Senam 7 Kebiasaan Anak Hebat Berbalut Tarian Flobamora, SMAN 2 Kupang Timur Tuai Apresiasi

SMA Negeri 2 Kupang Timur menghadirkan terobosan menarik dalam kegiatan pembiasaan sekolah dengan memadukan Senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) bersama tarian tradisional khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (22/05/2026) di lapangan sekolah itu berlangsung meriah, penuh semangat, dan menuai apresiasi dari orang tua maupun Komite Sekolah yang turut hadir menyaksikan langsung.

Setelah menyelesaikan senam pagi, sekitar 500-an siswa bersama guru dan pegawai sekolah langsung bergerak bersama dalam tarian Tebe khas Malaka. Pemandangan kebersamaan begitu terasa ketika seluruh peserta saling merangkul dan menari mengikuti irama musik tradisional tanpa sekat.

Tidak terlihat perbedaan antara siswa dan guru, laki-laki maupun perempuan, senior ataupun junior. Semua larut dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan yang menjadi ciri khas budaya Flobamora. Aksi massal tersebut bahkan menjadi perhatian masyarakat sekitar karena dinilai unik, edukatif, dan sarat nilai budaya.

Sebagai miniatur masyarakat NTT yang kaya keberagaman, SMA Negeri 2 Kupang Timur berkomitmen mengangkat berbagai tarian tradisional daerah secara bergantian seperti Tebe Malaka, Lego-Lego Alor, Pedoa Sabu, Jai Bajawa, hingga Gawi Ende sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.

Kepala SMA Negeri 2 Kupang Timur, Yulius Bera Tenawahang, S.Fil., M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya sekolah menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus membentuk karakter siswa agar tetap bangga dengan identitas budaya NTT di tengah perkembangan zaman modern.

“Kegiatan ini bukan sekadar menari, tetapi menjadi sarana pendidikan karakter, kebersamaan, disiplin, serta cara sekolah menjaga budaya Flobamora agar tetap hidup dan dicintai generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Handrianus J.H. Jami, S.Pd., M.Ling., menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki dampak positif terhadap hubungan sosial antarsiswa dan iklim sekolah secara keseluruhan.

“Ketika menari bersama, semua sekat hilang. Anak-anak belajar saling menghargai, bergembira bersama, dan mencintai budaya sendiri. Ini bisa menjadi program unggulan sekolah sekaligus investasi budaya bagi generasi muda NTT,” katanya.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Ketua Komite SMA Negeri 2 Kupang Timur, Eduward Tabais. Menurutnya, program tersebut sangat positif karena membuat siswa lebih mengenal budaya daerah sendiri.

“Ini seru dan kami sangat senang karena budaya kita dipelajari di sekolah. Anak-anak jangan hanya mengenal budaya Barat lalu tidak bangga dengan budaya sendiri. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk membangun kecintaan terhadap budaya NTT,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komite, Bonifasius Ximenes. Ia menilai kegiatan tarian bersama dapat membantu membangun hubungan yang harmonis antarsiswa.

“Ini berdampak baik untuk mengurangi konflik antarsiswa karena mereka terbiasa saling merangkul, bergembira, dan bergerak bersama dalam berbagai tarian tradisional,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 2 Kupang Timur tidak hanya membangun kebiasaan hidup sehat melalui senam, tetapi juga menghadirkan ruang pelestarian budaya, memperkuat persaudaraan, serta menanamkan rasa bangga menjadi bagian dari Flobamora.

 

(Tim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar