‎Gempa Rusak Rumah Warga di Maronggela, FKMR Kupang Apresiasi Respons Pemkab Ngada

Gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Ngada menyebabkan sejumlah warga di Kampung Maronggela, Desa Wolomeze, Kecamatan Riung Barat, terdampak. Berdasarkan informasi dari Puskesmas Maronggela, terdapat enam korban yang mendapat penanganan, terdiri dari empat anak-anak dan dua orang dewasa.

‎Kondisi kerusakan rumah warga di Kampung Maronggela juga cukup parah. Hampir seluruh rumah warga mengalami kerusakan, bahkan sebagian di antaranya sudah tidak dapat dihuni karena kondisi bangunan yang mengalami kerusakan berat.

‎Pada Minggu (16/8/2026), Bupati Ngada turun langsung ke wilayah tersebut untuk memantau kondisi masyarakat yang terdampak bencana. Pemerintah daerah juga memberikan bantuan berupa sembako kepada warga.

‎Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Riung (FKMR) Kupang, Yordanus Ndona, mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Ngada yang turun langsung memantau kondisi warga terdampak.

‎Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sangat penting, terutama dalam memastikan kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana dapat terpenuhi.

‎“Kami mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Ngada yang dengan sigap turun langsung memantau kondisi masyarakat dan memberikan bantuan berupa sembako, obat-obatan serta beberapa kebutuhan warga yang terdampak bencana,” ujar Yordanus.

‎FKMR Kupang berharap pemerintah daerah tidak berhenti pada kegiatan pemantauan dan pemberian bantuan sementara. Pemerintah Kabupaten Ngada diharapkan dapat membawa aspirasi masyarakat Riung Barat kepada pemerintah pusat, terutama terkait kebutuhan penanganan pascabencana.

‎“Kami berharap pemerintah daerah Kabupaten Ngada tidak hanya turun dan melihat kondisi masyarakat. Kami mendesak agar pemerintah daerah dapat menyampaikan aspirasi masyarakat Riung Barat yang terdampak bencana kepada pemerintah pusat, sehingga ada perhatian dan penanganan yang lebih serius,” tegasnya.

‎FKMR juga meminta agar kerusakan rumah warga, kebutuhan tempat tinggal sementara, bantuan logistik, obat-obatan serta kebutuhan mendesak lainnya menjadi perhatian pemerintah dalam penanganan pascabencana.

‎Kondisi di Kampung Maronggela saat ini membutuhkan perhatian serius. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat terpaksa menghadapi kondisi sulit karena sebagian rumah sudah tidak layak dan tidak dapat dihuni.

‎Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat diharapkan dapat segera melakukan pendataan kerusakan dan kebutuhan warga serta memastikan bantuan dan proses pemulihan dapat diterima masyarakat terdampak secara tepat sasaran.

 

Hans Sahagun