59 Peserta Didik SMAN 2 Fatbar Ikut MPLS, Kepsek Yohanes Babang Harap Jadi Ajang Kenal Lingkungan Sekolah

Sebanyak 59 peserta didik baru SMA Negeri 2 Fatuleu Barat (Fatbar) mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 13–15 Juli 2026. Kegiatan MPLS diharapkan menjadi pintu awal bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, tata tertib, budaya sekolah, tenaga pendidik, serta berbagai program yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan di SMAN 2 Fatuleu Barat.

MPLS diawali dengan upacara bendera sekaligus pembukaan resmi yang dipimpin Kepala SMA Negeri 2 Fatuleu Barat, Yohanes Babang, S.Pd.,Gr., di halaman sekolah pada Senin (13/7/2026). Upacara pembukaan dihadiri Ketua Komite juga diikuti seluruh guru, tenaga kependidikan, pengurus OSIS, serta peserta didik baru.

Upacara Pembukaan MPLS.

Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN 2 Fatuleu Barat, Adelbertus Fina Neonub, S.Pd.,Gr., bersama Sekretaris Panitia, Susanti Kapitan, S.Pd.,Gr., menjelaskan bahwa selama tiga hari pelaksanaan MPLS, peserta didik baru akan mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk membantu mereka mengenal lingkungan sekolah secara menyeluruh.

Keduanya menjelaskan, kegiatan MPLS bertujuan agar peserta didik baru dapat beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru, mengenal budaya sekolah, memahami tata tertib, sekaligus membangun relasi yang baik dengan guru, pegawai, dan sesama peserta didik.

Mereka menambahkan, selama pelaksanaan MPLS para peserta didik baru juga akan didampingi oleh kakak-kakak kelas yang tergabung dalam kepengurusan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Para pengurus OSIS akan berperan sebagai pendamping selama seluruh rangkaian kegiatan sehingga peserta didik baru dapat mengikuti MPLS dengan nyaman, aman, dan penuh semangat.

Selama tiga hari pelaksanaan MPLS, peserta didik baru dijadwalkan mengikuti berbagai materi, antara lain pengenalan lingkungan sekolah, visi dan misi sekolah, tata tertib dan budaya sekolah, pengenalan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, penguatan karakter, pengenalan kurikulum dan proses pembelajaran, wawasan kebangsaan, pendidikan karakter, tujuh kebiasaan anak Indonesia, kegiatan ekstrakurikuler, literasi, serta berbagai kegiatan pengembangan minat dan bakat yang telah disiapkan sekolah.

Kepsek Yohanes Babang: MPLS Bukan Untuk Menakut-Nakuti, Tapi Jembatan Mengenal Lingkungan Sekolah

Kepala SMA Negeri 2 Fatuleu Barat, Yohanes Babang, S.Pd.,Gr., menegaskan bahwa pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bukanlah kegiatan yang bertujuan untuk memberikan tekanan atau menakut-nakuti peserta didik baru sebagaimana stigma yang pernah berkembang di masyarakat. Menurutnya, MPLS merupakan momentum penting sebagai jembatan bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun rasa percaya diri, serta menumbuhkan semangat belajar sejak hari pertama menjadi bagian dari keluarga besar SMAN 2 Fatuleu Barat.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan pada upacara bendera sekaligus pembukaan MPLS di SMAN 2 Fatuleu Barat, Senin (13/7/2026).

Dalam sambutannya, Yohanes Babang menegaskan bahwa MPLS bukanlah kegiatan ospek ataupun perploncoan.

“MPLS bukan untuk ospek atau menakut-nakuti. MPLS adalah jembatan. Jembatan untuk kalian mengenal lingkungan sekolah, mengenal bapak ibu guru dan pegawai, mengenal tata tertib, dan mengenal budaya sekolah kita.” tekan Yohanes Babang.

Menurut Yohanes Babang, selama tiga hari pelaksanaan MPLS para peserta didik akan diperkenalkan secara menyeluruh dengan berbagai aspek kehidupan sekolah.

Mereka akan mengenal lingkungan sekolah mulai dari ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, tata usaha, laboratorium, perpustakaan, ruang komputer hingga berbagai sarana dan prasarana lainnya. Selain itu peserta didik juga akan diperkenalkan dengan seluruh warga sekolah, baik bapak dan ibu guru, pegawai, maupun kakak-kakak kelas dari OSIS yang akan mendampingi mereka selama kegiatan berlangsung.

Tidak hanya itu, peserta didik baru juga akan mempelajari tata tertib sekolah, budaya disiplin, penerapan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun), serta tujuh gerakan kebiasaan anak Indonesia. Mereka juga akan dikenalkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah untuk mengembangkan bakat dan minat, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Kepada seluruh peserta didik baru, Yohanes Babang mengingatkan bahwa masa SMA merupakan masa emas dalam kehidupan seseorang.

“Anak-anakku yang saya kasihi, masa SMA adalah masa emas. Di sinilah kalian akan menempa diri, mencari jati diri, dan menyiapkan masa depan. Bapak ibu guru di sini dan kakak-kakak kelas serta OSIS siap membimbing kalian. Tugas kalian adalah semangat belajar, menjaga nama baik diri dan sekolah, serta berani bermimpi besar.” pesan Yohanes Babang.

Yohanes Babang juga menyampaikan empat pesan penting kepada peserta didik baru. Pertama, peserta didik diminta menjadi pembelajar sejati dengan memanfaatkan waktu selama belajar di SMAN 2 Fatuleu Barat sebaik-baiknya. Menurutnya, prestasi akademik memang penting, namun pembentukan karakter jauh lebih penting sebagai bekal kehidupan.

Kedua, ia mengajak seluruh peserta didik untuk menghormati bapak dan ibu guru, pegawai sekolah, serta kakak-kakak kelas yang mendampingi mereka selama MPLS. Ia kembali menegaskan bahwa MPLS bukan ajang perploncoan, melainkan kegiatan pembinaan sehingga seluruh peserta didik diharapkan mengikuti setiap kegiatan dengan penuh semangat, bukan rasa takut.

Ketiga, Yohanes Babang mengingatkan agar seluruh peserta didik menjaga nama baik sekolah karena sejak hari pertama menjadi siswa SMAN 2 Fatuleu Barat, setiap perilaku mereka akan menjadi cerminan sekolah di tengah masyarakat Fatuleu Barat.

Keempat, ia mengajak peserta didik untuk berani memiliki cita-cita besar dan berjuang mewujudkannya.

“Dari Fatuleu Barat kalian bisa meraih cita-cita setinggi langit. Banyak alumni kita yang sudah sukses, ada yang menjadi tentara, guru, perawat, dan berbagai profesi lainnya.” tekan Yohanes Babang.

Di akhir sambutannya, Yohanes Babang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan panitia MPLS atas persiapan yang telah dilakukan. Ia berharap kegiatan MPLS dapat dilaksanakan dengan penuh keceriaan, bersifat mendidik, aman, dan mengedepankan suasana kekeluargaan sehingga menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi peserta didik baru.

Ketua Komite SMA Negeri 2 Fatuleu Barat Harap MPLS Aman dan Nyaman Bagi Peserta Didik Baru

Ketua Komite SMA Negeri 2 Fatuleu Barat, Kristofel Taiboko, usai mengikuti upacara pembukaan MPLS berharap seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan memberikan pengalaman belajar yang positif bagi peserta didik baru.

Menurutnya, MPLS merupakan momentum penting bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, para guru, tenaga kependidikan, tata tertib, serta proses pembelajaran yang nantinya akan mereka jalani selama menjadi siswa SMAN 2 Fatuleu Barat.

“Harapan kami, kegiatan MPLS ini benar-benar menjadi sarana yang baik bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan sekolah sehingga ketika kegiatan belajar mengajar dimulai mereka sudah merasa nyaman dan siap mengikuti seluruh proses pendidikan,” ujarnya.

Kristofel juga mengajak seluruh orang tua dan wali peserta didik untuk memberikan dukungan penuh kepada anak-anak selama mengikuti MPLS. Menurutnya, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting agar peserta didik dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, membangun semangat belajar sejak awal, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.

 

(Simon Seffi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *