Rektor Unwira Kupang Tekankan Prinsip 3T bagi Wisudawan ‎

‎Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menggelar Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka wisuda Pascasarjana (S2) Angkatan XLV dan Sarjana (S1) Angkatan LXXIV. Sebanyak 489 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan dalam prosesi tersebut.

‎Dalam sambutannya, Rektor Unwira Kupang, Stefanus Lio, menegaskan pentingnya menghidupkan prinsip “3T” sebagai pedoman hidup para lulusan setelah menyelesaikan studi, yakni tahu diri, tahu waktu, dan tahu tempat.

‎Ia menjelaskan, tahu diri berarti mengenal kekuatan dan keterbatasan diri. Menurutnya, lulusan sarjana dan magister harus memiliki kerendahan hati sekaligus kepercayaan diri dalam menghadapi dunia kerja dan kehidupan sosial. “Gelar akademik bukanlah akhir, melainkan awal untuk terus belajar dan bertumbuh,” ujarnya.

‎Sementara itu, tahu waktu dimaknai sebagai kemampuan membaca perkembangan zaman. Rektor menekankan bahwa saat ini masyarakat hidup di era disrupsi, transformasi digital, dan persaingan global yang semakin ketat. Karena itu, lulusan dituntut adaptif terhadap perubahan serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu secara bijaksana dan menghindari sikap menunda-nunda.

‎Adapun tahu tempat berkaitan dengan kesadaran akan peran dan tanggung jawab di mana pun berada, baik di dunia kerja, tengah masyarakat, keluarga, maupun dalam pengabdian sosial. Nilai disiplin, integritas, dan etika disebut sebagai identitas utama lulusan perguruan tinggi Katolik Unwira Kupang.

‎Rektor juga mengingatkan para lulusan agar mampu menempatkan diri secara bijak serta menjauhi sikap negatif. Ia menyinggung istilah “Sarjana Pengajo Daerah (SPD)” sebagai peringatan agar lulusan tidak terjebak dalam kondisi tersebut. Sebaliknya, mereka diharapkan menjadi pribadi yang mampu membawa solusi, bukan menambah masalah.

‎Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT), membutuhkan generasi yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.

‎“Unwira telah membekali para lulusan dengan ilmu pengetahuan, nilai moral, sikap spiritual, dan semangat pengabdian. Kini saatnya itu semua diaktualisasikan dalam karya nyata bagi keluarga, gereja, bangsa, dan masyarakat,” tegasnya.

‎Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh sukacita, menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk melangkah ke tahap kehidupan berikutnya dengan bekal nilai dan pengetahuan yang telah diperoleh.

 

(Hans Sahagun)

 

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *