Polri dan TNI Amankan Bentrokan di Adonara

Personel Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur dan Tentara Nasional Indonesia dikerahkan untuk mengamankan bentrokan antardesa di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Langkah pengamanan dilakukan untuk mencegah konflik susulan dan menjaga situasi tetap terkendali.

Pengamanan diperkuat dengan pengerahan satu peleton personel Brimob dari Kompi 1 Batalyon B Pelopor Maumere. Pasukan tersebut berangkat untuk membantu pengamanan di wilayah konflik.

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Henry Novika Chandra pada Sabtu (7/3/2026) menjelaskan, pengerahan pasukan dilakukan untuk membantu pengamanan oleh Polres Flores Timur.

Personel Brimob lebih dulu tiba di Larantuka. Setelah itu, mereka menyeberang dari Pelabuhan Larantuka menuju Pelabuhan Tobilata.

Perjalanan laut menggunakan Kapal Cahaya Welang. Selanjutnya, pasukan bergerak menuju wilayah konflik di Kecamatan Adonara Timur.

Polisi dan TNI Perkuat Pengamanan
Sebelumnya, aparat Polres Flores Timur telah berada di lokasi bentrokan. Petugas melakukan langkah pencegahan untuk menghindari bentrokan susulan antara kelompok warga.

Selain kepolisian, unsur TNI juga memperkuat pengamanan di lapangan. Sekitar 45 personel TNI diterjunkan untuk membantu pengamanan. Pasukan tersebut berasal dari Koramil 02/Adonara serta dukungan dari Kodim 1624/Flores Timur.

Aparat keamanan terus meningkatkan pengawasan di sejumlah titik rawan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Lima Warga Terluka

Sementara itu, jumlah korban dalam bentrokan bertambah menjadi lima orang. Seluruh korban mengalami luka tembak akibat senjata api rakitan.

Direktur Rumah Sakit Pratama Adonara, Danny Gunawan, menjelaskan bahwa tiga korban berasal dari Desa Narasaosina.

Korban tersebut yakni Siprianus Toda Geroda (66), Agustinus Notan Kraeng, dan Inosensius Daeng (36). Ketiganya mengalami luka tembak di bagian paha dan kaki.
Dua korban lainnya berasal dari Desa Waiburak. Mereka adalah Mansyur Ola (39) dan Jumadin Saputra (22).

Kedua warga tersebut mengalami luka tembak pada paha kanan, leher, dan area bawah telinga.

Aparat Imbau Warga Menahan Diri

Kapolres Flores Timur, Adhitya Octorio Putra, mengajak masyarakat dari kedua desa untuk menahan diri.

Ia juga meminta warga menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing. Aparat keamanan terus melakukan komunikasi dengan tokoh adat dan tokoh masyarakat.

Selain itu, aparat berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Langkah tersebut bertujuan meredam ketegangan serta mendorong penyelesaian konflik melalui dialog dan musyawarah.

Polda NTT juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Aparat keamanan dan pemerintah daerah kini terus bekerja untuk memulihkan kondisi di wilayah Adonara Timur.

 

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *