lembaga-lembaga yang berkomitmen  memajukan pendidikan.

Pada akhir isi pidato, Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa berbagai kebijakan peningkatan mutu Pendidikan tidak akan terlaksana tanpa tiga M: Mindset atau pola pikir yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus.  Tanpa ketiganya, semua kebijakan itu hanya akan berhenti sebagai program yang formalitas, dan sekedar ditandai dengan capaian angka-angka kuantitatif, tulis Menteri Abdul Mu’ti yang dibacakan bupati Kupang Yosef Lede,SH.

Dr. Eliazer Teuf,M.Pd: Mutu Pendidikan di Kabupaten Kupang 2025 Menurun

Pada jeda upacara bendara Hardiknas 2026 di Lapangan sepak bola kelurahan Batakte Kupang Barat, NTTPos sempat  meminta komentar seorang tokoh pendidikan  dan tokoh muda Kabupaten Kupang Dr. Eliazer Teuf, M.Pd, tentang pidato Mendikdasmen dikaitkan dengan kondisi terkini Pendidikan di Kabupaten Kupang.

Dr. Eliazer Teuf, M.Pd (mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang).

Menurutnya, program revitalisasi Pendidikan akan sangat membantu satuan Pendidikan di daerah untuk meningkatkan mutu pendidikan.

“Terkait dengan perubahan peradaban di Indonesia, bisa diukur dari kemajuan pendidikan. Kita  bisa lihat bahwa dengan keadaan program revitalisasi bidang pendidikan, sangat membantu satuan pendidikan  yang ada di daerah-daerah. Itu pertama” ujar mantan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang pada masa rezim Korinus Masneno, M.Si.

Kedua, lanjut Eliazer, upaya peningkatan mutu pendidikan yang akhir-akhir ini  mengalami penurunan, dibuktikan dengan adanya nilai asesmen nasional.  Kita berbicara konteks Kabupaten Kupang, kita mengalami penurunan. Tahun 2024 itu dia naik sampai 65,29. Namun  di 2025, kita mengalami penurunan menjadi 60. Ini sebuah hal yang harus dilihat secara serius untuk  kita melakukan upaya peningkatan mutu di tahun-tahun berikutnya” ujar Eliazer mengingatkan.

Selanjutnya, pria yang meniti karier mulai menjadi seorang guru Fisika di SMA Negeri 1 Kupang Barat, ini mengajak semua stake holder pendidikan, khususnya para guru di setiap satuan Pendidikan di Kabupaten Kupang untuk mengubah pola pikir,  bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

“Yang berikut, kepada kita semua khususnya warga satuan pendidikan, agar kita selalu dan harus membangun pemahaman bahwa guru itu bukan pahlawan tanpa tanda jasa. Sejak tahun 2007, guru adalah pembangun insan cendekia. Ini mesti kita bangun kesadaran dan sosialisakan setiap acara seperti ini ketika kita  nyanyikan himne guru.” tegasnya.

Di akhir komentarnya, Eliazer Teuf kembali menyentil tentang menurunnya kualitas pendidikan di Kabupaten Kupang dari hasil assesmen nasional tahun 2025.

“Saya melihat pokok persoalnnya adalah tingkat persiapan kita yang tidak baik.  Kalau 2024 kita bisa naik 65,29, karena kita sudah  mengetahui baselinenya yakni 53, 73 yang merupakan hasil sebelumnya.  Dengan kita mengetahui baseline, kemudian melakukan persiapan yang matang, sehinga kita mampu naik menjadi 65,29. Kita mampu merebut rapor hijau. Sekarang kita mengalamai penurunan. Ini menurut saya, kita segera bangkit dari tidur. Mari kita berpikir untuk meningkatkan mutu pedidikan di Kabupaten Kupang.

Ada catatan kritis sekaligus masukan untuk perayaan Hardiknas  ke depan, agar dalam pidato tertulis menteri, sebelum mengakhiri pembacaannya, bapak bupati menyampaikan  juga persoalan kondisi pendidikan dalam konteks Kabupaten Kupang.

“Dalam pidato Menteri yang dibacakan, bagusnya pak Bupati selipkan paling kurang satu paragraph dan minta izin untuk menyampaikan tentang persoalan pendidikan di Kabupaten Kupang yang sedang dihadapi,” harap Eliazer menutup obrolan dengan NTTPos.com.

 

Penampilan Ananda Fransiska Kause,  Juara 1 Lomba Story telling asal SMP Teologi  Kristen Kasih Karunia Kupang Timur.

Pantauan langsung NTTPos, suasana perayaan Hardiknas 2026 yang diselenggarakan di lapangan sepak bola Kelurahan Batakte kali ini sangat khidmat dan hikmah. Usai upacara bendera, suasana menjadi  ceria ketika diumumkan hasil berbagai jenis perlomban antar SD, SMP yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kabupten. Predikat  juara umum diraih SMP Teologi  Kristen Kasih Karunia Kupang Timur. Sebagai Juara Umum, sekolah ini berhak membawa pulang sebuah Trophy dan sejumlah uang pembinaan yang diserahkan langsung oleh Bupati Kupang Yosef Lede, SH. Acara dilanjutkan dengan ramah Tamah bersama bertempat di SDI Batakte.

Penyerahan Trophy Juara Umum oleh Bupati Kupang Yosef Lede,SH, didampingi Wakil Bupati Aurum Obe Titu Eki,S,Ars.M.Ars kepada SMPTK Karunia Kupang Timur.

Berikut daftar hasil  lomba menurut urutan pemenang yang NTTPos dari panitia Lomba.

Story Telling

  1. SMPTK Kasih Karunia Kupang Timur
  2. UPTD SMP N 1 Amabi Oefeto
  3. UPTD SMP N 1 Taebenu
  4. UPTD SMP N 1 Kupang Tengah
  5. UPTD SMP N 10 Takari
  6. UPTD SMP N 1 Fatuleu

Pidato Bahasa Inggris

  1. UPTD SMP n 1 Taebenu
  2. SMPS Adven Nusra
  3. UPTD SMP N 2 Kupang Timur
  4. UPTD SMP N 1 Amaraasi Selatan
  5. UPTD SMP N 4 Amarasi Timur
  6. UPTD SMP N 1 Semau

Cerdas Cermat Sekolah Dasar

  1. SDTK Kasih Karunia
  2. UPTD SD N Lelogama
  3. UPTD SD I Tarus 2
  4. UPTD SD N Tunfeu 1
  5. UPTD SD I Siumolo
  6. SD GMIT Oematnunu

Cerdas Cermat SMP

  1. UPTD SMP N 4 Fatuleu
  2. SMPTK Kasih Karunia
  3. UPTD SMP N 2 Sulamu
  4. UPTD SMP N 4 Amarasi Timur
  5. UPTD SMP N 2 Semau
  6. SMPS Kristen 2 Amarasi

 

(Amatus Bhela)