Lantik 24 Anggota Baru PERMASKKU, Asten Bait Minta Beri Kontribusi untuk Kabupaten Kupang

Sebanyak 24 anggota baru Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang (PERMASKKU) dilantik pada Sabtu (19/9/2026) malam setelah mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) sejak Jumat hingga Sabtu (18-19/9/2026) yang berlangsung di GOR Komitmen Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Kegiatan penutupan MPAB sekaligus Pelantikan anggota baru PERMASKKU yang mengusung tema “Kaderisasi Kepemimpinan yang Adaptif, Kritis, dan Berdampak bagi Nusa dan Bangsa” itu ikut dihadiri sejumlah senior alumni dan mantan Ketua PERMASKKU, serta perwakilan pengurus sejumlah OKP.

Anggota baru PERMASKKU tahun 2026 bersama sejumlah pengurus.

Ketua PERMASKKU, Asten Bait, menyampaikan terima kasih kepada para anggota baru, senior, serta orang tua yang selama ini masih terlibat dan memberikan dukungan terhadap perjalanan organisasi. Menurutnya, PERMASKKU memiliki agenda penting untuk melahirkan kader yang memiliki kepemimpinan adaptif, kritis, dan mampu memberikan dampak bagi masyarakat.

Asten mengatakan perubahan tidak akan terjadi apabila setiap orang hanya menunggu dan tidak mengambil bagian dalam proses tersebut sehingga mahasiswa yang tergabung dalam PERMASKKU diharapkan untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil peran sebagai pelaku perubahan.

“Kita tidak bisa menuntut ada perubahan jika kita tidak bergerak dan melakukan. Karena itu, teman-teman harus bergerak menjadi pelaku untuk menggerakkan perubahan,” ujar Asten.

Asten juga mengajak seluruh anggota PERMASKKU untuk memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Kupang. Sebagai putra-putri yang lahir dan besar di Kabupaten Kupang, tekan Asten, PERMASKKU dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk ikut memikirkan dan mendorong kemajuan daerah.

“Kita semua anak-anak Kabupaten Kupang, lahir dan besar di Kabupaten Kupang. Mari kita berikan kontribusi untuk perubahan di Kabupaten Kupang,” katanya.

Asten menambahkan, PERMASKKU selama ini turut mengambil bagian dalam berbagai dinamika pembangunan, baik di tingkat Nusa Tenggara Timur maupun Kabupaten Kupang sehingga semangat belajar dan berorganisasi para anggota diharapkan tidak redup, apalagi padam.

Kepada 24 anggota baru yang telah dilantik, Asten meminta agar proses belajar tidak berhenti setelah mengikuti MPAB. Menurutnya, organisasi dapat menjadi ruang untuk mempelajari berbagai hal yang tidak selalu diperoleh di bangku perkuliahan.

Asten berharap anggota baru dapat menjadikan PERMASKKU sebagai rumah belajar bersama, sekaligus ruang untuk membangun kapasitas diri dan memberikan dampak bagi masyarakat.

“Teruslah belajar, cintailah rumah ini. Kita jadikan PERMASKKU sebagai rumah belajar untuk berdampak bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris PMKRI Cabang Kupang, Nofri Naisusu, mengatakan salah satu tantangan organisasi mahasiswa saat ini adalah bagaimana menjaga keberlanjutan proses kaderisasi. Menurutnya, kegiatan seperti MPAB menjadi ruang penting untuk mempertemukan mahasiswa, membangun komunikasi, serta mendiskusikan berbagai persoalan yang dihadapi organisasi dan masyarakat.

Ia berharap kaderisasi tidak berhenti pada kegiatan penerimaan anggota baru, tetapi terus dilanjutkan melalui berbagai forum pembinaan, diskusi, dan kerja bersama.

“Kita perlu merawat kaderisasi sehingga melalui forum-forum seperti ini kita bisa berdiskusi dan bekerja sama menghadapi berbagai tantangan agar kaderisasi terus berlanjut,” kata Nofri.

Mantan Ketua PERMASKKU, Yosep Fobia, yang hadir mewakili para senior, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam organisasi memberikan banyak pengalaman yang tidak selalu diperoleh dalam proses perkuliahan.

Menurut Fobia, PERMASKKU bukan hanya menjadi tempat untuk memperluas perkenalan antarmahasiswa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kupang, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan ide dan gagasan dalam mendukung pembangunan daerah.

Fobia mengatakan, pengalaman berorganisasi dapat membentuk mental, memperluas wawasan, membangun kemampuan administrasi, serta memperkuat relasi dan jaringan. Salah satunya adalah kemampuan dalam mengelola surat-menyurat dan berbagai kegiatan organisasi yang diperoleh melalui pengalaman langsung.

“Janji setia yang diucapkan jangan hanya menjadi seremonial, tetapi harus dipegang sebagai komitmen untuk terus belajar dan berkontribusi bagi daerah kita melalui PERMASKKU,” ujar Fobia.

Fobia juga mengingatkan para anggota baru agar tetap menjaga kebersamaan setelah mengucapkan janji sebagai bagian dari PERMASKKU. Menurutnya, komitmen tersebut bukan hanya kepada pengurus organisasi, tetapi juga menjadi tanggung jawab moral untuk terus belajar, membangun kebersamaan, dan memberikan kontribusi bagi Kabupaten Kupang.

 

(Simon Seffi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *