Natal dan Tahun Baru IKMR Kupang: Rajut Solidaritas dan Persatuan di Tanah Rantau

Di Kota Kupang, Sabtu (31/1/2026), bertempat di Hotel Cahaya Bapa, tawa dan sapaan khas Manggarai Raya bertaut dengan lantunan lagu Natal. Ikatan Keluarga Manggarai Raya (IKMR) Kota Kupang berkumpul, merayakan Natal dan Tahun Baru bersama, dalam suasana yang lebih dari sekadar perayaan ia adalah kerinduan yang akhirnya menemukan rumah.

‎Natal hadir bukan hanya melalui lilin yang menyala atau doa-doa yang terucap, melainkan lewat pelukan hangat, jabat tangan yang akrab, serta cerita-cerita yang mengalir tanpa jarak. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan perantauan, keluarga besar Manggarai Raya sejenak berhenti, menata ingatan, dan mengikat kembali rasa sebagai satu saudara.

Suasana Natal IKMR Kupang.


‎Perayaan ini menjelma ruang pulang tempat identitas, iman, dan kebudayaan dirawat bersama. Anak-anak, kaum muda, hingga para tetua larut dalam sukacita yang sarat makna. Tidak ada sekat, tidak ada rasa asing. Yang ada hanyalah rasa memiliki dan kesadaran bahwa keluarga adalah kekuatan yang tak pernah usang oleh waktu.

‎Dalam refleksi Natal, para peserta diajak memaknai kelahiran Kristus sebagai sumber terang dan harapan. Sementara Tahun Baru disambut sebagai halaman kosong yang menanti untuk ditulisi dengan niat baik, kerja keras, dan kebersamaan. Di sini, iman dan harapan berjalan berdampingan dengan semangat persaudaraan.

‎Kemeriahan acara kian terasa melalui nyanyian lagu-lagu daerah Manggarai, penampilan seni, serta momen kebersamaan yang mengundang senyum dan haru. Setiap lagu dan tawa menjelma doa diam-diam agar tahun yang baru membawa damai, kesehatan, dan persatuan.

‎Bagi Ikatan Keluarga Manggarai Raya Kota Kupang, perayaan Natal dan Tahun Baru bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah peristiwa batin, ruang temu, sekaligus peneguhan persatuan dan kesatuan keluarga besar Manggarai Raya di tanah rantau.

‎Makna tersebut tercermin dalam laporan panitia pelaksana. Panitia menegaskan bahwa Natal memiliki arti penting sebagai fondasi persaudaraan, tempat iman dan kebersamaan bertumbuh dalam satu napas keluarga. Perayaan Natal dan Tahun Baru IKMR Kupang tahun ini mengusung tema “Raes Cama Kaeng, Wa Wae Cama-Cama, Eta Golo Cama-Cama”, yang dinilai sarat makna dan relevan dengan semangat kebersamaan.

‎Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari misa syukur hingga ramah tamah, berlangsung dengan tertib dan penuh sukacita. Panitia juga memberikan ruang bagi penguatan ekonomi keluarga melalui penyediaan stan UMKM. Langkah ini menjadi simbol bahwa kebersamaan tidak hanya dirayakan, tetapi juga dihidupi melalui kerja, kreativitas, dan saling menopang.

‎Panitia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kota Kupang, serta seluruh keluarga besar IKMR atas dukungan moril dan materiil demi terselenggaranya kegiatan ini.

‎Dewan Pengarah IKMR, Frans Sarong, dalam refleksinya menyampaikan bahwa syukur Natal dan Tahun Baru yang dirayakan dengan penuh keteguhan merupakan pertanda kuatnya relasi di dalam tubuh IKMR. Menurutnya, kebersamaan yang terbangun menunjukkan bahwa keluarga besar Manggarai Raya memiliki kekuatan luar biasa.

‎“Ini pertanda bahwa keluarga IKMR punya relasi yang kuat, punya kekuatan yang luar biasa, sehingga kita bisa menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik. Ke depan, kita harus naik kelas,” ujarnya.

‎Sementara itu, Ketua IKMR Kota Kupang, Antonius Ali, menegaskan bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru bersama ini merupakan upaya merajut kembali kebersamaan warga Manggarai di perantauan, setelah beberapa periode sebelumnya tidak dilaksanakan secara bersama, meskipun tingkat panga-panga tetap melakukan syukuran masing-masing.

‎“Kini kita mencoba merajut kembali kebersamaan itu dalam bingkai kemanggaraian Wae Mokel Awon, Selat Sape Salen,” ujarnya.

‎Ia menegaskan bahwa perayaan ini bertujuan untuk menguatkan kembali persatuan dan solidaritas sesama warga IKMR di Kota Kupang. Solidaritas sesama warga dari Kuni Agu Kalo (tanah kelahiran) diharapkan menjadi kekuatan dasar bagi IKMR dalam kehidupan sehari-hari di Kota Kupang.

‎Menurutnya, solidaritas merupakan fondasi utama agar warga Manggarai tetap eksis dan melangkah dengan kepala tegak di tanah rantau. Solidaritas hanya dapat tumbuh dari kesadaran budaya yang sama dan komitmen untuk tetap bersatu.

‎Antonius Ali menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada panitia, para sesepuh, serta seluruh warga IKMR yang telah berpartisipasi aktif menyukseskan perayaan Natal dan Tahun Baru bersama IKMR tahun 2026.

‎“Dari hati paling dalam, seluruh pengurus IKMR mengucapkan terima kasih kepada seluruh panga-panga dan warga IKMR yang dengan caranya masing-masing turut menyukseskan perayaan ini,” ujarnya.

‎Ia juga mengingatkan agar warga Manggarai di perantauan tidak mudah goyah oleh isu atau kepentingan apa pun, melainkan tetap bersatu dan taat melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga Kota Kupang.

‎“Solidaritas dalam suka dan duka harus kita wujudkan dengan setia pada waktu serta taat menjalankan hak dan kewajiban,” tegasnya.

‎Pada kesempatan tersebut, Ketua IKMR bersama para ketua panga-panga juga mengukuhkan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melkiades Laka Lena, sebagai Penasihat Kehormatan IKMR Kota Kupang sebuah peristiwa yang dinilai bersejarah bagi IKMR.

‎Dalam sambutannya, Gubernur NTT menyoroti tantangan serius yang dihadapi keluarga dan generasi muda di era teknologi digital. Ia mengungkapkan adanya kasus anak-anak NTT yang terpapar paham ekstremisme melalui gawai, sehingga keluarga dan komunitas harus memperkuat peran perlindungan sosial.

‎Tantangan terbesar hari ini ada di handphone kita. Data terakhir, ada empat anak NTT yang terpapar paham terorisme lintas agama, dan ini sering terjadi tanpa disadari orang tua,” ungkapnya.

‎Menurut Gubernur, dunia saat ini tidak sedang baik-baik saja, sehingga keluarga harus menjadi benteng terakhir dalam menjaga anak-anak, selain sekolah dan komunitas sosial.

‎Ia juga menegaskan bahwa meskipun Manggarai Raya telah terbagi menjadi tiga kabupaten secara administratif, ikatan budaya dan sosial tetap satu. “Manggarai Raya adalah satu hikayat keluarga besar. Ikatan persaudaraan tidak pernah terpisah,” ujarnya.

‎Gubernur NTT turut menyampaikan ucapan Selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kepada seluruh keluarga besar Manggarai Raya di Kota Kupang. Ia menekankan bahwa Natal bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi momentum memperbarui hati, memperkuat solidaritas, dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya luhur.

‎Menutup sambutannya, Gubernur menyoroti pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan dan UMKM, serta mengajak IKMR untuk aktif mengambil peran dalam rantai produksi dan distribusi.

‎“Kita punya potensi, kita punya SDM, kita punya produk. Tinggal kita kelola dengan serius agar kita tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri,” pungkasnya

 

(Hans Sahagun)