Berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rote Ndao Melalui Seksi Pendidikan Kristen Menggelar Kegiatan Penyusunan Modul Ajar Pendidikan Agama dan Keagamaan Kristen Dengan Pendekatan Deep Learning Berbasis Artificial Intelegencia (AI) Tingkat Kabupaten Rote Ndao Tahun 2025 pada Kamis, (31/07/2025).
Kegiatan ini di ikuti oleh para guru Pendidikan Agama Kristen tingkat SD, SMP, SMA, SMK dan SMTK sebanyak 172 orang yang nantinya akan di laksanakan selama 6 (enam) hari terhitung tanggal 31/07/2025 hingga 08/08/2025 dengan berlokasi di aula Kantor Kemenag Kab. Rote Ndao dan Sekolah – Sekolah yang berada di Kecamatan – Kecamatan.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu membawa peserta didik untuk mencapai kompetensi esensial yang mendalam sehingga mampu menghadapi tantangan zaman.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Rote Ndao Marthen L. Nenobais didampingi Kepala Sub Bagian Tata Usaha Nakir Kolloh dan Kepala Seksi Pendidikan Kristen Albert E. Pethan dalam sambutan pembukaannya mengatakan bahwa Perkembangan teknologi saat ini, khususnya dalam hal Artificial Intelegencia telah membawa perubahan besar dalam dunia Pendidikan, Kemajuan ini tidak dapat dihindari karena telah menjadi bagian dari kehidupan manusia termasuk di dalam dunia Pendidikan.
“Bapak dan ibu sekalian, Artificial Intelegencia atau AI ini bukan hanya menjadi alat bantu namun juga menjadi mitra strategis dalam mengembangkan pembelajaran yang efektif, adaptif dan berbasis data,” ungkap Kakan Kemenag Rote Ndao.
Lebih lanjut, Kakan Kemenag Rote Ndao mengatakan bahwa melalui kegiatan ini kita berupaya merancang modul ajar yang tidak hanya memanfaatkan AI sebagai teknologi tetapi juga menanamkan cara berpikir yang mendalam (Deep Learning) kepada peserta didik.
Kemudian Kakan Kemenag Rote Ndao menyampaikan bahwa selain itu di Kementerian Agama lagi menggodok satu kurikulum baru yaitu Kurikulum Berbasis Cinta, Kurikulum ini adalah sebuah kurikulum yang dirancang dengan menitikberatkan pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, serta perhatian mendalam terhadap aspek sosial dan emosional dalam pendidikan.
“Bapak dan Ibu, Saya kemarin baru dapat satu panduan dari Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI dimana dalam surat itu dilengkapi oleh panduannya yang akan digunakan oleh Bapak Ibu Guru di Madrasah – Madrasah, Kita yang Kristen, Katolik, Hindu dan Budha pasti akan kesana,”ungkap Kakan Kemenag Rote Ndao.
Selain itu, Kakan Kemenag Rote Ndao menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan dapat menyusun suatu modul ajar untuk:
1. Memadukan teknologi AI dengan pendekatan Pembelajaran mendalam (Deep Learning)
2. Mengintegrasikan nilai -nilai Kristen dalam setiap proses Pembelajaran
3. Mendorong peserta didik berpikir kreatif dan berkarakter Kristus
4. Menjadikan pembelajaran agama Kristen yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan esensi Iman.
Sementara itu, diakhir sambutannya Kakan Kemenag Rote Ndao mengajak seluruh Peserta agar dapat berperan aktif dalam mengikuti kegiatan ini, saling berbagi pengetahuan, serta menghasilkan modul ajar yang aplikatif, kreatif dan berday guna sehingga modul ajar yang dihasilkan tidak hanya canggih secara teknologi tetapi juga membawa tranformasi Iman bagi Peserta Didik dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di lingkungan dimana kita berada.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pengawas Pendidikan Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kab. Rote Ndao Marselina J. M. Tauk, Praktisi Pendidikan Kristen Helmi Y. Lango, dan Peserta Guru Pendidikan Agama Kristen.
(Mekris/Tim)








