Serah Terima Kepsek SMA/SMK/SLB Kabupaten Kupang dan TTS, KCD Anna Maria: Momen Refleksi dan Maknai Tanggung Jawab

Sejumlah 24 Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mengikuti kegiatan serah terima jabatan yang berlangsung di Aula SMK Negeri 2 Soe pada Jumat (10/04/2026).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Koordinator Pengawas SMA/SMK/SLB Kabupaten Kupang dan TTS, para pengawas pembina, ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA dan SMK, serta sejumlah kepala sekolah undangan dari dua kabupaten. Selain itu, hadir pula para wakil kepala sekolah dan ketua komite dari 24 sekolah.

Dalam sambutannya, Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah I Dinas PK Provinsi NTT, Anna Maria Magdalena Ivona Beo Killa, S.IP, menegaskan bahwa serah terima jabatan kepala sekolah bukan sekadar seremoni administratif, melainkan memiliki makna mendalam sebagai proses penyerahan tanggung jawab kepemimpinan pendidikan.

“Momen hari ini menjadi sangat krusial dan penting, karena mengajak kita untuk merefleksikan serta memaknai tugas yang diberikan, baik bagi yang diganti maupun yang mengganti,” ujar KCD yang akrab disapa Anna Maria.

Ia menambahkan, bagi kepala sekolah yang baru, momentum ini harus dimanfaatkan sebagai ajang peningkatan kapasitas diri dalam menjalankan tugas demi kepentingan peserta didik dan kemajuan pendidikan.

Menurut Anna Maria, seorang kepala sekolah harus mampu menjadi pemimpin pembelajar yang terus berinovasi dan melakukan perbaikan, baik dalam lingkungan sekolah maupun dalam peningkatan kompetensi pribadi, sosial, pedagogik, dan profesional.

Anna Maria juga menekankan pentingnya refleksi berbasis data, seperti hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA), yang dapat dijadikan dasar dalam menyusun rencana kerja dan anggaran sekolah. Selain aspek akademik, penguatan karakter siswa juga harus menjadi perhatian utama.

Lebih lanjut, ia mendorong pengembangan jiwa kewirausahaan di lingkungan sekolah melalui program One School One Product (OSOP) yang selama ini digagas oleh Kepala Dinas PK NTT. Ia menilai, sekolah-sekolah di daerah seperti TTS perlu membangun model sekolah percontohan sebagai barometer pengembangan program tersebut.

“Jangan hanya SMK yang memiliki produk untuk dipasarkan melalui NTT Mart, tetapi SMA juga harus bisa menghasilkan produk unggulan,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan bersih. Hal-hal sederhana seperti kebersihan kamar mandi, menurutnya, merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter siswa.

“Dalam keyakinan kita, kebersihan adalah bagian dari iman. Ini harus menjadi budaya bersama di sekolah,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Anna Maria menyoroti kewajiban sekolah dalam menyetorkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara rutin. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah memiliki catatan sekolah-sekolah yang belum memenuhi kewajiban tersebut.

Ia berharap ke depan tidak ada lagi sekolah yang menunggak, sehingga tanggung jawab administratif dapat berjalan seiring dengan peningkatan mutu pendidikan.

 

(Simon Seffi)