Untuk mendukung pengembangan potensi lokal serta gerakan membangun Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari sekolah sesuai program Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, pihak SMAN 1 Amarasi Timur di Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, telah membersihkan dan menyiapkan lahan untuk ditanami dalam waktu dekat.
Kepala SMAN 1 Amarasi Timur, Sepy L. Manafe, S.Pd., M.M., kepada NTTPos.com pada Jumat (24/10/2025) malam menyampaikan, di bawah koordinasi guru Prakarya dan Kewirausahaan, para guru bersama siswa telah menyiapkan lahan seluas 13 are di halaman sekolah untuk ditanami lombok, terung, pepaya, dan berbagai jenis sayur-sayuran.
“Kami sudah dua kali kerja bakti untuk bersihkan dan siapkan lahan. Nanti kalau sudah siap, kami undang pengawas pembina untuk mulai kegiatan tanam,” kata Sepy.
Sepy menjelaskan, keberadaan kebun sekolah dimaksudkan untuk melatih dan membiasakan kemandirian para siswa agar ketika tamat sekolah nanti, mereka mampu memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk mengembangkan berbagai komoditas atau potensi pertanian yang tersedia.


Lebih lanjut Sepy menyampaikan, pihaknya bersama para guru juga akan berupaya untuk mengintegrasikan kegiatan pengembangan dan pengelolaan potensi lokal di lahan kebun sekolah nanti dengan kegiatan kokurikuler dan intrakurikuler pada mata pelajaran tertentu sesuai kebutuhan.
Sepy menjelaskan, pengelolaan dan pemanfaatan kebun sekolah tidak hanya dilakukan melalui kegiatan kerja bakti warga sekolah secara kolektif, tetapi juga memberi keleluasaan kepada guru-guru untuk merancang proyek kokurikuler serta mendesain pembelajaran yang terintegrasi dengan pengelolaan kebun sekolah.
“Misalnya, kita siap lahan itu mulai dengan doa karena kita ajar anak-anak bahwa Tuhan yang memberkati lahan, juga tanaman, termasuk yang bekerja. Di situ guru agama berperan. Nanti guru matematika bisa ajar anak-anak untuk hitung luas area atau volume pematang dalam kegiatan pembelajaran. Sementara guru ekonomi bisa belajar bersama anak-anak ketika hitung perkiraan kebutuhan modal maupun keuntungan. Jadi saya beri keleluasaan pada rekan-rekan guru untuk bisa memasukkan kebun sekolah nanti dalam kegiatan pembelajaran sesuai kebutuhan,” jelas Sepy.
Selain sebagai sarana belajar, Sepy juga menekankan bahwa kebun sekolah bisa diharapkan menjadi ruang kolaborasi antarwarga sekolah untuk menumbuhkan semangat gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan demikian, tekan Sepy, kegiatan berkebun tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga membentuk karakter siswa yang disiplin, kreatif, dan mandiri.
Sepy menegaskan, hasil panen dari kebun sekolah nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan kewirausahaan siswa, seperti pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah sehingga sekolah dapat menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan siswa dan menjadi contoh nyata penerapan pendidikan berbasis potensi lokal di wilayah Amarasi Timur.
(Simon Seffi)

