Pemkab Belu Komitmen Dukung Program Pendidikan Guru Penggerak

ATAMBUA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu berkomitmen untuk mendukung Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi pendidikan di Kabupaten Belu.

Hal ini dikatakan Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus saat menghadiri Lokakarya 7 PPGP angkatan 8 tahun 2023 yang diikuti 19 Guru Penggerak dari jenjang SD, SMP dan SMA/SMK se-Kabupaten Belu, di Aula Gedung Wanita Betelelenok Atambua, Sabtu (2/12/2023).

Bupati Taolin Agustinus menyampaikan, program guru penggerak mampu menciptakan pemimpin pembelajaran yang dapat mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif, proaktif serta mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada murid.

Karena itu, ia mengajak guru-guru di Kabupaten Belu yang memenuhi syarat untuk memajukan pendidikan di Indonesia dengan menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid dan menggerakan ekosistem pendidikan yang lebih baik melalui program guru penggerak.

Menurutnya, guru penggerak ke depan diberikan ruang dan prioritas untuk menjadi kepala sekolah dan pengawas sekolah sehingga pemimpin-pemimpin sekolah generasi berikutnya adalah pemimpin yang benar-benar berkualitas karena telah melewati pendidikan guru penggerak.

Bupati Taolin Agustinus juga menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Belu siap mengangkat guru penggerak yang telah memenuhi syarat dan sesuai regulasi untuk menjadi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah.

Sementara itu, Analis Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) pada Balai Guru Penggerak Provinsi NTT, Kristiana Tnunay menjelaskan, program PPGP merupakan program unggulan atau program prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang bertujuan untuk menyiapkan pemimpin pembelajaran yang mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada murid.

PPGP, jelas Kristiana, adalah program yang memberi kesempatan pada guru untuk mengikuti pendidikan selama 6 bulan dengan pola hybrid (daring dan luring) yang pembelajaran daringnya melalui LMS dan diakhir bulan ada kegiatan luring berupa kegiatan lokakarya dan pendampingan individu.

Dijelaskan pula, dalam pendidikan selama 6 bulan, para guru mempelajari materi dengan alur MERDEKA: mulai dari diri, eksplorasi konsep, ruang kolaborasi, demonstrasi kontekstual, elaborasi pemahaman, koneksi antar materi dan aksi nyata.

Kristiana juga menyampaikan, Program Pendidikan Guru Penggerak sangat luar biasa manfaatnya. Salah satunya, contoh Kristiana, guru-guru semakin paham akan penggunaan teknologi atau IT karena dalam pendidikan guru penggerak mereka dituntut harus mampu membuat portofolio digital yang mengharuskan mereka belajar banyak hal mulai dari belajar aplikasi seperti canva, bagaimana mengedit foto atau video dengan baik, dan keterampilan lainnya.

(ans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *