Wujudkan Keluarga Sejahtera, Balai Penyuluhan KB Belu Bina Keluarga Berbasis TRIBINA

ATAMBUA – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-P2KB) Kabupaten Belu melalui Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (BPKB) saat ini sedang gencar melakukan kegiatan Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok Keluarga berbasis TRIBINA bagi Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL).

Pada Sabtu (25/11/2023), di Aula Kantor Desa Duarato, Kecamatan Lamaknen, DP3AP2KB kembali mendampingi dan memfasilitasi para kader dengan menggelar kegiatan Pembinaan Katahanan Keluarga bagi 30 orang Fasilitator Tingkat Kecamatan Lamaknen.

Kegiatan tersebut melibatkan Kader Posyandu, