Rawat Budaya Lewat Usaha Tenun dan Kriya, Herlina Goko Rato Penuhi Kebutuhan dan Bantu Saudara Kuliah

Menggunakan brand Community Tenun Milenial, Herlina Goko Rato berusaha merawat budaya secara kreatif dengan menghasilkan sejumlah produk kriya dan tenunan bermotif khas Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berlokasi di jalan W.J. Lalamentik No. 87, tepat di samping Kantor MPM dekat Pos Polisi Eltari, Kota Kupang, usaha kreatif yang telah dimulai Herlina sejak Januari 2021 itu menghasilkan produk-produk tenunan berbagai motif, kaos kombinasi, anting-anting berbahan tenun, totebag tenun, dan beragam kerajinan lainnya yang mengangkat kekayaan budaya lokal NTT.

Kolase produk yang dihasilkan Comunity Tenun Millennial.

Di tengah rutinitasnya sebagai mahasiswa semester satu Universitas Terbuka Indonesia, Herlina berusaha membagi waktunya untuk tetap produktif dan kreatif.

Herlina kepada NTTPos.com pada akhir Juni 2025 mengungkapkan, keputusannya menekuni usaha kriya dan tenunan tidak hanya sekadar untuk mendapatkan keuntungan, tetapi sekaligus mewujudkan kerinduannya menjadi bagian dari anak muda NTT yang ikut merawat dan melestarikan budaya secara kreatif.

“Saya yakin usaha ini bisa jadi kebanggaan saya untuk masa depan, dan saya ingin jadi bagian dari anak muda NTT yang melestarikan budaya dengan cara kreatif.” ungkap Herlina.

Kolase produk yang dihasilkan Comunity Tenun Millennial.

Herlina mengakui, perjalanannya dalam mengembangkan Comunity Tenun Millennial tidak selalu mulus karena dirinya harus bergulat dengan masalah keterbatasan modal, fluktuasi pembeli, hingga proses penjualan yang masih dilakukan secara offline. Meski begitu, Herlina juga mengakui, usaha kriya dan tenun yang digelutinya secara serius itu telah memberinya penghasilan yang meskipun tidak banyak, sudah relatif cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, ungkap Herlina, keuntungan dari usahanya juga bisa digunakan untuk membantu biaya kuliah saudaranya sehingga beban orang tuanya menjadi lebih ringan.

Dengan sejumlah tantangan dalam mengembangkan Comunity Tenun Millennial, Herlina berharap dirinya bisa terus mengembangkan diri dan usahanya agar kelak berkembang menjadi lebih besar, sehingga memotivasi dan memberi kebanggaan bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi keluarga dan teman-temannya.

“Saya ingin menjadi anak muda yang memiliki usaha yang lebih besar lagi dan berkembang, yang bisa membuat bangga keluarga dan teman-teman.” harap Herlina.

Kolase produk yang dihasilkan Comunity Tenun Millennial.

Herlina mengakui, dirinya juga menaruh perhatian pada pelestarian budaya sebagai bagian dari identitas sehingga melalui produk-produk yang dibuat Comunity Tenun Millennial, Herlina berharap bisa secara kreatif ikut menjaga keberlanjutan warisan budaya khas NTT yang kaya motif dan makna.

Lewat Comunity Tenun Millennial yang terus ia kembangkan dengan sabar, Herlina juga punya mimpi yang besar. Herlina berharap, usahanya tak hanya menghasilkan keuntungan bagi dirinya sendiri, tapi suatu waktu nanti bisa berkembang dan memberi lapangan kerja bagi sejumlah teman-teman muda, sehingga Comunity Tenun Millennial bisa menjadi tempat bertumbuh bersama bagi generasi milenial yang ingin maju tanpa harus meninggalkan akar budaya.

 

(Simon Seffi)

 

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *