Persatuan Mahasiswa Manggarai Barat (PERMMABAR) Kupang periode 2025/2026 sukses menyelenggarakan kegiatan Latihan Kepemimpinan yang berlangsung pada 14–15 Maret 2026 di Homestay Tunas Muda STIM Kupang. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang merupakan kader-kader muda PERMMABAR Kupang.
Latihan kepemimpinan tersebut diselenggarakan sebagai upaya membentuk dan memperkuat karakter kader organisasi agar memiliki kemampuan kepemimpinan yang berintegritas, bertanggung jawab, serta mampu berkontribusi aktif dalam kehidupan organisasi maupun di tengah masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi para peserta untuk memperluas wawasan, membangun sikap kepemimpinan, dan menanamkan nilai-nilai perjuangan yang menjadi dasar gerakan organisasi.
Mengusung tema “Konstruksi Paradigma Kader: Mewujudkan Kepemimpinan yang Berintegritas dan Berlandaskan Nilai Perjuangan,” kegiatan ini dirancang untuk membangun pola pikir kader yang kritis, solutif, serta memiliki komitmen kuat terhadap perjuangan mahasiswa Manggarai Barat yang berada di Kupang.
Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu, 15 Maret 2026, yang ditandai dengan prosesi pelantikan peserta sebagai kader baru PERMMABAR Kupang. Dalam prosesi tersebut, para peserta secara resmi dikukuhkan sebagai Angkatan “Salvator” oleh Ketua Umum PERMMABAR Kupang, Gregorius Jehandu.
Istilah Salvator berasal dari bahasa Latin yang berarti penyelamat atau pelindung. Penamaan angkatan ini diharapkan menjadi simbol semangat pengabdian, solidaritas, serta tanggung jawab dalam membangun organisasi yang lebih kuat, progresif, dan berdampak bagi sesama.
Melalui kegiatan ini, PERMMABAR Kupang berharap para kader yang telah dilantik dapat menjadi generasi pemimpin muda yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya bagi mahasiswa Manggarai Barat yang sedang menempuh pendidikan di Kupang.
Kegiatan Latihan Kepemimpinan ini juga menjadi bagian dari komitmen PERMMABAR Kupang untuk terus menjalankan proses kaderisasi secara berkelanjutan, guna memperkuat peran organisasi sebagai wadah pembinaan, pengembangan kapasitas, serta ruang perjuangan bagi mahasiswa Manggarai Barat.
(Hans Sahagun)
