Tumpahan Minyak Kapal Kuala Mas Lumpuhkan Budidaya Rumput Laut di Tiga Kecamatan Kabupaten Kupang

Petani rumput laut di Kecamatan Kupang Barat, Semau, dan Semau Selatan, Kabupaten Kupang, hingga saat ini belum dapat melakukan aktivitas budidaya akibat tumpahan minyak dari Kapal Cargo M.F Kuala Mas di Laut Sawu.

Aktivitas budidaya rumput laut di tiga kecamatan tersebut lumpuh total setelah tumpahan minyak kapal cargo M.F Kuala Mas mencemari perairan dan berdampak terhadap ekosistem laut. Kondisi itu membuat mata pencaharian petani rumput laut ikut terdampak.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kupang, Yared Tamoes, di ruang kerjanya, Selasa (1/9/2026).

Menurut Tamoes, tumpahan minyak dari kapal cargo M.F Kuala Mas yang mengangkut minyak antara 5 hingga 6 ton tersebut telah merusak ekosistem laut, termasuk biota laut secara keseluruhan.

“Tumpahan minyak kapal cargo M.F Kuala Mas yang mengangkut minyak antara 5-6 ton merusak ekosistem dan semua biota laut,” ujar mantan Camat Amfoang Selatan itu.

Untuk itu, hingga saat ini pembudidayaan rumput laut belum dapat dilakukan. Sebab, dalam budidaya rumput laut dibutuhkan pencahayaan dari matahari, sementara tumpahan minyak menghalangi pencahayaan tersebut.

“Sekarang tidak bisa budidaya, mata pencarian petani rumput laut terputus di 3 kecamatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kupang, Joel Laitabun, mengungkapkan bahwa perusahaan telah bertemu dengan Dinas Perikanan Provinsi NTT. Dalam pertemuan tersebut, DLH Kabupaten Kupang juga turut diundang.

Mereka, kata Joel, berjanji akan membayar nelayan serta petani yang terkena dampak akibat kebocoran tangki minyak tersebut.

Selain itu, perusahaan juga berjanji akan membersihkan tumpahan minyak di laut menggunakan alat yang telah ditunjukkan.

 

(Paulus Taenglote)