Kekeringan mulai mengancam lahan pertanian milik Kelompok Tani (Poktan) Manekat di Dusun V, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu aktivitas pertanian para anggota kelompok tani yang menggantungkan penghasilan dari lahan tersebut.
Luasan lahan yang terdampak kekeringan mencapai sekitar 100 hektare, dengan jumlah anggota Kelompok Tani Manekat sebanyak 105 orang.
Hal tersebut disampaikan Ketua Partai Golkar Kecamatan Kupang Tengah, Melfrid Gaspersz, saat ditemui di kediamannya, Rabu (9/9/2026).
Gaspersz mengatakan, kondisi tanah di sekitar lokasi saat ini mulai mengering. Bahkan, tanah yang mengering tersebut mulai mengalami retakan dan meninggalkan lubang-lubang yang terbuka.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi kekeringan yang mulai melanda lahan pertanian masyarakat tersebut.
“Ketua Kelompok Tani Manekat, Bapak Jonatan Sabaat ada komunikasi dengan kita jadi sementara ini kita antisipasi dengan 1 unit sumur bor,” ujar Gaspersz.
Menurutnya, untuk sementara waktu Partai Golkar melalui anggota DPR RI, Gavriel Novanto, turut membantu kelompok tani dengan menyediakan satu unit sumur bor. Saat ini, pembangunan sumur bor tersebut sedang dalam proses pengerjaan.
Gaspersz mengatakan, keberadaan sumur bor tersebut diharapkan dapat membantu mengantisipasi dampak kekeringan yang terjadi di lahan Kelompok Tani Manekat.
Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Kupang segera mengambil langkah untuk menangani kondisi kekeringan tersebut, mengingat luas lahan yang terdampak serta banyaknya anggota kelompok tani yang bergantung pada lahan pertanian tersebut.
(Paulus Taenglote)
