NTTPOS – Sabu Raijua— Kelompok Kerja Guru (KKG) 12 Kolohaba, Kecamatan Raijua, menjadi ruang bagi para guru untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, merefleksikan tantangan, dan merumuskan harapan bersama bagi pengembangan komunitas belajar guru.
Kegiatan ini difasilitasi oleh Pengajar Muda Indonesia Mengajar, Nico Nofrialdo dan Cindy Raystia di SD Negeri Ledeke I, kelurahan Ledeunu, Kecamatan Raijua, Kabupaten Sabu Raijua, Propinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan untuk membangun kedekatan dan menciptakan suasana yang nyaman di antara para peserta. Selanjutnya, para guru berbagi pengalaman selama mengajar, mulai dari praktik pembelajaran di kelas hingga berbagai tantangan yang dihadapi dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik. Beragam cerita yang dibagikan menjadi kesempatan untuk saling belajar, menemukan inspirasi, dan menyadari bahwa setiap guru memiliki pengalaman berharga yang dapat memperkaya pembelajaran bersama.
Memasuki sesi berikutnya, para guru diajak melakukan pemetaan kekhawatiran dan harapan terhadap pelaksanaan KKG. Melalui diskusi dan refleksi bersama, para peserta menyampaikan berbagai hal yang menjadi tantangan sekaligus menggambarkan KKG seperti apa yang ingin mereka bangun. Gagasan-gagasan tersebut menjadi pijakan untuk memahami kebutuhan bersama dan menentukan langkah pengembangan komunitas belajar yang lebih relevan dengan kondisi serta kebutuhan guru di Kecamatan Raijua.
Ketua KKG 12 Kolohaba, Edisoni Bora, berharap KKG dapat terus berkembang menjadi ruang belajar yang memberikan manfaat nyata bagi para guru.
“Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan ruang untuk saling berbagi pengalaman, menyampaikan tantangan, dan membangun harapan bersama bagi KKG ke depannya. Kami berharap KKG tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi benar-benar menjadi ruang belajar bagi para guru untuk saling mendukung, bertukar praktik baik, dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan membawa manfaat bagi guru maupun anak-anak didik kami di Raijua,” ungkapnya.
Cindy Raystia, salah satu fasilitator kegiatan sekaligus Pengajar Muda Indonesia Mengajar, pertemuan ini menjadi kesempatan untuk belajar bersama para guru, bukan sekadar berbagi pengetahuan.
“Bagi saya, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa setiap guru memiliki pengalaman, cerita, dan praktik baik yang berharga untuk dibagikan. Kami datang bukan hanya untuk memfasilitasi, tetapi juga untuk belajar bersama Bapak Ibu Guru. Saya senang melihat keterbukaan dan antusiasme para guru dalam menyampaikan kekhawatiran, harapan, serta gagasan untuk KKG ke depannya. Semoga ruang belajar ini terus tumbuh menjadi tempat yang saling menguatkan, karena ketika guru terus belajar bersama, anak-anak pun akan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih baik,” tutur Cindy.
Setelah memetakan kekhawatiran dan harapan, kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan rencana tindak lanjut. Sesi ini menjadi langkah penting untuk menerjemahkan berbagai gagasan menjadi upaya nyata yang dapat dilakukan bersama. Dengan adanya rencana tindak lanjut, KKG 12 Kolohaba diharapkan tidak berhenti pada pertemuan hari itu, tetapi terus bergerak menjadi komunitas belajar yang aktif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Bagi Nico Nofrialdo dan Cindy Raystia selaku fasilitator, proses ini juga menjadi pengingat bahwa perubahan pendidikan tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Terkadang, perubahan berawal dari ruang sederhana tempat para guru bersedia duduk bersama, saling mendengarkan, terbuka terhadap pengalaman baru, dan menyusun langkah kecil untuk menjawab tantangan pembelajaran.
Melalui KKG 12 Kolohaba, Niko dan cindy semangat kolaborasi terus tumbuh dan menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di Kecamatan Raijua. Sebab, ketika guru memiliki ruang untuk terus belajar dan bertumbuh bersama, akan selalu ada kesempatan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi anak-anak.
Menurut nico, dari cerita yang dibagikan, tantangan yang dipetakan, hingga harapan yang dirangkai, satu hal menjadi pengingat bersama: pendidikan adalah perjalanan yang tidak harus ditempuh sendirian.

