NTTPos – Sabu Raijua – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT ) Yayasan Generasi Peduli Sabu Raijua atau GPS ke-11 dan HUT ke-81 Republik Indonesia , Yayasan GPS menggelar Festival Budaya Li Dara Wini yang berlangsung selama 3 (tiga hari) mulai tanggal 30 juli -1 Agustus 2026.
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sabu Raijua, Tobias Uly berlangsung di halaman kantor perpustakaan Daerah Izak huru Doko, Desa Menia , Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Propinsi Nusa Tenggara Timur.
Pantauan media ini selama tiga hari, ribuan pasang mata yang memadati kegiatan festival budaya untuk menonton penampilan teater, Monolog, tarian kreasi, tarian Ledo Hawu, pedoa massal hingga live musik oleh band SR-PROJEK.
Hari pertama saat pembukaan tanggal 30 juli 2026, ribuan penonton disuguhkan dengan penampilan monolog, tarian kreasi serta teater dari sanggar binaan Yayasan Generasi Peduli Sabu Raijua atau GPS yaitu sala satu adalah Sanggar Anak Legenda dari Kecamatan Hawu Mehara.
Hari kedua , ribuan masyarakat Sabu Raijua yang memadati halaman perpustakaan Daerah Izak huru Doko disuguhkan dengan penampilan tarian ledo Hawu , tutur cerita rakyat serta monolog tentang warisan budaya tak benda (WBTB) Sabu Raijua.
Sementara dimalam terakhir, tanggal 1 Agustus 2026, para pengunjung berbondong -bondong untuk menonton penampilan tarian pedoa , Ledo dan teater yang ditampilkan oleh beberapa sanggar binaan yayasan GPS. pada puncak acara ditutup dengan tarian pedoa massal yang juga di ikuti oleh Bupati Sabu Raijua, Krisman Riwu Kore bersama seluruh pengunjung.
Jefrison Hariyanto Fernando dalam sambutannya saat acara pembukaan mengatakan bahkan kegiatan Festival Budaya Li Dara Wini didukung langsung oleh Kementerian Kebudayaan melalui program Danaindonesiana dan LPDP serta berkolaborasi dengan Pemda Sabu Raijua serta Kamar dagang dan industri Atau Kadin Sabu Raijua
“Kegiatan ini didukung penuh oleh kementerian kebudayaan Republik Indonesia serta kami berkolaborasi dengan Pemda Sabu Raijua dalam hal ini Panitia HUT RI tingkat Kabupaten Sabu Raijua tahun 2026 dan Kadin Sabu Raijua” kata Nando sapaan akrabnya, Kamis (30/07/2026) malam
Pegiat Budaya Sabu Raijua itu menjelaskan, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia memberikan dukungan kepada Yayasan GPS untuk melaksanakan tiga jenis kegiatan yaitu Kegiatan Pelatihan menulis cerita rakyat, kegiatan pelatihan Teater serta Kegiatan Festival Li Dara Wini.
Dalam sambutannya didepan wakil Bupati Sabu Raijua dan ratusan tamu undangan serta ribuan penonton, Penulis Buku “Mitologi dan budaya Sabu Raijua ” itu memaparkan perjalanan pengabdian yayasan GPS selama sebelas tahun di Kabupaten Sabu Raijua. Ia menjelaskan bahwa sejak berdiri pada tanggal 2 Juni tahun 2015, Yayasan GPS bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan kebudayaan.
Menurutnya dibidang sosial, Yayasan GPS telah membantu sekitar 1.060 orang anak yatim piatu yang tersebar di Kabupaten Sabu Raijua melalui berbagai program bantuan sembako , alat tulis dan buku tulis serta pakian seragam sekolah.
Bukan hanya itu, Kata Pendiri Yayasan GPS itu , Yayasan juga aktif melaksanakan program pemberdayaan masyarakat serta menjalin kolaborasi dengan komunitas lokal, Yayasan hingga NGO lainnya dalam membantu masyarakat Sabu Raijua.
Lebih lanjut menurutnya , pada bidang pendidikan, Yayasan GPS mengembangkan pendidikan nonformal melalui rumah baca di Pulau Sabu dan Pulau Raijua serta memberikan bimbingan belajar Bahasa Inggris secara gratis bagi anak-anak, membantu yatim piatu dengan bantuan buku dan alat tulis serta pakian seragam.
Sementara di bidang kebudayaan, Owner Jingitiu Rental Mobil dan Motor Sabu Raijua itu, menjelaskan bahwa Yayasan GPS secara konsisten melakukan pendokumentasian budaya Sabu melalui penelitian, penulisan, dan produksi video dokumenter. Yayasan juga membina sejumlah sanggar seni yang selama pelaksanaan Festival Budaya Li Dara Wini menampilkan teater , tari tradisional, tarian kreasi, tutur cerita rakyat, musik, dan berbagai pertunjukan budaya sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya Sabu Raijua.
Diakhir sambutannya ia menyampaikan terimakasih kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang telah mensupport Yayasan GPS, Pemda Sabu Raijua terlebih kusus panitia HUT RI ke 81 tingkat Kabupaten Sabu Raijua, Kadin Sabu Raijua yang telah berkolaborasi serta kapada semua pihak yang telah berkontribusi mensukseskan kegiatan selama 3 (tiga hari).
“Saya menyampaikan terimakasih kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang telah mensupport kami, Pemda Sabu Raijua terlebih kusus panitia HUT RI tingkat Kabupaten, kadin Sabu Raijua, serta semua pihak yang telah berkontribusi mensukseskan kegiatan ini”ucap Nando mengakhiri sambutannya.
Sementara, Wakil Bupati Sabu Raijua, Tobias Uly menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Yayasan GPS, KADIN Kabupaten Sabu Raijua, Panitia HUT RI ke 81 tingkat Kabupaten Sabu Raijua serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan penyelenggaraan festival.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan merupakan modal besar dalam mendorong kemajuan Kabupaten Sabu Raijua.
Pantauan media ini , Turut hadir pada acara pembukaan, Ketua Komisi 3 DPRD Sabu Raijua, Sekda Sabu Raijua, asisten, perwakilan dari Badan Riset dan inovasi Nasional atau BRIN, Para peneliti dari Universitas Jendral Sudirman purwokerto Jawa Tengah, para pimpinan OPD, Pimpinan instansi vertikal, Perwakilan kejaksaan negeri Sabu Raijua, perwakilan polres Sabu Raijua, Danramil Sabu Raijua, danposal Sabu Raijua, Danpolau Sabu Raijua, Komisioner Bawaslu Sabu Raijua, Yulius Boni Geti, perwakilan dari organisasi masyarakat sipil dan komunitas lokal dalam hal ini Yayasan Sheep Indonesia, GAMKI Sabu Raijua, Ecology Rai Hawu, Yayasan Indonesia Mengajar, komunitas Tutur, Komunitas Iman, Persatuan alumni GMNI Sabu Raijua, Yayasan Ammu Hawu Mandiri, organisasi Jingitiu Sabu Raijua, Paguyuban Jawa Sabu Raijua, para tokoh pemuda, Tokoh masyarakat,Tokoh adat, pelaku UMKM, pelaku seni.
