Dikritik Gelar Lomba hingga Subuh, Kadis PKO Rote Ndao Minta Maaf dan Janji Evaluasi

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Rote Ndao, Morids D. E. Bulan, S.Pd., M.Si., menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kendala pelaksanaan lomba siswa tingkat kabupaten yang berlangsung hingga dini hari. Ia berjanji melakukan evaluasi menyeluruh, sekaligus memastikan para peserta tetap memperoleh manfaat dan peluang prestasi, termasuk menjadi wakil daerah ke tingkat provinsi dan nasional serta mendapat prioritas dalam program beasiswa pemerintah daerah.

Pelaksanaan lomba yang digelar Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dinas PKO tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia tahun 2026. Sejumlah perlombaan bagi pelajar SD dan SMP dilaksanakan sejak 27 hingga 29 Agustus 2026.

Adapun mata lomba yang dipertandingkan meliputi Kebalai, cerpen dalam bahasa Rote, stand up comedy, serta pertunjukan budaya dalam bahasa Rote yang menampilkan adat peminangan dan antaran.

Namun, pelaksanaan Lomba Kebalai tingkat SD dan SMP pada Jumat (28/8/2026) menuai kritik dari sejumlah orang tua dan pendamping peserta. Rangkaian kegiatan disebut berlangsung hingga sekitar pukul 01.30 WITA akibat jadwal yang meleset dari waktu yang telah direncanakan.

Kondisi tersebut dinilai memberatkan para siswa yang sebagian besar masih berada pada usia sekolah dasar dan menengah pertama. Para peserta harus menunggu giliran tampil dalam waktu lama di ruang terbuka hingga dini hari.

Kekhawatiran semakin besar bagi peserta yang berasal dari wilayah kecamatan yang cukup jauh, termasuk rombongan dari Kecamatan Rote Timur yang masih harus menempuh perjalanan darat untuk kembali ke rumah setelah kegiatan berakhir.

“Anak-anak ini masih tingkat SD dan SMP. Menunggu tampil sampai jam setengah dua subuh jelas membuat fisik mereka drop. Apalagi rombongan dari Rote Timur harus menempuh perjalanan darat yang cukup jauh untuk kembali ke rumah,” ungkap salah satu pendamping peserta yang enggan disebutkan namanya.

Sejumlah pendamping dan orang tua juga menyayangkan kurangnya antisipasi terhadap aspek keselamatan dan kesehatan anak. Selain kelelahan akibat lamanya waktu menunggu, perjalanan pulang pada jam rawan dinilai turut meningkatkan risiko bagi peserta.

Ketika dikonfirmasi mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Pameran sekaligus Asisten I Sekda Kabupaten Rote Ndao, Petson Hangge, mengatakan pengaturan jadwal berada pada Seksi Acara. Khusus lomba tingkat SD dan SMP, kata dia, pelaksanaannya berada di bawah tanggung jawab Dinas Pendidikan.

“Jadwal diatur oleh Seksi Acara, dan khusus untuk lomba tingkat SD/SMP langsung di bawah tanggung jawab Dinas Pendidikan. Kaka bisa konfirmasi dengan Kadis Pendidikan,” ujar Petson.

Menanggapi berbagai kritik tersebut, Kepala Dinas PKO Rote Ndao Morids D. E. Bulan menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa, orang tua, guru, dan pendamping atas kendala yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan.

Kepala Dinas PKO Rote Ndao Morids D. E. Bulan.

Ia memastikan masukan dan keluhan yang muncul akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang.

Di balik catatan tersebut, Morids menegaskan bahwa ajang perlombaan tersebut dirancang bukan sekadar untuk mencari pemenang, tetapi juga memberikan manfaat dan membuka peluang bagi para siswa untuk mengembangkan prestasi mereka.

“Pemenang juara satu dalam ajang ini akan menjadi perwakilan resmi Kabupaten Rote Ndao ke tingkat Provinsi NTT, dan berpeluang besar untuk terus melenggang ke tingkat nasional,” ujar Morids saat ditemui awak media di sela-sela kegiatan, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, manfaat kegiatan tidak hanya diperuntukkan bagi siswa yang meraih juara pertama. Seluruh siswa yang berpartisipasi juga akan mendapatkan pengakuan sebagai siswa berprestasi.

Sertifikat yang diperoleh peserta, lanjut Morids, dapat dimanfaatkan sebagai salah satu dokumen pendukung untuk mendaftar melalui jalur prestasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB), baik ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP maupun SMA.

Lebih jauh, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan para peserta. Anak-anak yang mengikuti dan berprestasi dalam kegiatan tersebut akan menjadi prioritas dalam akses terhadap berbagai program bantuan pendidikan dan beasiswa yang disiapkan pemerintah daerah.

Meski demikian, Morids menegaskan bahwa tujuan utama kompetisi bukan semata-mata mengejar gelar juara.

“Esensi terbesar dari kegiatan ini adalah pembentukan karakter anak. Kita ingin melatih keberanian, membina kepercayaan diri, serta menggembleng mental anak-anak kita agar tangguh dan berani tampil di hadapan publik,” pungkasnya.

Ia memastikan kritik dan masukan dari orang tua, guru, serta pendamping akan menjadi bahan pembenahan Dinas PKO Rote Ndao. Evaluasi tersebut diharapkan dapat memperbaiki manajemen waktu, teknis pelaksanaan, serta aspek keselamatan dan kenyamanan peserta sehingga kegiatan serupa pada tahun-tahun mendatang dapat berlangsung lebih matang dan profesional.

 

(Mekris Ruy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *