Dalam rangka menyongsong Hari ulang tahun (HUT) ke-11 Yayasan Generasi Peduli Sabu Raijua atau GPS pada 2 juni 2026 , yayasan yang bergerak di bidang sosial, pendidikan dan kebudayaan itu akan menyelenggarakan kegiatan pelatihan menulis cerita rakyat dan pelatihan seni teater.
Pelatihan menulis cerita rakyat akan digelar pada tanggal 1-3 mei 2026, sementara pelatihan seni teater akan berlangsung pada tanggal 9-11 Mei 2026 mendatang.
Demikian dikatakan oleh Ketua Yayasan GPS, Jefrison Hariyanto Fernando kepada awak media di kantor sekretariat Yayasan GPS, jln. Pelabuhan Seba, kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Propinsi Nusa Tenggara Timur, jumat (25/04/2026).
Menurut Nando, sapaan akrab Fernando, kegiatan pelatihan menulis cerita rakyat bertujuan untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal seperti cerita rakyat yang telah turun temurun diwariskan oleh nenek moyang orang Sabu Raijua.
“Kegiatan pelatihan menulis cerita rakyat dan pelatihan seni teater ini bertujuan menjaga warisan leluhur kita orang Sabu Raijua khususnya cerita rakyat” ujarnya
Sedangkan, kegiatan pelatihan seni teater, menurut pegiat Budaya Sabu Raijua itu mempunyai tujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan komunikasi seperti Public speaking , improvisasi , serta kreatifitas generasi muda Sabu Raijua.
Dikatakannya, yang akan menjadi peserta kegiatan pelatihan menulis cerita rakyat akan difokuskan pada siswa/wi SMA/SMK yang ada di kabupaten Sabu Raijua, sedangkan untuk kegiatan pelatihan seni teater akan difokuskan pada anak-anak sanggar Binaan Yayasan GPS.
“Pelatihan menulis cerita rakyat ini untuk adik-adik SMA/SMK , sedangkan pelatihan seni teater untuk anak-anak disanggar binaan Yayasan kami ” katanya
Lebih lanjut, penulis Buku Mitologi dan budaya Sabu Raijua itu menyampaikan bahwa dua kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dengan yayasan Generasi Peduli Sabu Raijua atau GPS serta di Dukung oleh Pemda Sabu Raijua.
Dijelaskannya, setelah melakukan pelatihan menulis cerita rakyat dan pelatihan seni teater, kegiatan akan berlanjut dengan Festival seni, Literasi Budaya dan Pemeran pangan Lokal yang akan digelar pada tanggal 20-22 Juli 2026 mendatang.
“Setelah kegiatan pelatihan menulis cerita rakyat dan pelatihan seni teater, semua peserta akan tampil nanti pada kegiatan Akbar yaitu Festival seni, Literasi Budaya dan Pemeran pangan Lokal di bulan juli” kata Nando didampingi pengurus Yayasan GPS
Terpisah, Ida Kale Dipa , Ketua sanggar seni teater,seni musik dan seni tari ‘Anak Legenda ” kepada media ini menyampaikan terimakasih kepada Yayasan GPS yang telah memberikan kesempatan kepada anak binaannya untuk mengikuti dua kegiatan tersebut.
“Ini kali pertama di Sabu Raijua, dan kami diberikan kesempatan sebagai peserta dari kegiatan ini, ini tentu kesempatan emas yang kami dapatkan, terimakasih kepada Yayasan GPS yang telah menginisiasi kegiatan seperti ini” ujar Ida
Sementara, Mone Ama wilayah adat Seba, Leba Alu, menilai bahwa kegiatan pelatihan menulis cerita rakyat dan pelatihan seni teater yang akan digelar oleh Yayasan GPS merupakan kegiatan yang luar biasa untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal Sabu Raijua.
Menurut pria yang akrab disapa mamedo itu, budaya Sabu Raijua secara turun temurun lebih dikenal dengan budaya tutur sehingga jika tidak ditulis maka beberapa budaya Sabu Raijua seperti cerita rakyat akan punah .
” Ini kegiatan yang luar biasa, karena dengan pelatihan menulis, kita bisa melestarikan dan mendokumentasikan budaya Sabu seperti cerita rakyat melalui tulisan. Kita secara turun temurun melestarikan budaya seperti cerita rakyat ini lewat budaya tutur dan kalau tidak ada yang menulis maka seiring berjalannya waktu budaya tutur akan ditingkatkan oleh generasi muda Sabu Raijua kedepan” ujarnya
Sebagai Tokoh Adat Sabu Raijua, dirinya berharap kegiatan seperti pelatihan menulis cerita rakyat dan pelatihan seni teater terus berlanjut sehingga memberikan kesempatan dan peluang bagi generasi muda Sabu Raijua untuk mengasah kemampuan menulis , menari serta berakting lewat teater maupun monolog.
“Saya berharap kegiatan seperti ini berlanjut sehingga adik-adik generasi muda bisa mengasah kemampuan menulis, menari bahkan berakting lewat kegiatan ini” pungkasnya

