Pemprov NTT Kebut Persiapan Bandara El Tari Jadi Bandara Internasional, Target Penerbangan Perdana Februari 2026

‎Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menggeber percepatan operasional Bandara El Tari Kupang sebagai bandara internasional. Targetnya, penerbangan internasional perdana dapat dilakukan pada Februari 2026.

‎Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat pembahasan persiapan operasional Bandara El Tari Kupang yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena (Melki) di Ruang Rapat Gubernur, Kamis (15/1/2026).

‎Dalam rapat tersebut, Gubernur Melki menyampaikan, secara administratif status Bandara El Tari Kupang sebagai bandara internasional telah terpenuhi. Namun demikian, tantangan utama saat ini adalah memastikan seluruh persyaratan teknis, regulasi, serta kesiapan operasional lintas instansi benar-benar siap sebelum penerbangan internasional dibuka.

‎“Target kita jelas dan terukur. Selama Januari ini seluruh persiapan kita kebut. Jika ada kendala yang tidak bisa ditangani di daerah, langsung kita komunikasikan ke pemerintah pusat untuk mendapat dukungan,” tegas Gubernur Melki.

‎Rapat tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan strategis, antara lain TNI Angkatan Udara, Imigrasi, Bea dan Cukai, Karantina Kesehatan, InJourney Airports, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Seluruh pihak diminta memetakan secara rinci kebutuhan yang harus dipenuhi beserta pembagian peran masing-masing instansi.

‎Untuk rute internasional, beberapa jalur yang telah disiapkan antara lain Kupang–Timor Leste dan Kupang–Australia. Gubernur mengungkapkan bahwa minat dari maskapai penerbangan mulai terlihat, seiring dengan kesiapan regulasi dan potensi pasar yang dimiliki NTT.

‎Dari aspek keamanan dan keselamatan penerbangan, Pangkalan TNI AU (Lanud) El Tari menyatakan kesiapan penuh. Lanud El Tari dinilai memiliki pengalaman memadai dalam melayani penerbangan internasional, sehingga faktor keamanan tidak menjadi kendala.

‎Sementara itu, pengembangan fasilitas bandara juga terus dikejar. Saat ini progres pembangunan telah mencapai lebih dari 60 persen dan ditargetkan rampung pada Januari 2026 tanpa mengganggu operasional penerbangan domestik yang sedang berjalan.

‎Gubernur Melki menegaskan bahwa pembukaan penerbangan internasional Bandara El Tari Kupang harus berjalan seiring dengan penguatan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

‎“Destinasi, atraksi wisata, dan ekosistem pendukung harus siap. Tujuannya agar wisatawan internasional tidak hanya datang, tetapi juga tinggal lebih lama dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat NTT,” ujarnya.

‎Menurutnya, pembukaan penerbangan internasional ini merupakan kerja besar yang membutuhkan kolaborasi semua pihak. Fokus utama saat ini adalah pemenuhan persyaratan wajib agar operasional internasional dapat dimulai sesuai target, sementara penguatan lainnya akan dilakukan secara bertahap.
‎NTT harus semakin terhubung dengan dunia.

 

(Hans Sahagun)