Urgensi Ketersediaan Air Bersih Lebih dari Sekedar Konsumsi Harian

Oleh: Irma Yustika Bulu

Air bersih merupakan fondasi kehidupan manusia. Dengan air bersih, semua makhluk hidup bisa menjaga kesehatan tubuh dengan mencegah penyakit. Walaupun saat ini dunia teknologi sudah modern tetapi masih sangat sulit menemukan air bersih yang layak di konsumsi. Sangat penting mengkonsumsi air bersih karena dapat menjaga kesehatan tubuh dengan mencegah penyakit, mendukung fungsi organ seperti pencernaan dan ginjal, serta membantu melumasi sendi. Air bersih juga penting untuk kebersihan diri dan lingkungan, membantu sanitasi, dan mendukung sektor ekonomi seperti pertanian serta manufaktur.

Irma Yustika Bulu (penulis).

Bagaimanakah hubungan Kesehatan dan Kualitas Hidup?

Antara air bersih dan kesehatan merupakan dua hal yang tidak terpisahkan, karena ketika sumber air tercemar oleh bakteri, virus, atau zat kimia berbahaya, maka akan menjadi jalur penularan berbagai penyakit mematikan seperti kolera, tifus, diare, dan disentri. Banyak sekali negara yang masyarakatnya meninggal setiap tahun karena penyakit yang disebabkan oleh air
yang kotor.

Seharusnya Pengolahan air akan lebih efektif melalui penyaringan, desinfeksi, dan
kontrol kualitas yang sangat ketat agar menghasilkan air yang benar-benar aman untuk dikonsumsi. Dengan adanya air bersih yang memadai untuk dikonsumsi, maka kita akan lebih sehat dan mengurangi beban biaya medis, serta mampu meningkatkan produktivitas. Para
penerus bangsa ini juga dapat bertumbuh dan bersekolah tanpa terganggu penyakit.

Apa dampak ekonomi dan sosial?

Pembangunan ekonomi dan sosial sangat berhubungan dengan air bersih serta kesehatan. Dalam masyarakat Indonesia ada beberapa daerah yang sangat sulit menemukan air bersih karena untuk menemukan air bersih masyarakat membutuhkan waktu berjam- jam setiap hari sehingga waktu tersebut hilang dari kegiatan produktif atau pendidikan.

Dalam Ketersediaan air bersih, pertumbuhan ekonomi dapat mendukung industri pertanian, yang dapat mendukung ketersediaan pangan sebagai sumber utama dan sangat bergantunng pada irigasi yang menggunakan air bersih. Kegagalan dalam mengelola dan menyediakan air bersih dapat merugikan sektor-sektor pertanian ini, memicu krisisnya pangan, dan menghambat investasi.

Tantangan Akses Air Bersih

Pencemaran sumber air bersih terjadi oleh pencemaran dari limbah industri, pertanian, dan rumah tangga. Pencemaran air bersih ini banyak mengandung zat-zat berbahaya seperti logam berat, pestisida, dan bahan kimia beracun yang dapat mencemari air, tanah, dan permukaan. Infrastruktur yang tidak memadai juga termasuk tantangan akses air bersih karena banyak wilayah, terutama di negara berkembang yang memiliki infrastruktur
yang kurang memadai untuk menyediakan air bersih karena penyediaan air tidak mencapai daerah pedesaan dan terpencil.

Perubahan iklim juga dapat memberikan dampak negatif terhadap ketersediaan air bersih karna pola air hujan yang tidak menentu. Akibat kekeringan yang berkepanjangan juga dapat terjadinya kerusakan hidrologis yang dimana
kerusakan ini merupakan kerusakan fungsi dari wilayah hulu sungai akibat terjadinya
sedimen pada bagian saluran irigasi.

Tantangan dan Solusi Pengolahan Air

Tantangan yang paling mendasar dalam pengolahan air bersih saat ini tidak hanya berada pada teknologi semata, melainkan juga ada pada cara mengelolah dan kesadaran setiap masyarakat. Meskipun ada beberapa urgensinya jelas, tantangan untuk memastikan air bersih untuk semua
sangat besar, terutama dengan meningkatnya populasi dan perubahan iklim yang memengaruhi siklus air bersih. Kebutuhan untuk pengolahan air yang berkelanjutan menjadi krusial.

Secara teknis, kita terus bergulat dengan degradasi sumber air bersih yang ekstrem akibat pencemaran industri dan pertanian, diakbatkan oleh perubahan iklim yang menyebabkan siklus kekeringan dan banjir yang tidak terduga. Infrastruktur pengolahan air kita, ada di beberapa banyak tempat seringkali ketinggalan zaman dan sangat mahal untuk dioperasikan.

Namun tantangan terberat adalah mentalitas. Secara sederhana, mentalitas ini adalah pola pikir atau sikap yang menentukan bagaimana seseorang memandang dunia dan bereaksi terhadap situasi kurangnya penghargaan terhadap air bersih sebagai sumber daya terbatas, yang terlihat dari pemborosan konsumsi dan pembuangan limbah sembarangan.

Solusi pengolahan air bersih bagi masyarakat mencakup peningkatan infrastruktur seperti pembangunan sumur bor dan sistem distribusi air, pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan pembentukan Himpunan Pengguna Pemakai Air (HIPPA) untuk pengelolaan bersama, konservasi dan reboisasi lahan untuk menjaga kualitas sumber air, serta implementasi teknologi pengolahan seperti filtrasi dan desinfeksi untuk memastikan air aman dikonsumsi, serta diiringi dengan pemantauan kualitas air secara berkala.

Solusi pengolahan air bersih melibatkan
serangkaian proses terpadu, mulai dari teknologi skala besar hingga metode sederhana di tingkat rumah tangga, demi memastikan air layak konsumsi dan higienis. Solusi umumnya dimulai
dengan tahap koagulasi dan flokulasi, yaitu penambahan zat kimia seperti tawas untuk
menggumpalkan partikel kotoran halus, diikuti oleh sedimentasi (pengendapan) untuk memisahkan gumpalan tersebut.

Penutup

Air bersih adalah hak asasi manusia, bukan kemewahan. Keputusan kita hari ini mengenai bagaimana kita mengelola, memurnikan, dan mendistribusikan sumber daya yang tak ternilai ini akan menentukan kesehatan generasi mendatang dan stabilitas planet kita. Sudah saatnya kita tidak lagi memandang air bersih sebagai sesuatu yang diberikan (given), melainkan sebagai hasil dari proses pengolahan, perlindungan, dan investasi yang serius.

Hanya dengan memprioritaskan
air bersih, kita dapat membangun masa depan yang lebih sehat, sejahtera, dan berkelanjutan.

 

 

*Penulis adalah Mahasiswa semester 3 Agroteknologi Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa.

 

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *