Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang menunjukkan kepedulian terhadap mahasiswa asal Flores yang terdampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores.
Rektor UNWIRA, Pater Dr. Stefanus Lio, SVD, menyampaikan hal tersebut pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Ia mengatakan, UNWIRA turut prihatin dan berdukacita atas korban yang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
“Pertama-tama, UNWIRA turut prihatin dan turut berdukacita bagi para korban yang meninggal dunia,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian, UNWIRA berupaya memberikan bantuan kepada mahasiswa asal Flores yang terdampak gempa. Bantuan tersebut berupa sembako serta bantuan uang untuk kebutuhan pembayaran SKS sebagai bagian dari dukungan sosial dan kemanusiaan.
Pater Stefanus menjelaskan, pihak kampus melalui panitia dari bidang kemahasiswaan akan melakukan pendataan terhadap mahasiswa yang terdampak. Pendataan tersebut akan dilakukan berdasarkan tingkat dampak yang dialami mahasiswa, terutama mereka yang mengalami kondisi cukup berat.
“Kami akan mendata mahasiswa yang terkena dampak dengan kriteria yang sangat berat. Mungkin tidak semuanya, karena ada yang dampaknya sangat ringan,” jelasnya.
Selain memberikan bantuan secara langsung kepada mahasiswa, UNWIRA juga mengambil bagian dalam sejumlah aksi solidaritas kemanusiaan lainnya. Salah satunya melalui Asosiasi Pendidikan Katolik dalam bentuk sumbangan dana.
UNWIRA juga turut memberikan bantuan melalui Justice, Peace and Integrity of Creation (JPIC) Provinsi SVD Timor sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Flores.
Kepedulian tersebut menjadi bagian dari komitmen UNWIRA untuk hadir bersama mahasiswa dan masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana alam.
Hans Sahagun

