Kuasa hukum Asosiasi Angkutan Wisata Darat (AWSTAR) Labuan Bajo, Sintus Jemali, akhirnya angkat bicara terkait insiden yang melibatkan pihaknya dengan mitra pengemudi ojek online Grab.
Pernyataan itu disampaikan usai mendampingi kliennya memenuhi panggilan klarifikasi di Polres Manggarai Barat, Rabu (22/4/2026).
Sintus menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukanlah kasus penganiayaan sebagaimana ramai diberitakan di media sosial.
“Terkait isu penganiayaan yang beredar, itu kami bantah keras. Tidak terjadi penganiayaan,” ujar Sintus.
Menurutnya, insiden tersebut murni dipicu oleh kesalahpahaman terkait aturan pembatasan zonasi antara angkutan wisata dan ojek online di kawasan tertentu.
“Yang terjadi adalah perdebatan akibat salah paham soal pembatasan zonasi, bukan tindakan kekerasan,” tegasnya.
Kehadiran pihak AWSTAR di Polres Manggarai Barat, lanjutnya, merupakan bentuk kooperatif dalam memenuhi undangan klarifikasi dari penyidik atas laporan yang diajukan oleh seorang mitra Grab terkait peristiwa yang terjadi pada 13 April 2026.
“Kami hadir memenuhi undangan klarifikasi. Klien kami sangat kooperatif, bahkan datang lebih awal dari jadwal pemeriksaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihak AWSTAR menyayangkan langkah pelapor yang langsung menempuh jalur hukum pidana. Menurut Sintus, persoalan tersebut sejatinya masih dapat diselesaikan melalui pendekatan kekeluargaan.
“Kami sangat menyayangkan karena sebenarnya masih ada ruang untuk penyelesaian melalui restorative justice,” ungkapnya.
Ia pun berharap kedua belah pihak dapat duduk bersama untuk mencari solusi dan mencapai kesepakatan damai.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan kronologi kejadian, peristiwa bermula saat korban menerima pesanan untuk menjemput wisatawan di area bandara. Namun, sesuai aturan yang berlaku, penjemputan oleh ojek online tidak diperkenankan dilakukan di titik tertentu di sekitar bandara.
Korban kemudian mengarahkan penumpang untuk bertemu di lokasi lain yang lebih jauh dari pintu keluar bandara.
Korban kemudian mengarahkan penumpang untuk bertemu di lokasi lain yang lebih jauh dari pintu keluar bandara.
Setibanya di lokasi tersebut, korban didatangi oleh sekelompok orang yang membentaknya dan meminta penumpang turun dari sepeda motor. Situasi kemudian memanas dan diduga terjadi tindakan kekerasan.
(Hans Sahagun)

