Songsong HUT Bhayangkara Ke-80, Polres Sabu Raijua Sukses Gelar Festival Pedoa Massal

NttPos – Sabu Raijua– Polres Sabu Raijua sukses menggelar Festival Pedoa Massal dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Napae, Seba, Kabupaten Sabu Raijua, Selasa (23/6/2026) malam.

Ketua Panitia, Jefrison Hariyanto Fernando, mengatakan bahwa
Festival Pedoa massal dalam rangka HUT bhayangkara ke 80 Tingkat Polres Sabu dengan thema Polri untuk masyarakat bertujuan untuk meningkatkan sinergitas dan kolaborasi antara polri dengan semua elemen serta masyarakat dalam membangun negeri terkhusus membangun Sabu Raijua.

Dikatakannya, Hal ini tentu sinkron dengan makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam tarian pedoa yaitu nilai persatuan, kesatuan dan gotong royong

Selain itu, kata Nando sapaan akrabnya kegiatan tersebut bertujuan melestarikan budaya Sabu, khususnya tarian Pedoa yang telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak benda (WBTB) milik Kabupaten Sabu Raijua sejak tahun 2016

“Pedoa merupakan harta budaya yang sangat berharga bagi masyarakat Sabu Raijua. Melalui kegiatan ini, kami ingin terus menjaga dan melestarikan budaya leluhur sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda,” ujarnya.

Menurut pegiat budaya Sabu Raijua itu, Festival Pedoa Massal juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan sektor pariwisata budaya. Ke depan, festival ini direncanakan menjadi agenda rutin melalui kolaborasi antara Pemerintah Daerah Polri serta komunitas lokal sehingga dapat menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Sabu Raijua.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya melalui tarian Pedoa, kegiatan ini juga ditandai dengan penyerahan 10 buku Mitologi dan budaya Sabu Raijua yang ditulis oleh Jefrison Hariyanto Fernando kepada SMP Negeri 1 Sabu Barat.

Dikatakannya, Penyerahan buku tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap pelestarian pengetahuan lokal dan warisan leluhur masyarakat Sabu Raijua. Melalui buku-buku tersebut, generasi muda diharapkan dapat mengenal akar budayanya, memahami nilai-nilai yang diwariskan para leluhur, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya daerahnya. Dengan demikian, upaya pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui pertunjukan seni, tetapi juga melalui pendidikan dan literasi budaya yang berkelanjutan.

Penulis Buku Mitologi dan budaya Sabu Raijua itu , turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, sanggar budaya SMP Negeri 1 Sabu Barat, sanggar budaya dari Kecamatan Liae, Kecamatan Hawu Mehara, Kecamatan Sabu Timur, Kecamatan Sabu Barat, serta seluruh masyarakat Sabu Raijua yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Kapolres Sabu Raijua, Paulus Naatonis menegaskan bahwa Festival Pedoa massal bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan wujud nyata pelestarian warisan leluhur yang menjadi identitas masyarakat Sabu Raijua.

“Polri menyadari bahwa menjaga keamanan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui upaya pelestarian budaya yang menjadi identitas masyarakat,” kata Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat, pemerintah daerah, para peserta, dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Festival Pedoa Massal yang melibatkan sekitar 1.000 peserta ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya daerah. Kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat rasa kebersamaan dan persatuan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan budaya Sabu Raijua kepada masyarakat yang lebih luas.

Di akhir kegiatan, mewakili Bupati Sabu Raijua, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sabu Raijua, Amos Ndolu Eo, menyampaikan apresiasi kepada Polres Sabu Raijua atas terselenggaranya Festival Pedoa Massal dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, Polri, tokoh adat, dan masyarakat dalam melestarikan budaya daerah sekaligus memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat Sabu Raijua.

“Pedoa merupakan salah satu ikon budaya Kabupaten Sabu Raijua yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya melestarikan warisan budaya leluhur, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Sabu Raijua kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.

Amos juga menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 dan berharap Polri senantiasa menjadi mitra masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, kami mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Terima kasih kepada Polri yang selama ini telah menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Semoga sinergi antara pemerintah, Polri, dan masyarakat terus terjalin demi kemajuan Kabupaten Sabu Raijua,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *