ASN BIMAS Katolik Kabupaten Kupang Aksi Natal di Stasi Batakte

Plt. Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kupang, Blasius Ndajan, S.Fil bersama 35 ASN Seksi BIMAS Katolik, melakukan Aksi Natal di Stasi Santa Maria Fatima Batakte, Kupang Barat.

Kegiatan dilakukan pada Jumat (12/12/2025) dalam rangka menyambut perayaan Natal 2025 yang akan datang.

Rombongan diterima pastor Co-Paroki Stasi Santa Maria Fatima Batakte, RD. Marselinus Soge, didampingi ketua  Dewan Pastoral Stasi (DPS) Robertus Seke dan penasehat DPS Rofinus Kolo Sada.

Bentuk Aksi Natal kali ini berupa sumbangan material semen dan pasir takari untuk  menyokong pembangunan gereja yang sedang dilakukan umat di Stasi Batakte.

Dari kanan Romo Cello (berdiri) bersama bpk. Blasius Ndajan, S.Fil, pak Gerard (ketua Seksi Bimas Katolik dan pak Kris (pengawas guru agama Katolik).

Atas nama pastor paroki Santo Gregorius Agung Oeleta, bersama seluruh umat Stasi dan umat paroki santo Gregorius Agung, serta panitia  pembangunan, Romo Cello, demikian biasa disapa,  mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para ASN dari kementrian Agama Kabupaten Kupang, khususnya seksi BIMAS Katolik.

“Inilah keadaan kami, yang sederhana. Kami bersyukur atas aksi nyata lewat perbuatan kasih. Bukan hanya dengan amplop seperti biasanya. Salah satunya adalah dengan perbuatan seperti ini (sumbangan material semen dan pasir).” ujar Romo dengan nada syukur.

Dikatakan Romo, aksi nyata lahir dari hati yang mau berbuat baik.  “Terima kasih kepada para pegawai dari kementrian Agama. Semoga Tuhan memberkati keluarga dan rutinitas pekerjaan bapak ibu setiap hari”.

Lebih lanjut Romo Cello secara terbuka mengatakan bahwa dana untuk rencana pembuatan ring balok (penyanggah atap) masih kurang.

Sumbangan material semen dan pasir ini, ungkap Romo, sangat membantu umat. Ia juga sepintas memberikan gambaran tentang jumlah umat Stasi yakni terdapat 85 kepala keluarga dengan jumlah  390 jiwa. Ada 4 Kelompok Umat Basis yang tersebar di sejumlah desa kelurahan di Kupang Barat.

“Dengan niat dan tekad yang sama, kami mau membangun rumah Tuhan walau dalam keterbatasan kami.” tekan Romo.

Kepada Plt. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kupang, Romo Celo menyampaikan juga tentang ketiadaan guru agama untuk siswa Katolik di SD GMIT Oematnunu dan SMA Negeri 1 Kupang Barat. Khusus SMA Negeri 1 Kupang Barat, saat ini Pelajaran agama Katolik diajar oleh  Maria Magdalena yang nota bene adalah seorang guru Kimia. Sedangkan SDN Batakte selama satu tahun lebih ketiadaan guru agama katolik, kini telah ditangani oleh Valensia Ida, guru honorer komite.

Kepala Seksi BIMAS Katolik, Gerard, ketika memandu perjumpaan dalam aksi nyata ini mengatakan, negara dalam hal ini Kementrian Agama belum sanggup mengkover kebutuhan umat.

“Kami pakai aksi nyata ini (sumbangan material semen dan pasir) sebagai bagian dari pelayanan kami.” ungkap Gerard.

Hal menarik di sela kegiatan, ternyata di antara ASN yang hadir, salah satunya adalah guru agamanya Romo Cello ketika SMP  yang biasa dipanggil pak Ben. Saat ini beliau adalah salah satu Pengawas guru agama katolik di Kabupaten Kupang.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kupang, Blasius Ndajan, S.Fil. mengungkapkan rasa bangganya pada aksi natal ASN Katolik  yang diprakarsai oleh Gerard.

“Saya bergabung di Kementrian Agama kabupaten Kupang sudah dua tahun. Saya bangga sekali dengan aksi nyata yang dibuat teman-teman.” ungkap Blasius.

Dikisahkan Blasius, pada saat tertentu pihaknya sepakat untuk membuat aksi di tempat yang sudah dipilih oleh teman-teman sebagai aksi bersama mereka untuk disalurkan kepada orang yang membutuhkan.

Plt. Kepala Kantor Kementrian Agama Kab. Kupang Blasius Ndajan, S.Fil (berdiri) saat menyampaikan sambutan.

“Kami berharap bantuan ini sedikit meringankan pergumulan Romo, umat dan  program DPP di tempat ini.” harap Blasius.

Dengan nada guyon, Blasius mengatakan, pada setiap ibadat hari Senin pagi kolektenya naik, karena tidak ada pegawai  honorer lagi. Sebab, yang honorer sebelumnya semua sudah diangkat menjadi pegawai  PPPK, yang artinya kesejahateraan sudah meningkat.

Mengakhiri kata hatinya, Blasius kembali mengucapkan terima kasih kepada kepala seksi BIMAS Katolik yang telah berisinisiatif melakukan kegiatan aksi natal.

“Saya mewakili Kantor  Kementrian  berterima  kasih kepada seksi BIMAS  Katolik yang menginisiasi kegiatan ini. Terima kasih juga atas sambutan dari pengurus Stasi, dengan suka cita menerima kami untuk menikmati kegembiraan menjelang Natal. Semoga Natal ini menceriakan  kita semua. Ia pun berharap aksi ini juga membuka peluang baginya dan teman-teman untuk merayakan Natal atau Paskah di luar paroki masing-masing. “Mudah mudahan Paskah atau Natal  saya dan teman teman bisa mersakan Paskah atau Natal di sini atau luar dari paroki kita”. ungkap Blasius mengakhiri perjumpaan aksi nyata Natal di Stasi Santa maria Fatima Batakte, Kupang Barat.

 

(Amatus Bhela)

 

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *