Kadin Sabu Raijua Gelar Pameran UMKM, Wakil Bupati Tobias Uly Apresiasi

NTTPos – Sabu Raijua – Wakil Bupati Kabupaten Sabu Raijua, Tobias Uly mengapresiasi dan menyampaikan terimakasih kepada Kamar dagang dan industri atau Kadin Kabupaten Sabu Raijua yang menggelar Pameran UMKM dalam rangka memperingati HUT RI ke 81 tingkat Kabupaten Sabu Raijua tahun 2026.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan merupakan modal besar dalam mendorong kemajuan Kabupaten Sabu Raijua.

Demikian dikatakan oleh Wakil Bupati Sabu Raijua, Tobias Uly saat membuka secara resmi kegiatan festival budaya, pameran UMKM, dan malam Hiburan Rakyat  yang berlangsung mulai tanggal 30 juli hingga 5 Agustus 2026 dihalaman kantor perpustakaan Daerah Izak huru Doko, Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Propinsi Nusa Tenggara Timur.

“Pada kesempatan ini saya mau menyampaikan apresiasi kepada Kadin Sabu Raijua yang telah menggelar Pameran UMKM, ini kolaborasi yang luar biasa, antara dunia usaha , pemerintah dan pemangku kepentingan serta organisasi masyarakat sipil” ujarnya,
Kamis (30/07/2026) malam

Ketua kadin Sabu Raijua, Jhon Darius Bantanone dalam sambutannya yang disampaikan oleh juru bicara Kadin Sabu Raijua, Martin Bantanone mengatakan bahwa pameran UMKM merupakan kegiatan pertama di tahun 2026 pasca dilantiknya pengurus Kadin Sabu Raijua periode 2026-2031.

Dikatakannya kegiatan pameran UMKM berbarengan dengan kegiatan Festival Budaya LI Dara Wini yang digelar oleh Yayasan Generasi Peduli Sabu Raijua atau GPS dan Malam Hiburan Rakyat yang diselenggarakan oleh Panitia HUT RI ke 81 tingkat Kabupaten Sabu Raijua.

“Ini adalah kegiatan kolaborasi yang luar biasa antara kadin, yayasan GPS dan Pemda Sabu Raijua dalam hal ini panitia HUT RI ke 81 tingkat Kabupaten Sabu Raijua” ujar Martin

Pengusaha Muda Sabu Raijua itu menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Pemda Sabu Raijua terlebih kusus panitia HUT RI ke 81 tingkat Kabupaten Sabu Raijua, yayasan GPS yang telah berkolaborasi dan memfasilitasi budaya dan ekonomi rakyat lewat kegiatan Festival Budaya,pameran UMKM dan malam Hiburan Rakyat.

“Atas nama Kadin Sabu Raijua , saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah, Yayasan GPS dan ketua panitia dan anggotanya yang telah memfasilitasi ruang bagi budaya dan ekonomi rakyat Sabu Raijua untuk bertemu” ujarnya

Mantan ketua HIPMI Kabupaten Sabu Raijua itu mengatakan bahwa Festival ini bukan hanya tentang tarian, musik, dan pameran. Ini adalah tentang identitas.
Budaya adalah akar, dan UMKM adalah batang yang menumbuhkan ekonomi di kabupaten Sabu Raijua

Ia menjelaskan bahwa melalui Festival budaya, pameran UMKM dan malam Hiburan Rakyat , KADIN Sabu Raijua berkomitmen untuk 3 hal yaitu

1. Memperluas Pasar dengan produk UMKM
2. Penguatan Kapasitas melalui Pelatihan digitalisasi, perizinan, dan akses pembiayaan bersama perbankan.
3. Pelestarian Budaya sehingga Produk UMKM yang mengangkat kearifan lokal harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Untuk itu, kata Martin , KADIN Sabu Raijua akan terus jadi jembatan untuk mempertemukan UMKM dengan pembeli, investor, dan pasar online.

Diakhir sambutannya, ia berharap kegiatan pameran UMKM bisa melahirkan kolaboris, menumbuhkan usaha, menguatkan budaya serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi pelaku UMKM di Sabu Raijua.

” Semoga kegiatan pameran UMKM ini melahirkan kolaborasi, menumbuhkan usaha, dan menguatkan budaya kita” pungkasnya

Pantauan media ini , Turut hadir pada acara seremonial pembukaan,Ketua Komisi 3 DPRD Sabu Raijua, Lorens abiakto Ratu Wewo, Sekda Sabu Raijua, asisten, perwakilan dari Badan Riset dan inovasi Nasional atau BRIN, Para peneliti dari Universitas Jendral Sudirman purwokerto Jawa Tengah, Ketua Yayasan GPS, Jefrison Hariyanto Fernando, para pimpinan OPD, Pimpinan instansi vertikal, Perwakilan kejaksaan negeri Sabu Raijua, perwakilan polres Sabu Raijua, Danramil Sabu Raijua, danposal Sabu Raijua, Danpolau Sabu Raijua, Komisioner Bawaslu Sabu Raijua, Yulius Boni Geti, perwakilan dari organisasi masyarakat sipil dan komunitas lokal dalam hal ini Yayasan Sheep Indonesia, GAMKI Sabu Raijua, Ecology Rai Hawu, Yayasan Indonesia Mengajar, komunitas Tutur, Komunitas Iman, Persatuan alumni GMNI Sabu Raijua, Yayasan Ammu Hawu Mandiri, organisasi Jingitiu Sabu Raijua, Paguyuban Jawa Sabu Raijua, para tokoh pemuda, Tokoh masyarakat,Tokoh adat, pelaku UMKM, pelaku seni.