Bertanding di GOR Tastrura Praya, Lombok Tengah pada 26–27 Juli 2025, atlet NTT yakni Yohanes Dawi yang turun di kelas Under 65 Kg tampil gemilang dan berhasil menyumbangkan medali emas pertama untuk kontingen NTT di Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII NTB.
Dari 11 provinsi yang mengikuti pertandingan tarung bebas di FORNAS VIII NTB 2025, NTT menempati urutan keenam meski hanya mengirim 1 atlet.
Keikutsertaan NTT dalam cabang olahraga tarung bebas ini menjadi bukti nyata bahwa potensi atlet dari bumi Nusa Cendana diperhitungkan di kancah nasional.
Menurut Gideon E.Ndaumanu, M.Or-AIFO-P, selaku Manager Tim sekaligus Sekretaris Umum TBI NTT, FORNAS merupakan ajang strategis untuk meningkatkan jam terbang atlet-atlet muda.

“Ajang ini merupakan ajang bergengsi yang diselengarakan KORMI NASIONAL 2 tahun sekali untuk cabor TBI sehingga kami berusaha untuk mengharumkan NTT di Nasional lewat cabor TBI 1 emas dengan membawa 1 atlet.” ungkap Gideon kepada NTT Pos pada Senin (28/07/2025) lalu.
Gideon menyampaikan, perolehan medali emas tersebut merupakan hasil yang sanggat membanggakan ketika petarung NTT, Yohanes Dawi di penyisihan mendapat bye dan kemudian berhasil menumbangkan lawannya yang berasal dari Jawa Timur pada saat semi final, dan mengalahkan lawan lainnya dari Sulawesi Utara pada saat final.
Gideon menegaskan, kemajuan suatu daerah tidak hanya dilihat dari aspek ekonomi atau infrastruktur, tetapi juga dari perkembangan olahraga karena majunya olahraga di suatu daerah mencerminkan tingkat kesehatan, kesejahteraan, dan semangat juang masyarakatnya.
Sementara itu, Dr. Frans Sales S.Pd.,M.M., Ketua Umum Tarung Bebas Indonesia Provinsi NTT juga menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diperoleh atlet NTT.
“Semoga TBI NTT dapat menjadi wadah bagi generasi muda dalam menyalurkan bakat dan minatnya. Kami juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat NTT, khususnya kepada bapak gubernur, ketua KORMIDA NTT BapaK Chris Mboeik yang sudah mensuport penuh kami cabor TBI provinsi NTT.” ungkap Frans.
Frans juga menekankan pentingnya pembinaan atlet lokal sebagai investasi jangka panjang.
“NTT memiliki sumber daya manusia yang kuat secara alami. Tugas kita adalah memaksimalkan potensi ini, minimal untuk masa depan adik-adik kita, baik di dunia olahraga maupun dunia kerja nantinya.” tegas Frans.
(Benyamin Banoe)








