Surat Kecil Tentang MBG di Kupang Barat: Ada Tantangan, Tetap Operasi Demi Anak Bangsa

Oleh: Filipus Yohanes Ulu

Ada sesuatu yang terasa berbeda ketika dapur berhenti memasak. Bukan sekadar soal makanan. Ada ritme yang terhenti, ritme yang selama berbulan-bulan telah menjadi bagian dari keseharian ribuan warga di Kecamatan Kupang Barat.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masuk ke Kupang Barat bukan dengan gemuruh, melainkan pelan dan pasti. SPPG pertama berdiri di Kelurahan Batakte, ibu kota kecamatan, dan mulai beroperasi September tahun lalu. Satu dapur, satu titik harapan, melayani beberapa desa tetangga dan satu kelurahan dengan kisaran 1.000 hingga 2.000-an penerima manfaat setiap harinya.

Memasuki 2026, titik kedua menyala di Desa Tablolong. Dua desa tetangga Lifuleo dan Tesabela ikut terlayani. Sekitar 1.100 hingga 1.200 penerima manfaat setiap hari menikmati hasil dari dapur yang sama. Dua SPPG, dua titik cahaya, berjalan beriringan dengan baik.

Lalu datanglah dua ujian itu.

SPPG Batakte menghadapi persoalan infrastruktur: instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang tidak memenuhi standar, dan harus dikerjakan ulang dari awal. Surat penghentian sementara (suspen) pun datang, sekitar dua bulan lalu. Beberapa minggu berselang, giliran SPPG Tablolong yang terdampak, kali ini oleh sebuah Kejadian Luar Biasa (KLB) yang memaksa dapur ditutup sementara pula.

Dalam sekejap, Kecamatan Kupang Barat nihil operasional. Kedua SPPG berhenti.

Pertanyaan mulai bergulir di kalangan masyarakat kupang barat, dari grup WhatsApp ke grup WhatsApp. Para relawan bertanya. Penanggung jawab di sekolah-sekolah bertanya. Kader posyandu bertanya. Para pemasok bahan baku menunggu. Semua mata tertuju pada satu pertanyaan yang sama: kapan dapur kembali menyala?

Tentu saja, diam bukan pilihan. Yayasan mitra bersama Kepala SPPG masing-masing, koordinator MBG tingkat kecamatan, koordinator wilayah Kabupaten Kupang, hingga Kepala Regional NTT, semuanya bekerja keras dan berjibaku di balik layar agar kedua dapur bisa kembali beroperasi.

Kabar baik datang perlahan. Perbaikan IPAL di SPPG Batakte telah rampung. Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) telah dikantongi. Seluruh administrasi telah dilengkapi. Kini tinggal menunggu satu lembar surat dari BGN Pusat sebagai izin untuk kembali beroperasi. SPPG Tablolong pun tengah menanti hasil laboratorium dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT, satu langkah terakhir sebelum dapur kembali mengepulkan asap.

Ada juga kabar yang perlu diketahui lebih luas. Di Kecamatan Kupang Barat, tidak hanya ada dua SPPG. Ada lima titik yang direncanakan. Dua telah beroperasi, yakni Batakte dan Tablolong. Tiga lainnya, di Desa Oematnunu, Bolok, dan Niteneo, kini sedang dalam proses pengerjaan, dengan target beroperasi pada Agustus 2026, sebagai kordinator kecamatan tentunya terus bdrkordinasi baik dinternal BGN sendiri, maupun dengan pemangku jabatan ditingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan hingga desa desa dengan memastikan bahwa sekolah sekolah serta posyandu yang belum terlayani hinngga sekarang, kami mohon bersabar karena kita sedang berusaha tentunya dengan prosedur yang ada dari pihak BGN pusat sendiri.

Kupang Barat sedang bergerak. Perlahan, tapi pasti.

Kepada seluruh warga Kupang Barat, masyarakat, kepala dusun, ketua RT/RW, tokoh desa, kader, guru, dan siapa pun yang membaca surat kecil ini, saya ingin menitipkan beberapa hal.

Pertama, bijaklah menyaring berita yang beredar di media sosial. Tidak semua yang viral itu benar, dan tidak semua yang sunyi itu berhenti.

Kedua, mari kita kawal bersama dapur-dapur ini. Program yang baik perlu mata yang jeli, bukan hanya tangan yang menerima. Dukung agar program ini tepat sasaran, jauh dari praktik korupsi, dan bebas dari konflik yang tidak perlu.

Ketiga, doakan. Doakan dapur-dapur ini dalam doa keluarga, dalam doa pribadi, dalam sujud malam. Agar kelima SPPG di Kupang Barat ini segera dan sepenuhnya beroperasi, tanpa hambatan, demi anak-anak kita, demi ibu-ibu kita, demi roda kehidupan yang terus berputar di kecamatan ini.

Salam hormat, maaf, dan terima kasih

 

*Filipus Yohanes Ulu adalah Koordinator MBG Kecamatan Kupang Barat.