Nusa Tenggara Association (NTA) mengadakan Lomba Story Telling antar SMP dan Pidato Bahasa Inggris (Speech Competition) tingkat SMA/SMK se Kecamatan Kupang Barat dan Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang, pada Jumat (24/7/2026).
Perlombaan yang dibuka oleh camat Kupang Barat, Filly Nakamnanu, S.STP berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Kupang Barat, diikuti 3 SMAN dan 1 SMKN, serta 11 SMP yang terdiri dari 1 SMA dan 4 SMPN dari Kecamatan Nekamese. Sedangkan peserta lomba dari Kecamatan Kupang Barat datang dari 5 SMPN dan 2 SMAN, serta 1 SMKN.

Camat Kupang Barat dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada NTA sebagai penyelenggara lomba yang memberikan dukungan pada program pemerintah kabupaten Kupang, khususnya di bidang Pendidikan.
“Pemerintah Kecamatan Kupang Barat menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya pada NTA atas kegitan hari ini yang menjadi mitra terbaik dalam mendukung pemerintah bapak bupati Kupang dan ibu wakil bupati kupang melalui program Pendidikan Unggul Menuju Indonesia Emas.” ungkapnya.
Lebih lanjut Camat Kupang Barat menekankan bahwa menang dalam perlombaan adalah bonus, sebab yang terpenting adalah mendapat pengalaman berharga.
“Semua peserta lomba hari ini adalah pemenang. Yang menang jadikan itu bonus, yang kalah jadikan itu sebagai pengalaman yang berharga dan bisa berusaha lagi untuk lomba-lomba selanjutnya.” camat Filly memberi peneguhan kepada peserta lomba.
Di hadapan peserta lomba, para kepala sekolah, dan guru, ia mengingatkan agar perlombaan yang berkaitan dengan Bahasa Inggris jangan sampai melupakan Bahasa Indonesia dan Bahasa daerah masing-masing.
“Perlombaan hari ini berkaitan dengan Bahasa Inggris, tentunya tidak membuat kita lupa Bahasa Indonesia atau bahasa daerah kita masing-masing.” ujarnya mengingatkan.
Ia menegaskan pula bahwa Bahasa Inggris diperlukan oleh karena perkembangan zaman agar kita mampu bersaing dengan dunia luar di mana dunia pendidikan saat ini semakin terbuka dan tidak seperti pada zaman dadulu.

Kepala SMA Negeri 1 Kupang Barat, Hendrikus M. Buan, S.Pd dalam sambutannya sebagai tuan rumah, menyampaikan rasa bahagia dan apresiasi kepada NTA sebagai penyelenggara lomba Story Telling dan pidato Bahasa Inggris yang mana SMA Negeri 1 Kupang Barat dipilih sebagai mitra dan tuan rumah.
“Kegiatan kita hari ini membawa inspirasi bagi kita, untuk masa depan mereka (peserta lomba). Bagi saya, SMA Negeri 1 Kupang Barat sangat berterima kasih karena NTA memilih tempat ini sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan lomba. Ini kegitan yang jarang terjadi. Kalau tingkat sekolah, SMAN 1 Kupang Barat sering melaksanakan kegitan seperti ini dalam rangka 2 Mei (hardiknas). Sedangkan tingkat seperti ini belum ada. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih banyak, karena sekolah kita ditunjuk sebagai pelaksana dan membuat kami sangat berbahagia. Kami dipercaya artinya sudah dilirik, dan kiranya dengan kepercayaan ini tidak saja saat ini tetapi untuk ke depannya kami juga dilibatkan.” ungkap Hendrikus.

Sekretaris NTA sekaligus ketua penyelenggara lomba, Frans Wayan dalam laporannya menjelaskan peran NTA dalam kiprahnya di Nusa Tenggara Timur memiliki tiga bidang kegiatan utama yakni Pendidikan, Income Generation and Security, dan Water and Sanitasion. Khusus bantuan bidang Pendidikan, ditujukan pada sekolah-sekolah swasta dan negeri di desa dengan kriteria tertentu dalam kurun waktu 7 hingga 10 tahun.
Menurutnya, bantuan pendidikan meliputi bantuan fisik dan non fisik, termasuk meja siswa dan guru. Selain itu bak penampungan air dan MCK. Disebutkan, dalam dua tahun terakhir NTA memberikan bantuan bangunan ruang belajar semi permanen dua unit untuk sekolah swasta. Sedangkan bantuan non fisik berupa program TIB- Rotary, Program Green School dan Peningkatan Kompetensi Guru.
Untuk kompetensi guru, NTA berfokus pada pelatihan profesi guru, pelatihan manajemen perpustakaan sekolah, termasuk sumbangan laptop untuk aplikasi khusus perpustakaan (SLIMS. Sedangkan sektor peningkatan kompetensi siswa, NTA melibatkan para siswa dalam Vestifal Budaya dan Story Telling versi bahasa Indonesia yang dilaksanakan sejak tahun 2019 bertempat di Semau yang melibatkan siswa SD.
Pada tahun 2025 lomba Story Telling berbahasa Inggris tingkat SMP dilaksanakan di Kecamatan Kupang Timur dengan peserta berasal dari 15 SMP, yang mana 3 SMP di antaranya adalah sekolah binaan NTA. Tahun 2026 penyelenggaraan perlombaan diadakan di SMA Negeri 1 Kupang Barat. Peserta lomba adalah SMP dan SMA/SMK dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Kupang Barat dan Kecamatan Nekamese.

