GAMKI dan PHRG Elim Naibonat Gelar Turnamen Futsal Lintas Gereja, Bupati Yosef Lede: Persembahkan Talenta Bagi Tuhan

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Kupang bersama Panitia Hari Raya Gerejawi (PHRG) Jemaat GMIT Elim Naibonat menggelar turnamen futsal lintas gereja yang diselenggarakan di Lapangan Futsal Jemaat GMIT Elim Naibonat, Kecamatan Kupang Timur. Turnamen yang mengusung tema “Pemuda Bergerak, Gereja Bertumbuh” tersebut diselenggarakan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan, sekaligus menyambut Bulan Keluarga.

Bupati Kupang, Yosef Lede bersama Ketua DPD GAMKI Provinsi NTT, Winston Neil Rondo; Ketua DPC GAMKI Kabupaten Kupang, Deasy M. C. Ballo; dan sejumlah tamu undangan dalam pembukaan turnamen futsal lintas gereja di Jemaat GMIT Elim Naibonat.

Sesuai informasi yang diperoleh media ini, sebanyak 35 tim ambil bagian dalam turnamen tersebut, terdiri atas 20 tim kategori U-16 dan 15 tim kategori U-17. Para peserta berasal dari kalangan pemuda umum, pemuda GMIT, serta berbagai denominasi gereja. Tidak hanya berfokus pada pertandingan futsal, rangkaian kegiatan tersebut juga diisi dengan lomba tarian daerah Bosan Hala sebagai upaya melestarikan budaya lokal, penyediaan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) jemaat, serta seminar tentang hak waris anak perempuan.

Pembukaan turnamen yang dilakukan oleh Bupati Kupang, Yosef Lede pada Jumat (30/10/2026) sore juga dihadiri oleh Ketua DPD GAMKI Provinsi NTT, Winston Neil Rondo; Ketua DPC GAMKI Kabupaten Kupang, Deasy M. C. Ballo; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw; Camat Kupang Timur, Marina Ludji; Lurah Naibonat, Orlando A.S. Olivier; Ketua Majelis Klasis GMIT Kupang Timur, Pdt. Elmodan Herison Naimasus; Ketua Majelis Jemaat GMIT Elim Naibonat, Pdt. Erens Fanggidae; serta Ketua Panitia HRG Jemaat GMIT Elim Naibonat, Mikjen Tulle, yang didampingi Sekretaris Panitia, Willy David Doko Ha’e, dan jajaran panitia.

Dalam sambutannya, Ketua Majelis Klasis GMIT Kupang Timur, Pdt. Elmodan Herison Naimasus mengingatkan para peserta agar menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman dalam berperilaku, termasuk ketika mengikuti pertandingan. Ia mengutip Mazmur 119 ayat 9: “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman Tuhan.”

Ketua Majelis Klasis GMIT Kupang Timur, Pdt. Elmodan Herison Naimasus.

Pdt. Elmodan juga menyampaikan apresiasi kepada Jemaat GMIT Elim Naibonat, GAMKI, Bupati Kupang, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan perayaan Bulan Keluarga GMIT yang telah ditetapkan sejak 2003, sekaligus menjadi momentum menyambut HUT GMIT ke-79 dan Reformasi ke-509.

Pdt. Elmodan juga menegaskan bahwa sesuai pernyataan Bupati Yosef Lede dalam beberapa kesempatan, gereja merupakan tempat edukasi, sehingga pertandingan futsal yang diselenggarakan dalam lingkungan gereja tidak semata-mata menjadi kegiatan olahraga, tetapi juga sarana pendidikan karakter, pembentukan sikap saling mengasihi, dan penguatan persaudaraan.

Menurutnya, kegiatan olahraga seperti turnamen futsal juga menjadi bagian dari proses edukasi bagi generasi muda untuk belajar mengasihi Tuhan dan sesama. Karena itu, ia berharap setiap peserta tidak hanya mengembangkan kemampuan olahraga, tetapi juga tetap menjaga perilaku sebagai remaja dan pemuda Kristen sehingga melalui keikutsertaan dalam turnamen futsal yang diselenggarakan GAMKI dan PHRG Jemaat Elim Naibonat, nama Tuhan diharapkan semakin dipuji dan dimuliakan.

Deasy Ballo Nilai Bupati Yosef Lede Dukung Perkembangan Iman dan Gereja di Kabupaten Kupang

Ketua DPC GAMKI Kabupaten Kupang, Deasy M. C. Ballo, dalam sambutannya mengapresiasi perhatian dan dukungan Bupati Kupang, Yosef Lede, terhadap perkembangan iman, kehidupan bergereja, dan kegiatan kepemudaan di Kabupaten Kupang. Deasy menilai, Bupati Yosef Lede telah menunjukkan perhatian bukan hanya kepada kebutuhan masyarakat secara umum, tetapi juga terhadap perkembangan iman dan gereja-gereja yang ada di Kabupaten Kupang. Menurut Deasy, perhatian Yosef Lede dalam mendukung sejumlah gereja menunjukkan bahwa pembangunan yang dilakukan  Pemerintah Kabupaten Kupang tidak hanya menyangkut pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga memberikan ruang bagi gereja untuk mengambil bagian dalam membangun kehidupan sosial masyarakat.

Ketua DPC GAMKI Kabupaten Kupang, Deasy M. C. Ballo.

Deasy juga mengatakan, dukungan Bupati Yosef Lede untuk penyelenggaraan turnamen futsal lintas gereja yang digelar DPC GAMKI Kabupaten Kupang bersama PHRG Jemaat GMIT Elim Naibonat merupakan salah satu bentuk nyata dukungan terhadap kegiatan yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, kemampuan, dan potensi mereka.

Deasy menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kolaborasi pertama DPC GAMKI Kabupaten Kupang dengan PHRG Jemaat GMIT Elim Naibonat. Deasy menyampaikan, sebanyak 35 tim dari wilayah Kupang Timur, Kupang Tengah, dan Amarasi berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sehingga Ia berharap turnamen ini menjadi awal bagi penyelenggaraan kegiatan olahraga yang lebih luas sehingga semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan menjalin persaudaraan.

Deasy menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan pemenang dalam pertandingan, tetapi juga melahirkan kader-kader muda yang memiliki iman kuat, kemampuan, keterampilan, dan semangat pengabdian bagi gereja, Kabupaten Kupang, serta bangsa Indonesia.

Winston Neil Rondo: Iman Harus Lahirkan Karya, Karya Harus Bermanfaat

Ketua DPD GAMKI Provinsi NTT, Winston Neil Rondo, dalam sambutannya menegaskan bahwa iman tidak boleh berhenti pada pengakuan tetapi harus diwujudkan melalui karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, gereja dan organisasi kepemudaan harus hadir menjawab kebutuhan masyarakat melalui berbagai bentuk pelayanan, pemberdayaan, dan kegiatan sosial.

Karena itu Winston mengapresiasi kolaborasi DPC GAMKI Kabupaten Kupang dan PHRG Elim Naibonat yang dinilainya berhasil menghadirkan kegiatan dengan manfaat lebih luas daripada sekadar pertandingan olahraga.

Ketua DPD GAMKI Provinsi NTT, Winston Neil Rondo.

Winston mengingatkan bahwa gereja Tuhan tidak cukup hanya dipenuhi jemaat pada hari Minggu, tetapi harus hadir dan membawa dampak bagi kehidupan masyarakat sepanjang minggu.

Karena itu, nilai Winston, kegiatan yang diselenggarakan di Jemaat GMIT Elim Naibonat merupakan salah satu bentuk nyata bagaimana gereja dapat terlibat dalam kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan persoalan keadilan di tengah masyarakat karena selain pertandingan futsal dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga terdapat kegiatan seni budaya, seminar tentang hak waris anak perempuan, serta keterlibatan sejumlah lapak UMKM.

Winston menjelaskan, melalui olahraga, generasi muda belajar membangun karakter, disiplin, dan persaudaraan, sementara melalui seni budaya, masyarakat turut menjaga identitas lokal. Sementara itu, diskusi mengenai hak waris anak Perempuan dinilai oleh Winston sebagai ruang untuk memperjuangkan martabat dan keadilan dalam keluarga. Keterlibatan pelaku UMKM juga dinilainya penting karena memberikan ruang usaha bagi masyarakat, menggerakkan ekonomi lokal, dan membantu rakyat kecil memperoleh penghasilan.

Bagi Winston, keberhasilan suatu kegiatan tidak hanya diukur dari keramaian peserta dan pengunjung, tetapi juga dari kesempatan ekonomi dan manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat sehingga Winston secara khusus memberikan apresiasi kepada panitia GAMKI Kabupaten Kupang yang telah memfasilitasi kolaborasi yang memperlihatkan bahwa gereja tidak hanya berbicara mengenai kasih melalui khotbah, tetapi juga menghadirkan kasih melalui tindakan nyata.

