Wapres Gibran Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di SD dan MTS Rote Ndao

Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (22/5/2026).

Langkah ini diambil guna memastikan program prioritas di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto benar-benar menjangkau dan dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Usai memantau budidaya rumput laut di Pantai Mulut Seribu, Wapres Gibran langsung bertolak menuju SD Negeri Papela dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Papela. Kehadiran orang nomor dua di Indonesia ini disambut hangat oleh Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao Moris Bulan, serta jajaran kepala sekolah, guru, dan ratusan siswa yang spontan mementaskan tarian adat Kebalai.

Dampak Riil Makan Bergizi Gratis di Beranda Selatan NKRI

Di SD Negeri Papela, Wapres meninjau langsung implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menyasar 295 siswa, terdiri dari 160 siswa laki-laki dan 135 siswa perempuan. Selain memantau pembagian makanan, Gibran juga menyempatkan diri melihat kondisi ruang kelas dan berdialog langsung dengan para guru serta siswa.

Kepala SD Negeri Papela, Istini, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya atas kunjungan langka ini. Ia menyebut kehadiran Wapres sebagai kebanggaan luar biasa bagi sekolah yang terletak di wilayah terpencil tersebut.

“Kami bersama guru-guru sangat terharu dan bangga karena sekolah kami yang berada di daerah terpencil bisa dikunjungi langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia,” ungkap Istini.

Istini menambahkan, program MBG ini membawa dampak instan terhadap antusiasme belajar anak-anak. Menunya yang variatif setiap hari memberikan pengalaman baru bagi para siswa.

“Anak-anak sangat senang karena menunya berbeda setiap hari. Ada makanan dan buah yang bahkan belum pernah mereka makan sebelumnya,” tambahnya.

Selain memantau gizi siswa, Wapres Gibran juga menyerahkan bantuan fasilitas pendidikan berupa paket seragam sekolah dan tiga unit laptop untuk menunjang digitalisasi proses belajar mengajar.

Kendati demikian, Istini menaruh harapan besar agar pemerintah pusat dan daerah dapat berkolaborasi untuk segera merealisasikan revitalisasi bangunan sekolah mereka yang sebagian telah mengalami kerusakan, demi menjamin keamanan dan kenyamanan siswa dalam belajar.

Penopang Konsentrasi Anak Nelayan dan Penggerak Ekonomi Lokal

Apresiasi senada juga datang dari Kepala MTs Papela, Ridwan Goro. Ia menilai kunjungan Wapres ini sebagai momen bersejarah yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh pihak sekolah.

Menurut Ridwan, kehadiran program MBG menjadi solusi konkret bagi persoalan mendasar siswa di Papela, di mana mayoritas dari mereka berasal dari keluarga nelayan tradisional.

“Sekitar 95 persen orang tua murid di Papela adalah nelayan. Banyak anak datang ke sekolah pagi-pagi tanpa makan. Program ini sangat membantu konsentrasi belajar mereka,” jelas Ridwan, sembari berharap program ini dapat terus dipertahankan secara berkelanjutan.Di sisi lain, perputaran roda ekonomi di tingkat bawah juga ikut terdongkrak.

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, menegaskan bahwa dampak dari program nasional ini tidak tunggal, melainkan menyentuh sektor ekonomi lokal melalui penyediaan bahan baku makanan.

“Ada multiplier effect (efek berganda) dari program ini. Kami di daerah sangat mendukung karena manfaatnya langsung dirasakan secara riil oleh masyarakat,” pungkas Paulus.

 

(Mekris Ruy)