Frans Wayan pada bagian akhir laporannya menggarisbawahi bahwa program peningkatan kompetensi siswa tetap menjadi prioritas, baik untuk sekolah dampingan NTA, juga sekolah non dampingan NTA. Salah satu alasannya, dari hasil TKA(tes kompetensi akademik) tingkat SMP 2026, Kabupaten Kupang sangat rendah. Bahasa Indonesia rata-rata nilai 47.06 atau urutan 18, dan Matematika 34.97 berada di urutan 17 tingkat provinsi NTT.

Pembina NTA, Ir. Debora Kenahau dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa salah satu kegiatan yang menjadi prioritas NTA sebagai LSM yang berkiprah sejak tahun 1991adalah bidang pendidikan, selain program pertanian, peternakan, dan sanitasi.
“NTA sebenarnya merupakan Yayasan kemanusiaan yang berdiri pada 1991. Kami LSM kecil tapi masih berlangsung hingga saat ini, dengan usia hingga saat ini di atas 35 tahun, dimulai dari Semau.” kisah Debora di hadapan kepala sekolah, guru dan peserta lomba.
Ia mengisahkan bahwa pelaksanaan program pertamanya dimulai dari Semau yakni memberikan bantuan pembuatan toilet.
“Program pertamanya di Semau. Kondisi Semau waktu itu tidak seperti saat ini. Kondisi di sana itu toilet dan air menjadi salah satu priorotas kita.” kenangnya. Program selanjutnya adalah Pendidikan, sanitasi, pertanian dan peternakan.

Menurutnya, kegiatan lomba story telling dan lomba pidato bahasa Inggris menunjukkan ada peningkatan yang luar biasa, karena khusus lomba pidato Bahasa Inggris belum pernah diselenggarakan oleh NTA selama ini. Selaku pembina NTA, Debora menyampaikan apresisi kepada sekolah-sekolah yang telah berpartisipasi dalam ajang lomba ini.
“Pada kesempatan yang bermartabat ini saya ingin berterima kasih kepada siswa SMP dan SMA yang berpartisipasai dalam kegiatan ini. Perlombaan ini bukan sekedar ajang mencari juara, tetapi juga menjadi sarana bagi para sisiwa untuk dapat mengembangkan kemampuan dalam bahasa Inggris. Karena bahasa Inggris adalah Bahasa Internasional. Selain itu meningkatkan rasa percaya diri dalam berinteraksi dan dapat menyampaikan pesan positif dalam bercerita dan dapat mendorong komunikasi dan apresiasi dan nilai-nilai budaya. Harapan dan tujuan utama adalah sebagai pelajaran dan keberanian untuk tampil di depan umum, karena siwa ini adalah calon pemimpin bangsa.” ujar Debora penuh harap khusus kepada peserta lomba.

Kepada semua peserta lomba, direktur NTA Ir. Yanes Dojeta saat diberi kesempatan menyampaikan sambutan, menyampaikan harapannya agar lewat ajang lomba, ini dapat diperoleh hal terbaik, tidak harus menjadi juara melainkan bagaimana peserta lomba berani tampil di depan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tim juri dari program studi Bahasa Inggris Unwira Kupang.
Yanes berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat penting di era global yang mana Bahasa Inggris sudah menjadi Bahasa Internasional. Disampaikan pula bahwa pada bulan September 2026, NTA akan dikunjungi oleh 20 donatur dari Australia yang bakal hadir dalam kegiatan Vestival Budaya di Semau. Ia mengharapkan agar anak-anak (peserta didik) dapat berpartisipasi dalam ajang ini.
“Pada bulan sepetember kami akan dikunjungi oleh 20 donatur dari Australia, nanti akan ada kegiatan vestival budaya di Semau. Diharapakan anak-anak bisa berpartisipasi.” ajak Yanes disambut aplaus dari audiens yang memenuhi Aula.
Pada kesempatan ini, NTA juga mengumumkan pemenang lomba Green School (sekolah hijau) yang dinilai sejak Maret hingga Juni 2026 untuk tiga sekolah terpilih yang merupakan pilot project dari konsulat Australia. Keluar sebagai pemenang masing peringkat 1 hingga 3 adalah SD Nio TTS dengan nilai 83.3, menyusul SMPN 5 Kupang Barat meraup nilai 78.8, dan tempat ke 3 oleh SD GMIT Oetefu Besar Semau dengan nilai 75.3. kepada para pemenang diberi piala dan piagam penghargaan.
Berikut hasil lengkap pemenang lomba Story Telling dan lomba Pidato Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh NTA pada Jumat, 24 Juli 2026 di SMA Negeri 1 Kupang Barat. Pemenang Story Telling tingkat SMP yakni; Peringkat I: SMAN 2 Kupang Barat (Terry Siendra Kaes), Peringkat II: SMAN 2 Nekamese ( Yisia Manil ), Peringkat III: SMAN 1 Kupang Barat ( Lovely syalom Christiani Seseli).
Sementara Pemenang Pidato Bahasa Inggris yakni; Peringkat I: UPTD SMPN 2 Kupang Barat (Fiona Kalista Hanoc), Peringkat II: UPTD SMPN 4 Kupang Barat ( LaurensiaR. Putri Carfalho), Peringkat III: UPTD SMPN 1 Nekamese (Gracya J, Diandro Bana)
Kepada para pemenang diberi piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan. Sedangkan semua peserta lomba NTA menyerahkan bingkisan berisi sejumlah buku bacaan.
(Amatus Bhela)

