Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) yang direncanakan berdiri di atas lahan seluas 13.870 hekto are di Kabupaten Rote Ndao didukung anggaran sebesar Rp2 triliun dari Pemerintah Pusat. K-SIGN diproyeksikan mampu memproduksi 2,6 juta ton garam per tahun dengan nilai ekonomi mencapai Rp2,6 triliun, serta berpotensi menyerap hingga 50.000 tenaga kerja.
Besarnya potensi tersebut yang menjadi latar belakang mengapa momen kick-off K-SIGN begitu sarat makna bagi Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk dan seluruh masyarakat Rote Ndao.
Melansir Rool News.ID., di tengah seremoni kick-off pembangunan K-SIGN di Rote Ndao pada Selasa (3/6/2025), Bupati Paulus tampak berjuang menahan keharuannya. Dengan suara yang sesekali tercekat oleh emosi, ia mengungkapkan rasa syukur mendalam, memaknai momen tersebut, seraya mengucapkan terima kasih yang tulus.
Momen tersebut ia maknai sebagai pengakuan besar dan bukti nyata bahwa Kabupaten Rote Ndao kini mendapat perhatian signifikan dari pemerintah pusat.
Bupati Paulus tentu menyadari, pembangunan K-SIGN bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang prospek peluang kerja dan harapan besar bagi masyarakat Rote Ndao.
“Saya atas nama masyarakat Rote Ndao mengucapkan terima kasih,” ungkapnya tulus seperti mewakili keharuan seluruh warga Rote Ndao.
Rasa terima kasih yang tulus ia sampaikan kepada berbagai pihak yang dianggapnya sebagai pilar penting terwujudnya proyek strategis ini.
“Saya atas nama pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan rakyat Rote Ndao mengucapkan terima kasih banyak kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto dengan kebijakan, dengan goodwill yang luar biasa untuk melakukan swasembada garam nasional.” ujar Bupati Henuk.
Apresiasi tinggi juga dialamatkan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP), Sakti Wahyu Trenggono beserta seluruh jajarannya atas “gerakan cepat” dalam mengeksekusi rencana pembangunan K-SIGN.
Selain itu Peran sentral Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, juga tak luput dari pujian.
“Terima kasih juga kepada Pak Gubernur. Luar biasa Pak Menteri, untuk pertama kalinya NTT punya gubernur yang luar biasa yang boleh dan bisa menggerakkan kami seluruh bupati walikota se-NTT untuk bisa roadshow di lebih kurang 25 kementerian lembaga di pusat.” ungkap Bupati Henuk, mengakui dampak kepemimpinan dan inisiatif Gubernur dalam membuka jalan bagi proyek pembangunan K-SIGN.
(TIM)

