Dalam upaya memberikan edukasi kesehatan mental dan manajemen pengetahuan, serta pengobatan dan pemeriksaan gratis bagi kaum lansia (lanjut usia), dosen beserta mahasisa dari program studi (prodi) Farmasi Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, berkolaborasi dengan Prodi Farmasi Undana, RS S.K Lerik, dan Puskesmas Batakte, mengadakan rangkaian kegitan yang dinamakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada Kamis (19/02/2026), bertempat di Gereja GMIT Elroy Batakte, Kupang Barat.
Dosen UCB Kupang, apoteker Nur Oktavia selaku pendamping kegiatan dimaksud, kepada NTT Pos menyampaikan, kegiatan sosialisasi dan pengobatan gratis yang diselenggarakan bagi masyarakat Batakte merupakan kerja sama dengan beberapa teman sejawat (apoteker), mahasiswa farmasi dan pihak lain.
“Kami dari Universitas Citra Bangsa, Universitas Nusa Cendana dan dari rumah sakit SK Lerik bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Batakte. Saya apoteker Nur Oktavia, bersama apoteker James, apoteker Yaya, apoteker Megi juga apoteker Agung dan ibu dokter Tuty (dari RS SK Lerik.” kata apt. Nur.
Menurut apt. Nur, kegiatan PkM bagi masyarakat kelurahan Batakte, khususnya bagi lansia, merupakan wujud nyata dari pelaksanaan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Hari ini kami menjalankan salah satu program Tri Dharma Perguruan Tinggi berupa kegiatan PkM, dengan mengajak teman sejawat dari Undana serta 1 orang dokter yang aktif berpraktik di Rumah Sakit SK Lerik serta berkolaborasi juga dengan Nakes Puskesmas Batakte.” jelas apt. Nur.
Lebih lanjut diuraikan bahwa kegitan PkM selaras dengan program pemerintah “Cek Kesehatan Gratis”. Sasaran Lansia dipilih dengan pertimbangan bahwa lansia cenderung “akrab” dengan penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, maag kronis dan lainnya.
“Pertimbangan kami adalah program pemerintah yang salah satu sasarannya adalah lansia, yang berikutnya adalah kalau mau dilihat ‘kan jumlah penduduk lansia itu hampir sebanding dengan jumlah penderita sakit kronis. Kronis itu penyakit jangka panjang. Sehingga harapannya adalah kami datang di sini bisa berbagi ilmu yang kami punya dengan memberikan informasi kesehatan maupun melakukan pemeriksaan kesehatan. Informasi termasuk di dalamnya, informasi tentang penggunaan obat-obatan, baik itu obat-obatan yang dibutuhkan saat ini (sesuai dengan keluahan saat dilakukan pemeriksaan) misalnya ada yang datang dengan keluhan nyeri, sakit kepala, ataupun penggunaan obat-obatan dikonsumsi rutin seperti penggunaan obat anti hipertensi maupun obat diabetes, semuanya kami edukasi dengan memperhatikan keluhan maupun riwayat kesehatan dan riwayat pengobatan tiap pasien.” jelas apt. Nur.
Ia juga menegaskan bahwa seorang pendidik memiliki tiga kegiatan utama yakni mengajar, meneliti, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Betul kami selaku pendidik itu punya tiga kegiatan utama, yaitu mengajar yang kami lakukan di kampus, lalu melakukan penelitian tentang fenomena yang dialami oleh mayarakat dalam hal ini tentu terkait dengan obat dan kesehatan. Jadi dengan terjun langsung ke masyarakat selain kami bisa menemukan masalah yang bisa kami angkat dalam tema-tema penelitian kami, kami juga dapat mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan kami dalam membantu meningkatkan layanan Kesehatan dan pengetahuan masyarakat tentang Kesehatan dirinya yang kemudian kami sebut sebagai kegiatan PkM atau pengabdian kepada masyarakat.” jelasnya.
Salah satu pengunjung dalam kegiatan tersebut, Rofinus Kolo Sada (64) kepada media ini mengungkapkan rasa syukurnya, karena bisa chek up guna mengetahui kondisi kesehatan yang sedang ia alami.
“Saya berterima kasih karena bisa mengetahui berapa tensi (tekanan darah), gula darah, juga kolestrol atau asam urat.” ungkapnya.
Pantauan media ini, para lansia yang hadir lebih kurang 50-an orang, sangat antusias mendengar arahan, serta memberi diri untuk diperiksa dan diwawancarai masalah kesehatan mental dan stress oleh para petugas.
(Amatus Bhela)
