Sekolah Rakyat Menengah Pertama 20 Kabupaten Kupang yang berlokasi di Sentra Efata Kupang, Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT sudah siap memulai kegiatan pembelajaran pada Juli 2025 ini. Seratus anak yang telah melalui proses seleksi dan ditetapkan oleh Bupati Kupang menjadi peserta didik angkatan pertama. Mereka akan dibagi ke dalam empat rombongan belajar pada jenjang setara SMP.
Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama 20 Kabupaten Kupang, Felipina Agustina Kale, S.Pd., M.Pd. menyampaikan kepada NTTPos.com pada Selasa (1/7/2025) bahwa sekolah rakyat hadir sebagai bagian dari program pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan melalui pendidikan yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan zaman dan tantangan dunia kerja bagi banyak anak bangsa yang hari ini masih rentan secara sosial dan ekonomi.
Felipina menyampaikan, berkaitan dengan agenda pemerintah untuk memberdayakan anak-anak yang berasal dari keluarga rentan, proses pendidikan pada sekolah rakyat dapat disebut sebagai jembatan keluar dari kemiskinan sehingga dirinya bersama para pemangku kepentingan pendidikan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 20 Kupang akan berusaha untuk mewujudkan proses pendidikan yang berkualitas dalam memberi bekal pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan murid untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Sebagai sekolah unggulan, sekolah rakyat akan memastikan pendidikan yang diberikan relevan dengan perubahan dan kebutuhan zaman, dan juga tuntutan dunia kerja yang terus berkembang.” kata Felipina.
Felipina yang baru saja selesai mengikuti retret kepala sekolah rakyat pada pertengahan Juni 2025 itu menjelaskan, dalam menyelenggarakan pembelajaran nanti, sekolah rakyat akan menggunakan kurikulum yang adaptif, yang dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan masa kini sehingga selain mengikuti kurikulum nasional, pihaknya juga menyusun konten pembelajaran yang dirancang secara fleksibel dan berorientasi pada pengembangan kapasitas kognitif, mental, karakter positif, dan afeksi peserta didik agar bisa berkembang menjadi pribadi utuh yang mampu menjadi agen perubahan.

Untuk menjawab tuntutan dunia kerja, jelas Felipina, sekolah rakyat melalui pembelajaran kontekstual juga akan mendorong penguasaan hard skill dan soft skill sebagai keterampilan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan lapangan kerja, yang akan terus diperbarui untuk memastikan relevansinya dengan tren dan perkembangan teknologi terbaru.
Karena itu Felipina memastikan bahwa pembelajaran di sekolah rakyat tidak akan berlangsung secara konvensional karena akan menerapkan pembelajaran yang inovatif dan interaktif untuk membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan efektif melalui penggunaan model dan metode pembelajaran seperti project based learning, collaborative learning, inquiry learning, discovery learning, dan problem based learning.
“Dengan menerapkan berbagai model dan metode pembelajaran, proses pendidikan di sekolah rakyat juga dimaksudkan untuk mendorong murid bisa berpikir kritis, aktif memecahkan masalah, dan mampu bekerja dalam kelompok.” jelas Felipina.
Felipina menyampaikan, murid di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 20 Kabupaten Kupang juga akan dikenalkan pada pelatihan keterampilan vokasional yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja lokal dan nasional sehingga murid bisa menguasai keterampilan praktis dasar yang dapat ditingkatkan di jenjang berikut yang selevel dengan SMA/SMK.
Lebih lanjut, Felipina juga menyampaikan, akses pada teknologi dan sumber daya pembelajaran juga menjadi agenda dan perhatian pihak sekolah rakyat sehingga akses ke teknologi dan sumber daya pembelajaran yang memadai seperti komputer, internet, dan perpustakaan digital juga akan disediakan agar murid dapat mengembangkan keterampilan digital dalam mengakses berbagai informasi yang mereka butuhkan.
Felipina menegaskan, sekolah yang akan dipimpinnya setara dengan jenjang SMP sehingga tujuan akhir dari proses pendidikan di sekolah rakyat yang muridnya berasal dari 14 kecamatan di Kabupaten Kupang itu adalah selain siap untuk masuk ke jenjang pendidikan lanjutan, murid juga memiliki kemampuan untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif, memiliki etos kerja yang kuat dan kemampuan untuk bekerja sama dalam tim, serta memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dan bisa menjadi pebelajar sepanjang hayat.
“Jadi proses pendidikan di sekolah rakyat itu, baik untuk yang level SMP maupun SMA nanti, itu tidak hanya untuk memberikan ijazah, tetapi juga memberikan bekal yang nyata bagi murid untuk meraih kesuksesan di dunia kerja dan kehidupan.” tegas Felipina.
(Simon Seffi)








