Mahasiswa MBKM Prodi Ilmu Pemerintahan Gelar Sosialisasi Bahaya Pergaulan Bebas di SMPN 7 Amarasi

Mahasiswa dan mahasiswi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program Studi Ilmu Pemerintahan Desa Binaan Oesena sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertema bahaya pergaulan bebas di Aula SMP Negeri 7 Amarasi, Kamis (22/5/2026).

‎Kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar di sekolah tersebut dihadiri oleh siswa-siswi SMPN 7 Amarasi, para guru, Kepala Sekolah, Kepala Desa Oesena, pemateri tamu, serta seluruh mahasiswa-mahasiswi MBKM yang terlibat dalam program desa binaan.

‎Ketua MBKM Desa Binaan Oesena, Gregorius Jehandu, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus penyebaran HIV/AIDS di Kota Kupang dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, sosialisasi tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap generasi muda agar lebih memahami risiko pergaulan bebas.

‎“Dasar kegiatan ini direfleksikan dari maraknya kasus penyebaran HIV di Kota Kupang akhir-akhir ini. Kegiatan ini hadir untuk meningkatkan kesadaran bagi siswa-siswi SMPN 7 Amarasi terkait pergaulan bebas,” ujar Gregorius dalam sambutannya.

‎Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta sambutan dari berbagai pihak yang hadir.

‎Kepala SMP Negeri 7 Amarasi, Petronela Namtonis, S.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa-mahasiswi MBKM yang telah memprakarsai kegiatan edukatif tersebut. Ia berharap para siswa mampu memahami dan menerapkan materi yang diberikan dalam kehidupan sehari-hari.

‎“Saya sangat berterima kasih kepada mahasiswa-mahasiswi MBKM yang sudah mau menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bahaya pergaulan bebas ini, karena kegiatan seperti ini baru pertama kali dilaksanakan di sekolah kami. Harapan saya, siswa-siswi dapat menerima, meresapi, dan mempraktikkan materi yang diterima,” ungkapnya.

‎Sementara itu, Kepala Desa Oesena yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengingatkan para siswa agar menjadikan sosialisasi ini sebagai pembelajaran penting untuk masa depan mereka. Ia juga menyoroti tantangan pergaulan remaja di era digital yang semakin kompleks akibat pengaruh lingkungan dan media sosial.

‎“Kalian harus lebih bijak dalam bergaul dan menentukan pilihan hidup. Jangan sampai justru menjadi pelaku pergaulan bebas,” tegasnya.

‎Selain itu, Kepala Desa juga mengajak siswa untuk menjauhi perilaku negatif seperti perundungan, merokok, dan konsumsi minuman keras yang dapat merusak masa depan generasi muda.

‎Pada sesi inti kegiatan, materi mengenai bahaya pergaulan bebas disampaikan oleh Wilhelmina Charvita Raja, S.KM. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai bentuk pergaulan bebas yang sering dialami remaja, dampak negatif terhadap kesehatan reproduksi, serta langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan pelajar untuk melindungi diri dari pengaruh buruk lingkungan.

‎Penyampaian materi berlangsung interaktif dan mendapat antusias tinggi dari para peserta. Hal tersebut terlihat dalam sesi tanya jawab, di mana siswa-siswi aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait kesehatan dan pergaulan sehat.

‎Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan seluruh peserta, mahasiswa-mahasiswi MBKM Desa Binaan Oesena, Kepala Desa Oesena, pemateri, Kepala Sekolah, serta para guru SMPN 7 Amarasi.

‎Melalui kegiatan ini, mahasiswa-mahasiswi MBKM Program Studi Ilmu Pemerintahan menunjukkan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan pergaulan bebas melalui pendekatan edukasi langsung berbasis sekolah, dengan menyasar generasi muda sebagai kelompok yang rentan terhadap pengaruh negatif lingkungan sosial.

 

(Hans Sahagun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *