RAT KSP Pintu Air, Gubernur Melki: Jadi Jembatan Akses Modal yang Manusiawi

Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pintu Air Rotat Indonesia, mengadakan Rapat Anggota  Tahunan (RAT) ke 30, Tahun Buku 2025. Acara pembukaan dilaksanakan  di kantor pusat  Nita, Kabupaten Sikka, Flores secara virtual Kamis (5/3/2026) diikuti oleh seluruh kantor cabang di seluruh Indonesia.

Pengurus KSP Pintu Air Cabang Kupang, bersama Kantor Cabang Pembantu (KCP) Alak dan KCP Semau, mengikuti RAT dimaksud bertempat di Hotel Cahaya Bapa. Sebelum mengikuti secara pembukaan secara virtual langsung dari Maumere Flores,  kegiatan diawali dengan misa Syukur, dipimpin oleh Romo Jefry Nome, pastor rekan Paroki St. Gregorius Agung Oeleta Kupang.

Romo Jefry Nome saat memimpin misa.

Dalam kotbahnya, Romo Jefry menegaskan, bahwa dalam tugas, pekerjaan dan karya, manusia sesungguhnya ada peran dan keterlibatan Tuhan di dalamnya.

“Kita mengandalkan Tuhan, bukan berarti sikap pasif, menanti saja dari Tuhan, melainkan aktifitas karya yang dibangun dan dijalankan di dalamnya. Ada intervensi Allah yang mengarahkan pekerjaan-pekerjaan kita kepada  pekerjaan yang benar.  Untuk apa? Untuk kemaslahatan banyak  orang.” ujar Romo Jefry.

Lebih lanjut ia menggarisbawahi bahwa  mengandalkan Tuhan adalah sikap yang pas bagi orang beriman, sebab di bawah payung intervensi Allah,  kita  bisa kuat bekerja. Diyakninya, bahwa KSP Kopdit Pintu Air selama ini, dalam pelayanan selalu mengandalkan Tuhan, sehingga saat ini Koperasi Pintu Air berkembang di seluruh Nusantara.

“Karena itu saudaraku terkasih,  saya meyakini bahwa koperasi KSP Kopdit Pintu Air, senantiasa mengandalkan Tuhan di dalam seluruh pelayanan mereka.  Pelayanan Anda sekalian karena mengandalkan Tuhan, hari ini Koperasi Pintu Air berkembang, bertumbuh hampir di seluruh Nusantara.” ujarnya.

Ketua KCP Alak Bibiana, S.Pd saat menerima piagam penghargaan dari Kadis Koperasi dan UKM Kota Kupang.

Romo Jefry juga mengingatkan kepada segenap pengurus koperasi, untuk meresapi semboyan Koperasi Pintu Air. “Saya Susah Engkau Bantu, Engkau Susah Saya Bantu”. Semboyan ini hendaknya senatiasa hadir melekat dalam jiwa-jiwa tiap orang yang bekerja di dalamnya.  Sehigga kami para anggota nasabah, masyarakat yang senantiasa ingin masuk dalam Lembaga keuangan KSP  Kopdit Pintu Air ini, merengkuh kebahagiaan, sehingga ada getaran, vibrasi suka cita itu dialami, karena pelayanan saudara-saudara yang luar biasa” pintanya.

Pada akhir kotbahnya, Romo Jefry mengajak segenap pengurus dan anggota koperasi untuk saling membagi kasih dan saling melayani.

“Karena itu ingatlah kata-kata ini,  jagalah seluruh investasi kepercayaan kami pada Lembaga ini,  karena sekali saja investasi kepercayaan hilang, maka suramlah seluruh cahaya KSP Kopdit Pintu Air. Supaya kita maju bersama, supaya koperasi ini menunjukkan belas kasihan kepada sesama manusia, koperasi ini senantiasa menjadi koperasi di mana semua orang yang menderita, yang susah, yang menjerit, mereka yang mengalami  sebuah kehidupan yang berbelaskasih, di sana supaya Injil kebenaran Allah diperkenalkan melalui pelayanan  saudara dan saudari. Mari menopang sesama saudara dalam Lembaga keuangan ini, supaya kita membangun sebuah ekonomi yang benar-benar berbelas kasih.” tutupnya.

Wakil Ketua Komite KSP Cabang Kupang, Pdt. Joanes Jaru.

Laporan Jumlah Anggota dan Posisi Keuangan dalam Angka

Wakil ketua Komite Koperasi Pintu Air Cabang Kupang,  Pdt. Joanes Jaru, mewakili Ketua Komite Aloysius Kamil yang pada saat yang sama menghadiri RAT di kantor pusat Koperasi Pintu Air Ritat Indonesia di Maumere Sikka, menyampaikan perkembangan jumlah anggota koperasi beserta kemajuan manajemen pengelolaan koperasi dari Kantor Cabang Kupang dan kedua KCP yakni KCP Alak dan KCP Semau.

“Saya akan memberi informasi dan perkembangan  menyangkut dengan keadaan keuangan dan keanggotaan KSP Kopdit Pintu Air baik Cabang Kupang , KCP Alak, dan KCP Semau,  di bawah pengawasan bapak kepala Dinas Koperasi (dan UKM) Kota Kupang.” ujarnya.

Yang pertama: Untuk Cabang Kupang: Simpanan Saham Rp. 43.068.094.389,  terdiri dari Simpanan Pokok, Simpanan Wajib dan Simpanan Sukarela. Kedua, Simpanan Saham : Rp. 162.752. 363.08, teridri dari Sibuhar, Sidandik,  Sipintar, Simada dan Sisuka. Pinjaman yang beredar sebesar Rp. 56.030.573.700.  Aset Cabang Kupang sebesar Rp. 311.508.199.217.  Anggota per Desember Tahun Buku 2025 sebanyak 13.918 orang.  SHU  Rp. 163.090.534.

KCP Alak: Simpanan Saham sebesar  Rp. 6.946.239.939. Simpanan Non-saham sebesar Rp. 9.077.387.777. Pinjaman yang beredar sebesar Rp. 9.414.858.500 . Aset sebesar  Rp. 29.635.249.167. Anggota sebanyak, 2.591 orang. SHU  Rp. 34.751.223.

KCP Semau : Simpanan Saham sebesar  Rp. 2.365.084.553.  Simpanan Non-saham sebesar Rp. 2.786.441.952. Pinjaman yang beredar, Rp. 3.23.285.500.  Aset sebesar

Rp. 7.531.346.676. Anggota 707 orang. SHU sebesar  Rp. 137.457.360. disampaikan Pdt. Joanes, bahwa semua keberhasilan ini  merupakan kerja sama semua, baik anggota maupun para pengelola, juga atas bimbingan pemerintah setempat yang terus memberikan arahan dan bimbingan  dalam perkembangan koperasi Pintu Air Rotat Indonesia. Dan juga atas dukungan doa para imam, para pendeta, dan seluruh pemimpin-pemimpin gereja untuk perkembangan koperasi Pintu Air.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang Drs. Eben Ndapamerang.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang: Banyak koperasi Mati Suri

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang, Drs. Eben Ndapamerang, dalam sambutannya mengapresiasi kerja sama pengurus Koperasi Pintu Air, sehingga meraih predikat sehat dan dikenal hingga level nasional.

“Koperasi Pintu Air adalah Koperasi skala nasional yang sangat sehat dan sering disebut kalau kita ke kementrian. Itu artinya bahwa pengurus dan pengawas itu sudah bekerja dengan sangat baik dan kalau saya memberi peneguhan, itu sama dengan saya mengajari ikan berenang.”ungkap Eben penuh bangga.

Pada sisi lain, ia menyesal karena banyak koperasi primer di Kota Kupang mengalami mati suri akibat kredit macet. Dampaknya, banyak koperasi tidak bisa melakukan RAT, karena banyak dana pinjaman yang tidak dikembalikan.

“Tapi satu hal yang perlu saya sampaikan, khusus di kota Kupang, koperasi primer yang berada di pengawasan kami ada 615. Ditambah dengan (koperasi) primer provinsi ada 250,  tambah dengan koperasi-koperasi di bawah pengawasan langsung oleh kementrian, hampir 1000 koperasi yang sedang beroperasi di kota Kupang. Koperasi itu biasanya menjadi second choice,  menjadi pilihan kedua, pilihan ketiga dari anggota dan nasabah.  Di kota Kupang dari 615 koperasi primer, yang melaksanakan RAT tahun lalu untuk tahun buku 2024 kurang lebih 63. Yang lain itu terlilit masalah kredit macet. Itu berati, kerja sama antar pengurus dan anggota koperasi tidak berjalan dengan baik. Banyak dana-dana yang disalurkan tidak kembali, akhirnya pengurus dan pengawas tidak berani melaksanakan rapat anggota tahunan.” tekan Eben dengan nada kecewa.

Selanjautnya, ia mengingatkan bahwa koperasi bisa mati suri karena kredit macet. “Hanya satu yang saya ingatkan, jangan sampai NPL atau Non Performing Loan itu yang kita sebut kredit macet. Karena sudah terbukti, bahwa kredit macetlah penyebab  begitu banyak koperasi yang mati suri. Di lain sisi kita mau menghapus koperasi dari daftar tidak bisa. Karena harus disetujui oleh lebih dari separoh anggota” ungkap Eben.

Mengakhiri sambutannya, ia mengajak badan pengurus koperasi untuk menjaga kepercayaan konsumen.

“Jagalah kepercayaan konsumen, jagalah kepercayaan anggota, agar menjadi pilihan utama. Jadilah koprasi yang berbelas kasih.” pesan Eben Ndapamerang.

Pantauan NTT Pos, peserta  yang menghadiri RAT, selain badan pengurus dan utusan anggota koperasi dari Kantor Cabang Kupang, KCP Alak, dan KCP Semau, juga hadir Wakil Ketua Dekopilwil NTT, Domi Ancis, Camat Semau Selatan, Lurah Kelapa Lima, Kepala Desa Liman, Semau, dan undangan lainnya.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.

Gubernur NTT: KSP Kopdit Pintu Air Sebagai Jembatan dan Akses Permodalan yang Manusiawi

Seperti dipantau media ini, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, juga hadir memberikan sambutannya secara virtual. Ia menyampaikan rasa bangganya pada Kopdit Pintu Air, yang tumbuh berkembang sebagai salah satu kekuatan ekonomi kerakyatan terbesar,  bukan hanya di NTT tapi menjangkau ke seluruh wilayah Indonesia, justru bermula dari sebuah kampung kecil Rotat di kecamatan Nita Kabupaten Sikka Flores.

“KSP Kopdit Pintu Air merupakan contoh nyata kekuatan ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari akar rumput, berawal dari Rotak, Kabupaten Sikka, koperasi ini telah berkembang menjadi salah satu Lembaga keuangan berbasis anggota terbesar di NTT dengan jangkauan hingga berbagai wilayah di Indonesia,”ujarnya.

Selanjutnya, Gubernur Melki menegaskan betapa pentingnya eksistensi koperasi bagi masyarakat yang mayoritasnya hidup dari sektor pertanian, kelautan, dan usaha mikro kecil menengah. Ia juga menyoroti bagaimana akses terhadap Lembaga keuangan formal kadang menjadi tantangan bagi masyarakat di daerah kepulauan dan wilayah terpencil seperti di NTT.

“KSP Kopdit Pintu Air hadir sebagai jembatan yang mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan akses permodalan yang lebih manusiawi. Melalui koperasi, masyarakat kecil, yang sebelumnya tidak terjangkau layanan perbankan, kini memiliki peluang untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.” ungkap Gubernur Melki.

Gubernur juga mengingatkan, agar dalam pelayanan koperasi tidak hanya menyediakan pelayanan simpan pinjam, tetapi juga membangunan kemandirian ekonomi melalui pendidikan literasi keuangan, permodalan berbasis kepercayaan anggota, serta system solidaritas sosial yang melindungi anggota ketika menghadapi resiko ekonomi ketika dilanda musibah.

Yakobus Jano: KSP Kopdit Pintu Air Menuju Holding Company

Ketua Koperasi Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano dalam  sambutannya, menyinggung kisah awal terbentuknya Kopdit Pintu Air. Menurutnya, koperasi ini terbentuk pada tahun 1995, dengan jumlah anggota 50 orang perintis dan telah berkembang pesat hingga kini berjumlah 422.089 orang anggota, dengan total asset mencapai Rp. 2,6 triliun. Maka pada RAT  tahun ini (tahun buku 2025), mengusung tema “Mewujudkan Kesejahteraan Anggota Menuju Holding Company Koperasi Pintu Air”.

Menurutnya, ini mencerminkan arah baru pengembangan koperasi menuju model bisnis yang lebih modern, professional dan akuntabel.

”Pengembangan menuju grup holding company, diharapkan dapat memperluas manfaat ekonomi bagi anggota, hal ini membutuhkan kerja sama yang solid dari seluruh elemen koperasi,” harap Yakobus Jano.

Romanus Woga: Tidak Boleh Jadi Anggota Pasif

Seperti terpantau media ini secara virtual, salah satu tokoh penggerak koperasi Indonesia, Romanus Woga, kadang disapa professor Romy, menegaskan, bahwa RAT merupakan momentum penting untuk menilai perjalanan koperasi, sekaligus mempersiapkan kader-kader baru yang akan melanjutkan Gerakan koperasi. Ia mengingatkan, bahwa ketua saat ini usianya sudah tua, dibutuhkan kader muda untuk melanjutkan kepemimpinan koperasi Pintu Air. Bapak Romy, demikian biasa disapa mengingatkan agar jangan hanya menjadi anggota koperasi pasif.

“Kita mesti menjawab pertanyaan: mengapa kita menjadi anggota Kopdit Pintu Air? Kita tidak boleh hanya menjadi anggota pasif, kita harus menjadi penggerak yang menjaga budaya hidup sederhana, kerja sama, dan solidaritas,” pintanya.

Bupati Sikka, Juventus Yoris Kago pada sambutan singkatnya, menyampaikan rasa bangga pada Kopdit Pintu Air yang memainkan peran penting dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat, tidak hanya di NTT tetapi juga hingga ke berbagai wilayah di Indoensia.

Selain itu, melalui virtual Menteri Koperasi Republik Indonesia menyampaikan sambutannya yang dibacakan oleh Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi, Henra Saragih, menggarisbawahi bahwa koperasi merupakan soko guru atau tiang utama perekonomian nasional.

Menurut Menteri koperasi, kementriannya sedang menjalankan tiga agenda utama, yakni rebranding koperasi, digitalisasi koperasi, dan pembauran tata Kelola koperasi. Disampaikan juga, bahwa pemerintah mendorong koperasi-koperasi besar seperti Kopdit Pintu Air untuk menjadi mentor bagi perkembangan koperasi lain di Indonesia, termasuk Koperasi Merah Putih.

 

(Amatus Bhela)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *