Reses di Tesbatan, VBL Dorong Warga Punya Ikon Usaha

Anggota DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), mendorong masyarakat Desa Tesbatan 1 di Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang untuk memiliki ikon usaha khas daerah sebagai penggerak ekonomi lokal.

Dalam kegiatan reses yang berlangsung Minggu (22/02/2026), VBL menekankan pentingnya membangun spirit kewirausahaan desa, salah satunya dengan menghadirkan produk unggulan yang bisa menjadi identitas ekonomi masyarakat, seperti Sei Tesbatan yang disejajarkan dengan Sei Baun.

Kegiatan reses tersebut berlangsung meriah dan sarat makna budaya. Kedatangan VBL yang didampingi pengurus Partai NasDem serta Bupati Kupang, Yos Lede, disambut secara adat melalui prosesi Natoni dan pengalungan selendang sebagai simbol penghormatan dan penerimaan masyarakat Amarasi. Suasana khidmat dan penuh kebersamaan terasa sejak awal acara.

 

Sekitar kurang lebih 1.000 warga dari Kecamatan Amarasi, Amarasi Selatan, dan Amarasi Timur memadati lokasi kegiatan. Antusiasme masyarakat menjadi bukti besarnya harapan yang dititipkan kepada wakil rakyat tersebut untuk memperjuangkan aspirasi mereka di tingkat pusat.

Kegiatan ini dipandu oleh Yogerens Leka selaku tim penyelenggara dan penanggung jawab acara. Dalam sambutannya, Yogerens menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polsek Amarasi yang telah melakukan pengamanan, serta kepada jemaat GMIT Golgota Haumoro, khususnya Pdt. Dorkas Nyake Wiwi, S.Th., bersama para presbiter yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan reses tersebut.

Dalam arahannya, VBL tidak hanya berbicara mengenai penguatan ekonomi melalui ikon usaha desa, tetapi juga menegaskan komitmennya di bidang pendidikan. Ia menyatakan dukungannya bagi pengembangan pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA. Bahkan, ia menjanjikan dukungan studi lanjut bagi dua orang pendeta dengan syarat mengambil bidang studi di luar teologi, guna memperluas kapasitas pelayanan sosial di tengah masyarakat.

Di sektor pertanian, VBL menegaskan bahwa marungga (kelor) tetap menjadi komoditas unggulan yang harus dikembangkan secara serius dan terencana. Ia meminta Desa Tesbatan I dan Desa Tesbatan II masing-masing menanam marungga di lahan seluas 10 hektare. Sebagai bentuk dukungan konkret, VBL menyatakan kesiapannya membeli hasil panen marungga dari kedua desa tersebut untuk membantu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dalam sesi penyampaian aspirasi, sejumlah perwakilan desa menyampaikan apresiasi atas berbagai program dan bantuan yang telah diberikan VBL saat menjabat sebagai Gubernur Nusa Tenggara Timur. Mereka menilai perhatian di sektor pertanian, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi rakyat telah memberi dampak nyata bagi kehidupan masyarakat Amarasi.

Reses ini tidak sekadar menjadi forum penyerapan aspirasi, tetapi juga momentum memperkuat komitmen bersama antara wakil rakyat dan masyarakat dalam membangun potensi daerah berbasis sumber daya lokal. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama VBL dan masyarakat sebagai simbol kebersamaan dan harapan baru bagi kemajuan Tesbatan dan Amarasi.

 

(Frans Beeh)