Di tengah dinamika politik nasional, perjalanan seorang legislator sering kali tidak dimulai dari ruang parlemen. Ada yang menapaki jalan panjang sebagai aktivis, akademisi, birokrat, ataupun pengusaha.
Seperti yang dialami Stevano Rizki Adranacus, B.Sc., MBA., jalan menuju Senayan ditempuh melalui dunia bisnis dan korporasi sebelum akhirnya mengemban amanah sebagai Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi PDI Perjuangan mewakili Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) II.
Sebagai putra bungsu politisi senior PDI Perjuangan dan pengusaha nasional asal NTT, Herman Hery, Stevano yang lahir pada 29 Agustus 1994 menunjukkan bahwa ia tidak langsung memasuki dunia politik tetapi lebih dahulu membangun pengalaman profesional di tingkat nasional maupun internasional. Pendidikan menjadi fondasi penting dalam perjalanan tersebut. Setelah menempuh pendidikan tinggi hingga jenjang sarjana, Stevano melanjutkan studi Master of Business Administration (MBA) bidang keuangan di Pepperdine University, Amerika Serikat. Seusai menyelesaikan pendidikan, ia mengawali karier internasional sebagai Manager of Operations United Security Investors (USI) di Beverly Hills, California, pada 2017–2018.
Pengalaman itu menjadi bekal ketika kembali ke Indonesia untuk memimpin sejumlah perusahaan di berbagai sektor strategis. Di bidang pertambangan dan mineral, Stevano dipercaya sebagai Presiden Direktur sekaligus Komisaris Utama PT Adhi Kartiko Pratama Tbk, perusahaan tambang nikel di Konawe Utara yang berhasil mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia melalui Initial Public Offering (IPO) pada awal 2024. Ia juga menjabat Direktur Utama PT Sungai Mas Minerals serta Komisaris PT Lumbung Makmur Abadi sejak 2021.
Tidak hanya di sektor pertambangan, ia juga aktif di bidang properti, perhotelan, dan pariwisata. Sebagai Direktur Utama sekaligus Komisaris Utama PT Satria Mega Kencana Tbk, ia memimpin perusahaan yang bergerak dalam pengembangan properti komersial dan kawasan wisata. Selain itu, ia menjadi Direktur PT Sotis Hotel Manajemen sejak 2019 serta Direktur PT Sungai Mas Propertindo sejak 2020.
Dari Pengusaha ke Wakil Rakyat
Kesempatan memasuki parlemen datang setelah Ansy Lema, caleg terpilih dengan suara terbanyak dari PDIP di Dapil NTT II, mengundurkan diri untuk maju sebagai calon Gubernur NTT pada Pilkada Serentak.
Sesuai ketentuan perundang-undangan, kursi tersebut diberikan kepada calon dari partai yang sama dengan perolehan suara terbanyak berikutnya. Pada Pemilu Legislatif 2024, Stevano memperoleh lebih 46.600 suara, menjadikannya berhak dilantik sebagai anggota DPR RI.
Sejak awal bertugas, Stevano ditempatkan di Komisi III DPR RI, yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan. Belakangan, Fraksi PDI Perjuangan melakukan rotasi penugasan sehingga ia kini bertugas di Komisi X DPR RI, yang membidangi pendidikan, olahraga, serta sejarah.
Perpindahan tersebut memperlihatkan dinamika kerja seorang legislator yang dituntut mampu beradaptasi dengan bidang-bidang strategis yang berbeda.
Selama berada di Komisi III, perhatian Stevano lebih banyak tertuju pada isu penegakan hukum dan kepentingan masyarakat di daerah pemilihannya. Salah satu sikap yang mendapat perhatian publik adalah ketika ia secara terbuka menyuarakan keprihatinan atas kasus Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Ipda Rudy Soik oleh Polda NTT. Ia meminta agar penanganan persoalan tersebut dilakukan secara transparan sehingga tidak menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.
Dalam berbagai rapat kerja bersama mitra pemerintah, Stevano juga mengingatkan agar kebijakan efisiensi anggaran tidak mengurangi kualitas pelayanan aparat penegak hukum. Menurutnya, efisiensi fiskal tidak boleh mengorbankan akses masyarakat terhadap keadilan.
Perhatian terhadap pembangunan daerah juga tampak melalui dukungannya terhadap pengembangan Kawasan Strategis Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao. Ia menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.
Di bidang sosial, ia turut mengawal penyaluran program beasiswa bagi ratusan siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kecamatan Lobalain, Rote Ndao, sebagai bentuk perhatian terhadap akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Selain menjalankan tugas di komisi, Stevano juga aktif dalam Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, yang berfokus pada diplomasi internasional dan hubungan antarparlemen.
Rotasi menuju Komisi X membawa Stevano memasuki ruang kerja yang berbeda, namun tetap berkaitan erat dengan pembangunan sumber daya manusia. Salah satu fokus utamanya adalah memperluas akses Program Indonesia Pintar (PIP) dan berbagai bantuan pendidikan bagi masyarakat di NTT.
Di Kabupaten Rote Ndao, ia mengawal penyaluran beasiswa kepada 1.365 siswa dari 142 sekolah, termasuk sekolah-sekolah di wilayah terpencil seperti SDN Ngaek di Desa Oebau, Kecamatan Pantai Baru.
Program serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), dengan penyaluran beasiswa kepada 1.083 siswa, serta di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), melalui ribuan kuota bantuan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Perhatian terhadap pendidikan inklusif menjadi salah satu ciri pendekatan yang ia lakukan. Di SLBN Lobalain, Rote Ndao, beasiswa Program Indonesia Pintar disalurkan langsung kepada ratusan siswa penyandang disabilitas sebagai bentuk penegasan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama memperoleh bantuan pendidikan dari negara.
Untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil, Stevano menggerakkan tim Rumah Aspirasi bersama relawan agar mendatangi masyarakat secara door-to-door. Cara ini dilakukan untuk membantu orang tua mengurus administrasi pendaftaran bantuan pendidikan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Pendekatan tersebut tidak berhenti pada bantuan biaya pendidikan. Ia juga mendorong program revitalisasi sekolah agar bantuan kepada siswa diiringi dengan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Adaptasi dalam Dua Bidang yang Berbeda
Perjalanan Stevano dari Komisi III ke Komisi X memperlihatkan bagaimana seorang legislator dituntut memiliki kemampuan beradaptasi. Di satu sisi, ia berbicara mengenai transparansi hukum, perlindungan hak masyarakat, dan penguatan penegakan hukum. Di sisi lain, ia mengawal isu pendidikan melalui beasiswa, pendidikan inklusif, hingga perbaikan fasilitas sekolah.
Perbedaan bidang tersebut menunjukkan perubahan fokus kerja, tetapi memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kualitas pelayanan negara kepada masyarakat.
Perjalanan Stevano Rizki Adranacus memberikan sejumlah pelajaran yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda. Pertama, investasi pada pendidikan tetap menjadi modal utama. Menyelesaikan pendidikan hingga jenjang MBA di luar negeri menunjukkan pentingnya membangun kapasitas intelektual sebelum memegang tanggung jawab publik.
Kedua, pengalaman profesional dapat menjadi bekal berharga sebelum memasuki dunia politik. Kiprahnya di berbagai perusahaan menunjukkan bahwa kepemimpinan dapat dibangun melalui dunia usaha sebelum diterapkan dalam pelayanan publik.
Ketiga, latar belakang keluarga bukanlah satu-satunya penentu. Meskipun berasal dari keluarga politisi, ia tetap harus membangun rekam jejak melalui pengalaman kerja, dunia bisnis, dan aktivitas di daerah pemilihannya.
Keempat, seorang pemimpin dituntut mampu beradaptasi dengan cepat. Peralihan dari dunia korporasi menuju parlemen, lalu dari Komisi III ke Komisi X, memperlihatkan pentingnya fleksibilitas dalam menghadapi tantangan yang berbeda.
Pada akhirnya, perjalanan Stevano Rizki Adranacus masih berada pada awal masa pengabdiannya sebagai anggota DPR RI. Rekam jejaknya memperlihatkan transformasi dari seorang profesional di dunia bisnis menjadi legislator yang menjalankan fungsi representasi, legislasi, dan pengawasan. Bagaimana kiprah tersebut berkembang dalam lima tahun ke depan tentu akan menjadi bagian dari penilaian publik terhadap kontribusinya bagi masyarakat, khususnya di Nusa Tenggara Timur.
(Tim)