Pada kesempatan tersebut, Winston menegaskan bahwa GAMKI merupakan gerakan iman, gerakan kader, dan gerakan pelayanan sehingga tidak boleh berhenti pada rapat dan kegiatan seremonial tetapi mampu membuka jalan ketika anak muda membutuhkan kesempatan, hadir ketika keluarga menghadapi kesulitan, serta berani menyuarakan kebenaran ketika perempuan dan anak mengalami ketidakadilan.

Kepada Bupati Kupang, Winston menyampaikan penghargaan atas kehadiran dan dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan kepemudaan dan pelayanan gereja. Ia mengapresiasi semangat kepemimpinan Yosef Lede yang menempatkan pemberdayaan masyarakat, pelayanan publik, dan kemitraan dengan gereja sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.

Menurut Winston, kepemimpinan yang bermakna bukan hanya kemampuan merumuskan gagasan besar, melainkan kemampuan menerjemahkan gagasan menjadi kebijakan, kebijakan menjadi kerja nyata, dan kerja nyata menjadi perubahan yang benar-benar dirasakan rakyat. Ukuran kepemimpinan, kata Winston, bukan seberapa besar kekuasaan yang dimiliki, melainkan seberapa besar manfaat yang sampai kepada masyarakat.

Winston juga menegaskan bahwa pemerintah, gereja, dan organisasi kepemudaan merupakan mitra dalam membangun masyarakat sehingga GAMKI siap menjadi mitra yang bekerja, menyumbangkan gagasan, serta menyampaikan masukan secara jujur demi kepentingan rakyat. Ia berharap ruang kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan terus diperluas, terutama dalam memperkuat keluarga, memberdayakan petani dan UMKM, membuka kesempatan bagi generasi muda dan karang taruna, serta memperluas pelayanan kepada masyarakat desa.

Winston turut mengingatkan bahwa anak-anak muda Kabupaten Kupang sesungguhnya memiliki bakat dan kemampuan, namun yang sering kali mereka butuhkan adalah kesempatan, fasilitas, dan pendampingan. Winston menegaskan bahwa setiap generasi muda di Kabupaten Kupang memiliki hak yang sama untuk memperoleh kesempatan, berprestasi, dan membangun masa depan sehingga ia berharap turnamen olahraga yang digelar menjadi salah satu ruang untuk menemukan dan mengembangkan potensi generasi muda.

Kepada seluruh peserta turnamen futsal, Winston berpesan agar bertanding dengan penuh semangat, menang dengan rendah hati, dan menerima kekalahan dengan terhormat. Ia mengingatkan agar peserta tidak hanya mengejar piala, tetapi juga membangun karakter, persahabatan, dan persaudaraan. Winston mengutip 1 Timotius 4 ayat 12 yang mengingatkan orang muda agar menjadi teladan sekalipun masih muda. Menurutnya, anak muda Kristen tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan, tetapi harus tampil sebagai pelaku perubahan.

Menutup sambutannya, Winston menyampaikan tiga pesan penting. Pertama, gereja yang hidup adalah gereja yang melayani. Kedua, pemuda yang hebat adalah pemuda yang sanggup berkarya, sekecil apa pun karya itu. Ketiga, GAMKI yang kuat bukan diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan dari besarnya manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Buka Turnamen Futsal, Bupati Yosef Lede: Jadikan Momen Rawat Persaudaraan dan Sportivitas

Bupati Kupang, Yosef Lede, saat membuka secara resmi turnamen futsal lintas gereja mengajak seluruh peserta agar menjadikan pertandingan tersebut sebagai momentum membangun persaudaraan, mempererat persahabatan, dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia mengingatkan bahwa meskipun para peserta saling berhadapan sebagai lawan di lapangan, mereka tetap bersaudara dan harus mampu membangun hubungan baik. Menurutnya, keberhasilan sebuah turnamen tidak hanya ditentukan oleh siapa yang keluar sebagai juara, tetapi juga oleh persahabatan dan persaudaraan yang terbangun selama kegiatan berlangsung.

Bupati Kupang, Yosef Lede.

Bupati Yosef Lede mengatakan, turnamen futsal yang digelar juga sekaligus menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda untuk mengembangkan talenta yang diberikan Tuhan sebab anak-anak muda memiliki kesempatan menyalurkan kemampuan melalui latihan dan pertandingan sekaligus mengisi waktu dengan kegiatan positif. Ia menilai, semakin banyak organisasi yang menyelenggarakan kegiatan turnamen olahraga, semakin terbuka pula kesempatan membina generasi muda agar terhindar dari perilaku negatif, seperti mabuk-mabukan, merokok, dan kenakalan lainnya.

Karena itu, Bupati Yosef Lede menilai kegiatan yang diselenggarakan GAMKI bersama PHRG Jemaat GMIT Elim Naibonat sebagai salah satu persembahan terbaik bagi anak-anak muda di Kabupaten Kupang. Selain menjadi ruang pembinaan, Bupati Yosef Lede melihat turnamen tersebut sebagai kesempatan menemukan pemain-pemain muda berbakat yang dapat dikembangkan untuk memperkuat olahraga di Kabupaten Kupang. Ia mengatakan, kemampuan para peserta dapat menjadi perhatian GAMKI maupun PSSI melalui ASKAB sehingga pemain-pemain potensial dari berbagai tim dapat dikumpulkan dan dibina menjadi satu tim yang lebih kuat untuk mewakili Kabupaten Kupang dalam kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.

Bupati Yosef Lede juga berharap turnamen futsal yang baru pertama kali diselenggarakan oleh DPC GAMKI dan PHRG Elim Naibonat ini dapat berjalan dengan baik sehingga kembali dilaksanakan pada tahun berikutnya. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kupang akan terus mendukung kegiatan tersebut apabila penyelenggaraannya sukses. Bahkan, ia berharap kegiatan tahun berikutnya dapat dikembangkan menjadi dua turnamen, yakni futsal dan bola voli. Menurutnya, dukungan terhadap kegiatan kepemudaan merupakan bagian dari upaya bersama dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang.

Lebih lanjut Bupati Yosef Lede juga menegaskan bahwa GAMKI merupakan mitra Pemerintah Kabupaten Kupang dalam pemberdayaan generasi muda sehingga Ia berharap, di bawah kepemimpinan Winston Neil Rondo sebagai Ketua DPD GAMKI Provinsi NTT dan Deasy Ballo Foeh sebagai Ketua DPC GAMKI Kabupaten Kupang, organisasi GAMKI terus bekerja untuk rakyat, jemaat, dan anak-anak muda. Ia bahkan mendorong GAMKI agar segera mendaftarkan organisasinya secara resmi di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kupang apabila belum terdaftar, sehingga program-program organisasi dapat diprogramkan dengan baik dan memperoleh dukungan pemerintah daerah setiap tahun.

Bupati Yosef Lede juga mengharapkan kerja sama antara pemerintah dan GAMKI tidak hanya terbatas pada kegiatan olahraga, tetapi diperluas melalui berbagai kegiatan sosial, seperti bakti sosial, bantuan sosial, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya. Menurutnya, gereja juga memiliki peran penting dalam proses tersebut sebab gereja tidak hanya menjadi tempat orang beribadah, tetapi harus menjadi tempat edukasi yang memberikan dampak positif bagi jemaat dan masyarakat melalui kegiatan rohani maupun kegiatan pendidikan lainnya. Ia berharap kolaborasi pemerintah, gereja, dan organisasi kepemudaan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan jemaat serta pengembangan generasi muda di Kabupaten Kupang.

Kepada para peserta turnamen futsal, Bupati Yosef Lede menekankan pentingnya sportivitas dalam setiap pertandingan. Ia mengingatkan bahwa piala dapat dibeli di toko, tetapi penghargaan yang diperoleh melalui perjuangan secara sportif dan penuh persahabatan memiliki nilai yang jauh lebih besar. Sportivitas, tegas Bupati Yosef Lede, bukan hanya tanggung jawab pemain, melainkan juga wasit dan panitia penyelenggara sehingga seluruh pihak harus menjalankan tugas dengan baik agar pertandingan berlangsung adil dan tidak dirusak oleh ketidakprofesionalan dalam penyelenggaraan.

Bupati Yosef Lede menegaskan, menggunakan talenta untuk kegiatan yang positif, bermain dengan baik dan sportiv, serta memperoleh sahabat dan saudara melalui olahraga merupakan bagian dari persembahan terbaik kepada Tuhan. Karena itu, Bupati Yosef Lede juga mengajak seluruh peserta untuk menunjukkan talenta terbaik yang dimiliki dan mempersembahkannya bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi Tuhan.

 

(Simon Seffi)