Dalam rangka menggalang dana pembangunan gedung kebaktian, GMIT (Gereja Masehi Injili di Timor) Imanuel Kukak Klasis Sulamu menggelar kegiatan bertajuk Safari Paskah Extreme Adventure 4×4 dan Trabas Fun Day selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (25–26 April 2026), di medan off-road Dusun Kukak, Desa Pariti, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang.

Kegiatan tersebut melibatkan puluhan peserta dari Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Timor Tengah Utara (TTU), dan Timor Tengah Selatan (TTS). Tercatat sebanyak 57 mobil off-road 4×4 dari 12 tim turut ambil bagian dalam ajang extreme adventure, sementara kegiatan trabas fun day diikuti oleh 38 motor trail dari 8 tim.
Sejak hari pertama, Sabtu (25/04/2026), para peserta extreme adventure 4×4 ditantang menaklukkan rute dengan medan ekstrem dalam durasi waktu tertentu. Jalur yang dilalui dipenuhi tanjakan terjal, kubangan lumpur dalam, serta lintasan licin yang menguji kemampuan teknik dan ketahanan kendaraan. Dalam beberapa titik, peserta harus menggunakan sling untuk keluar dari jebakan lumpur. Seluruh kendali kendaraan sepenuhnya berada di tangan sopir dan navigator.

Sementara itu, peserta trabas fun day juga berlomba menyusuri jalur yang telah ditentukan menggunakan motor trail, menghadapi berbagai rintangan alam yang tidak kalah menantang.
Ketua panitia kegiatan, Maygelhens Soden, S.T., kepada media ini pada Minggu (26/04/2026) sore menyampaikan, kegiatan yang mereka gelar kali ini tidak hanya bertujuan sebagai ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan rumah ibadah.

Sementara penanggung jawab kegiatan, Pdt. Aris Isay Hotty, S.Th., yang juga menjabat Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GMIT Kukak, menjelaskan bahwa setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp150.000 untuk mobil 4×4 dan Rp100.000 untuk motor trail.
“Dana yang terkumpul dari registrasi peserta ini akan diserahkan kepada panitia pembangunan untuk mendukung proses peletakan batu pertama gedung kebaktian GMIT Imanuel Kukak dalam waktu dekat,” jelas Pdt. Aris.
Ketua Klasis Sulamu, Pdt. Jeferson Bagai Hing, S.Th., menambahkan bahwa kegiatan off-road ini merupakan yang keempat kalinya diselenggarakan oleh GMIT Imanuel Kukak.

“Pada kegiatan pertama hingga ketiga, hanya melibatkan mobil 4×4. Tahun ini kita kembangkan dengan menghadirkan trabas fun day, sehingga lebih banyak komunitas yang bisa terlibat,” jelas Pdt. Jeferson.
Pdt. Jeferson juga mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sebenarnya telah dirintis sejak kepemimpinan pendeta sebelumnya, yang merupakan istri dari ketua panitia kegiatan saat ini.
Pantauan NTT Pos, kegiatan selama dua hari itu juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Heri Manu, salah satu tokoh pemuda Gereja di Desa Pariti, menyampaikan bahwa event tersebut memberi peluang ekonomi bagi warga lokal.
“Ini kegiatan yang sangat bagus karena masyarakat bisa menonton langsung, tidak hanya lewat televisi. Selain itu, UMKM juga mendapat manfaat. Anak-anak muda gereja menjual ikan, ada juga warga yang jual es dan makanan lokal. Pendapatan mereka cukup lumayan selama dua hari ini,” ungkap Heri.

Heri berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang, karena selain mempererat kebersamaan dan menambah jejaring pertemanan, juga menghadirkan peluang peningkatan pendapatan masyarakat terutama para pelaku UMKM.
(Simon Seffi)

