Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menggelar diskusi publik bertajuk “Koperasi Merah Putih: Solusi atau Ilusi?” pada Selasa, 28 April 2026. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran gagasan dan pemikiran kritis mahasiswa dalam memahami kehadiran koperasi Merah Putih.
Diskusi tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Eusabius Separera Niron. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya forum akademik sebagai ruang lahirnya pemikiran yang kritis dan progresif.
“Tema diskusi ini bukan hanya wacana akademik, tetapi juga upaya membangun pemahaman kritis dan progresif. Koperasi bukan sekadar institusi ekonomi, melainkan juga wadah penyaluran bantuan bagi masyarakat,” ujarnya.


Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, yakni Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., akademisi Ilmu Pemerintahan Emanuel Kosat, S.IP., M.IP., serta Direktur Bengkel APpek, Vinsensius Buraeni, S.Sos. Ketiganya memaparkan pandangan yang beragam terkait peran dan eksistensi koperasi Merah Putih.
Suasana diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dari peserta, yang sebagian besar ditujukan kepada Kepala Dinas Koperasi dan UKM. Pertanyaan-pertanyaan tersebut menyoroti manfaat serta urgensi kehadiran koperasi Merah Putih di tengah masyarakat.
Ketua BEM Ilmu Pemerintahan, Arieltry Y.S Tafuly, berharap kegiatan ini mampu menjadi ruang pengembangan intelektual mahasiswa.
“Saya berharap forum ini menjadi sarana bertukar pikiran, gagasan, dan pendapat, sekaligus meningkatkan kualitas pemikiran mahasiswa,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin kritis dalam menilai dan memahami berbagai kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan sektor koperasi.
(Hans Sahagun)

