NTTPos – Sabu Raijua– Dalam memperingati Hari Pahlawan 10 Nopember 2026, yayasan Generasi Peduli Sarai (GPS) Sabu Raijua, akan melaksanakan malam perenungan dan kegiatan Seni Budaya di Makam Pahlawan Perintis Kemerdekaan Bangngu Ludji He atau Julian Hendrik di Desa Eimau, Kecamatan Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua, Propinsi Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan yang didukung oleh Yayasan sheep Indonesia, GAMKI Sabu Raijua, ecology Rai Hawu, Komunitas IMAN, Pengajar Muda Indonesia Mengajar dan TBM AMIN tersebut akan digelar pada tanggal 10 November 2026 mulai pukul 17:00 WITA sampai selesai serta terbuka untuk umum.
Demikian dikatakan oleh Ketua Yayasan GPS, Jefrison Hariyanto Fernando kepada media ini usai rapat panitia pemantapan, Rabu (04/11/2026) malam di Sekretariat Komunitas IMAN .
Menurut pria yang akrab disapa Nando itu, perenungan hari pahlawan di makam Julian Hendrik telah dilakukan sejak 2016. Hal itu untuk mengenang perjuangan pahlawan pendahulu yang telah gugur.
“Julian Hendrik ini, salah satu yang memimpin pemberontakan di atas Kapal Perang Belanda De Zeven Provincien atau Kapal 7 pada tangga 10 Februari 1933 yang ditangkap dan dipenjara oleh Belanda,”katanya.
Dikatakan, hasil penelusuran sejarawan Indonesia, Peter Apolonius Rohi menemukan dalam arsip nasional yang bertuliskan dalam bahasa Belanda, Julian adalah orang pertama yang tatkala berusia 24 tahun, pada 3 Februari 1933 mengajak teman – teman marine kru kapal perang De Zeven Provincien atau kapal untuk merebut kapal milik penjajah itu.
“Revolusi sekarang juga!”, ajaknya pada teman2nya dalam sebauh pertemuan di Gedung bioskop Ulele, Kutaradja (kini Banda Aceh).
Salah satu rekan perjuangannya adalah Martijn Pa Radja yang gugur saat pemberontakan telah diabadikan pada nama jalan di Kota Kupang.
Aksi perebutan kapal itu membuat Gubernur General Belanda De Jonge memerintahkan pesawat terbang Dornier membom kapal perangnya sendiri.
Bom seberat 50 kg yang jatuh di atas geladak menewaskan Martijn Paradja, Gossal, Rumambi serta 23 prajurit marine, sedang Julian Hendrik dan Jermias Kawilarang bersama lbih seratus teman – temannya ditangkap dan dipenjarakan di penjara militer di Sukolilo, Madura.
Itulah sebabnya, Kata Nando, pada tahun 1978 Menteri Sosial Republik Indonesia, Soeparjo telah memberikan gelar Perintis Kemerdekaan pada para awak Kapal Tujuh (De Zeven Provincien)
“Kita kenang Julian Hendrik, pahlawan perintis kemerdekaan yang berjiwa nasionalis yang membela Indonesia sebelum merdeka. Dia pahlawan kita, sebagaimana Menteri Sosial Soepardjo tahun 1978 telah menganugerahi gelar pahlawan atas perjuangannya yang menggemparkan dunia” ungkapnya
Lebih lanjut, menurutnya, Perjuangan Julian menyisahkan nilai-nilai kejujuran, keteladanan dan nasionalis bagi keluarga dan rakyat Kabupaten Sabu Raijua (Sarai), rakyat Indonesia serta generasi masa kini.
Sementara ketua Panitia Kegiatan, Penihas Wila Huki mengatakan bahwa ada berbagai kegiatan yang akan dilakukan saat malam Perenungan berupa tarian kreasi, Puisi, pembacaan riwayat hidup singkat Julian Hendrik atau Bangngu Ludji He , Pedoa Massal serta aksi sosial kepada puluhan anak yatim piatu.
“Malam Perenungan tahun ini kita akan gelar berbagai macam kegiatan misalnya tarian kreasi,, puisi, pedoa massal dan pemberian bantuan bagi puluhan anak yatim piatu” kata Ama Wila , didampingi sekertaris panitia, Yola Ninda Sehnur
Ia berterima kepada semua pihak yang telah berkontribusi mendukung kegiatan tersebut.
“Panitia tentu menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini” pungkasnya

