Penolakan terhadap pasien Nelcy Pau (47) Selasa (8/07/2025) asal Desa Hundihop Kecamatan Rote Timur mendapatkan respon dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Veky Boelan, SE.
Politisi dari Fraksi Hanura ini sangat menyesalkan sikap petugas medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba’a yang menolak pasien BPJS yang sedang berjuang melawan penyakitnya.
“Seharusnya pihak RS tidak seperti itu, pasien itu dilayani terlebih dahulu, barulah administrasi berjalan.,” ungkap Veky Boelan dengan nada tingginya saat dihubungi, Selasa (8/07/2025).
Veky anggota DPRD Komisi II yang membidangi kesehatan, juga mengungkapkan peristiwa serupa sering kali terjadi, bahkan sering juga pihak RSUD Ba’a kami tegur atas pelayanan yang diberikan.
“Kemarin baru selesai di bicarakan dan kasih warning mala berulah lagi RSUD manusia yang di layani bukan binatang jadi pake nurani untuk melayani”tukas Veky.
“Administrasi itu di taruh kemudian , tindakan dulu karena nyawa manusia tidak seharga satu lembar kertas HVS, kok tidak berubah-rubah pelayanan nakes di rote, pemerintah juga terkesan cuek-cuek bebe, dorang pikir nyawa manusia bisa di tukar dengan 1 lembar kertas HVS.” Beber Boelan
Dilansir dari SuaraNKRI.com sebelumnya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba’a tolak salah satu pasien atas nama Nelcy Pau (47) asal Desa Hundihop, Kecamatan Rote Timur Pasien rujukan dari Puskesmas Eahun, Selasa (8/07/2024).
Sebelum ditolak pasien di diagnosa Hypertensive Heard Disease (lll) setibanya di RSUD Ba’a pasien mengalami penolakan oleh Pihak RSUD bagian Poli.tanpa mendapatkan penanganan terlebih dahulu dengan berbagai alasan.
Hingga berita di publikasikan pihak RSUD Ba’a dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao belum berhasil di konfirmasi.
(Mekris Ruy)








