Ketua Persit Kodim 1627/Rote Dukung Pembangunan Industri Garam, Sediakan Makan untuk Karyawan

Sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah dalam program Pembangunan Nasional, Persatuan Istri Prajurit (Persit) Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XLII Dim 1627/RN Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana menunjukkan komitmen nyata melalui pelaksanaan penyediaan makanan untuk para Karyawan yang bekerja di Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) Rote Ndao yang terletak di Kecamatan Rote Timur dan Landuleko.

Kepada media NTT Pos pada Minggu (21/09/2025), Ketua Persit KCK Cabang XLII Dim 1627/RN Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana, Sarlita Rahmawati yang akrab disapa Ny. Thata Santiadi menjelaskan, penyediaan makanan oleh Persit KCK Cabang XLII Kodim 1627/Rote Ndao untuk karyawan yang bekerja di Pembangunan K-SIGN Rote Ndao tidak sekedar sebagai intervensi pemenuhan gizi para karyawan, tetapi juga bagian integral dari strategi dalam menyediakan variasi makanan yang berkualitas.

“Kita dari ibu-ibu Persit KCK Cabang XLII (42) Kodim 1627/Rote Ndao sediakan makanan siang sore dan malam untuk para karyawan PT Nindya Karya untuk Pembangunan Kawasan Sentra industri Garam Nasional Rote Ndao. Karena itu kita komitmen dan konsistensi untuk pemenuhan keseimbangan gizi baik menu, variasi makanan, dan kualitas, agar mereka para staf bisa lebih optimal dan maksimal dalam bekerja untuk membangun kawasan sentra industri garam nasional.” jelas Ny. Thata Santiadi.

Ny. Thata Santiadi juga menjelaskan, jumlah awal paket makanan yang disalurkan adalah 50 kotak, dan saat ini sudah mencapai 100 kotak.

“Nanti akan terus meningkat lagi sampai sesuai jumlah pekerja yakni 580 box.” ungkap Ny. Thata Santiadi.

Ny. Thata Santiadi juga menambahkan, program yang mereka jalankan saat ini tidak hanya khusus bagi staf PT Nindya Karya, tetapi juga bagi masyarakat lokal yang terlibat bekerja di K-SIGN Rote Ndao.

“Kami dukung penuh pembangunan kawasan industri garam di sini sehingga baik staf Nindya Karya maupun dari masyarakat lokal yang terlibat bekerja itu harus terpenuhi gizinya, juga dalam hal variasi makanan agar mereka tidak jenuh atau bosan sehingga mereka tetap semangat dalam bekerja.” tegas Ny. Thata Santiadi.

 

(Mekris Ruy)