Kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan, Yayasan GPS Gelar Pelatihan Teater Cerita rakyat Sabu Raijua

NTTPOS -Sabu Raijua –Yayasan Generasi Peduli Sabu Raijua atau GPS menggelar kegiatan pelatihan teater Cerita rakyat kepada sekitar 20 orang pemuda/di yang tergabung dalam sanggar ” Anak Legenda” .

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua Yayasan GPS, Jefrison Hariyanto Fernando, berlangsung selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 9-11 mei 2026 di Basecamp Sanggar Anak Legenda, Desa Tanajawa, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua, Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Ketua Yayasan GPS, Jefrison Hariyanto Fernando yang didampingi sala satu pendiri Yayasan GPS, Yulius Boni Geti kepada media ini mengatakan bahwa kegiatan pelatihan teater merupakan kolaborasi antara Yayasan GPS dengan kementerian kebudayaan Republik Indonesia serta didukung oleh Pemerintah daerah (Pemda) Sabu Raijua.

Pelatihan teater Cerita rakyat, kata pegiat Budaya Sabu Raijua itu merupakan kegiatan untuk mempersiapkan sanggar Binaan Yayasan GPS (Sanggar anak Legenda) untuk tampil pada kegiatan Festival Seni, Literasi Budaya dan Pemeran pangan Lokal, Li Dara Wini yang rencana digelar pada tanggal 24-26 juli 2026 .

“Kegiatan pelatihan teater Cerita rakyat ini untuk mempersiapkan anak-anak tampil pada kegiatan Festival nanti. Ini merupakan kegiatan kolaborasi antara Yayasan kami dg Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan didukung oleh Pemda Sabu Raijua” ujarnya , Senin 11 mei 2026

Penulis Buku Mitologi dan budaya Sabu Raijua itu menjelaskan bahwa pelatihan teater cerita rakyat bertujuan untuk melestarikan budaya dengan Mengenalkan cerita asli daerah ke generasi muda karena Banyak dongeng, legenda, mitos yang mulai dilupakan.

Selain itu, kata pria yang akrab disapa Nando, pelatihan teater Cerita rakyat juga sebagai wujud kepedulian yayasan GPS untuk Menjaga bahasa dan nilai lokal Sabu Raijua Lewat dialog, pantun, atau syair dalam naskah sehingga bahasa daerah ikut hidup lagi.

” Kegiatan ini bertujuan menjaga dan melestarikan budaya Sabu Raijua lewat seni pertunjukan” ujarnya

Selain itu, menurutnya pelatihan teater Cerita rakyat juga sebagai ajang bagi generasi muda Sabu Raijua untuk mengembangkan kemampuan diri misalnya berani berbicara, berekspresi, oleh vokal dan tubuh, improvisasi serta artistik.

Sementara, Frida Kale Dipa sebagai narasumber menyampaikan terimakasih kepada Yayasan GPS yang telah memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada dirinya sebagai narasumber untuk memberikan ilmu pengetahuan dan melatih anak-anak Sanggar binaan yayasan GPS dalam kegiatan pelatihan teater Cerita rakyat.

Ia berharap dengan pelatihan ini, banyak pemuda/di Sabu Raijua yang tertarik pada seni pertunjukan mulai seni tari, senin musik hingga bisa merambat ke sini teater , seni peran tradisional maupun seni puisi pertunjukan.

Mili Leo Leba, sala satu peserta pelatihan kepada media ini menyampaikan bahwa ia sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Yayasan Generasi Peduli Sabu Raijua atau GPS yang telah peduli dengan pelestarian budaya dan memberikan ruang bagi pemuda/di sabu Raijua untuk berekspresi lewat seni teater, seni musik dan seni tari dengan cara membina sanggar.

” GPS telah memberikan ruang dan wadah kepada kami lewat sanggar binaan, sehingga kami bisa mengasah kemampuan lewat beberapa kegiatan yang digelar oleh Yayasan GPS selama ini” ucapnya

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada narasumber sekaligus pembina sanggar Anak Legenda yang tidak pernah lelah mendidik dan melatih mereka mulai dari nol hingga bisa menari, bermonolog serta tampil didepan umum .

Diberitakan sebelumnya, selain pelatihan teater Cerita rakyat, Yayasan GPS juga telah melakukan kegiatan pelatihan menulis cerita rakyat kepada puluhan siswa/wi SMA/SMK di Sabu Raijua yang telah diselenggarakan pada tanggal 1-3 mei 2026 yang lalu.

Untuk diketahui bahwa YAYASAN Generasi Peduli Sabu Raijua atau GPS merupakan Yayasan yang bergerak di bidang pendidikan Sosial, pendidikan dan kebudayaan.

Dibidang kebudayaan, Yayasan GPS fokus pada pelestarian budaya lewat pendokumentasian budaya Sabu Raijua melalui tulisan maupun video dokumentasi yang berkolaborasi dengan komunitas lokal maupun NGO dari luar Sabu Raijua.

Saat ini Yayasan GPS juga telah memiliki 3 ( sanggar Binaan) baik sanggar seni teater, seni tari, seni musik bahkan sanggar kuda menari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *