Perhimpunan Mahasiswa Manggarai Barat (PERMMABAR) Kupang periode 2025/2026 menggelar Pekan Orientasi Fungsionaris pada Minggu, 26 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi agenda awal konsolidasi internal organisasi dalam membangun fondasi kepengurusan yang solid, terarah, dan berkelanjutan.
Mengusung tema “Kolektif dalam Gerakan, Kuat dalam Fungsionaris”, orientasi ini menegaskan pentingnya kerja bersama yang terorganisir serta kesadaran kolektif sebagai prasyarat utama keberlanjutan gerakan mahasiswa yang progresif dan bertanggung jawab.
Dalam open speech, Ketua Umum PERMMABAR Kupang, Gregorius Jehandu, menegaskan bahwa Pekan Orientasi Fungsionaris bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang pembentukan kesadaran kolektif dalam tubuh organisasi. Menurutnya, setiap arah dan keputusan gerakan PERMMABAR harus berpijak pada kepentingan bersama, bukan kepentingan personal maupun kelompok tertentu.
Ia menekankan bahwa kolektivitas hanya dapat terwujud apabila ditopang oleh fungsionaris yang memahami peran, tugas pokok, dan fungsi (tupoksi) secara utuh, serta memiliki komitmen etis dalam menjalankan roda organisasi secara profesional dan bertanggung jawab.
“Kolektivitas adalah roh pergerakan, sementara kekuatan fungsionaris merupakan fondasi utama organisasi,” tegas Gregorius
Kegiatan ini diikuti oleh 20 fungsionaris PERMMABAR Kupang dan menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang yang berbeda.
Narasumber pertama, Yuvensius Tukung, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah NTT, membawakan materi tentang kepemimpinan dan manajemen organisasi. Dalam pemaparannya, yang juga dipertegas oleh Ernestus Holivil, Dosen FISIP Universitas Nusa Cendana (Undana), disampaikan bahwa setiap orang dapat menjadi pemimpin, namun tidak semua memiliki jiwa kepemimpinan. Oleh karena itu, kepemimpinan menuntut sikap partisipatif, kemampuan komunikasi yang baik, serta kecakapan dalam mengelola organisasi secara efektif dan berkelanjutan.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Febrianto Bintara, yang mengulas dasar-dasar pergerakan mahasiswa. Ia menekankan posisi strategis mahasiswa sebagai agen perubahan, sekaligus pentingnya membangun kesadaran kritis, keberpihakan pada rakyat, dan konsistensi dalam perjuangan sosial.
Sementara itu, Ernestus Holivil sebagai narasumber ketiga membawakan materi mengenai dinamika politik. Ia mengulas perkembangan politik kontemporer serta relevansinya dengan gerakan mahasiswa, seraya mendorong fungsionaris PERMMABAR Kupang untuk mampu membaca realitas politik secara kritis, kontekstual, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Melalui Pekan Orientasi Fungsionaris ini, PERMMABAR Kupang menegaskan komitmennya dalam membangun organisasi yang solid secara internal, kuat secara struktur, dan progresif dalam gerakan. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya fungsionaris yang tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga matang secara ideologis dan etis dalam memperjuangkan kepentingan bersama.
(Hans Sahagun)








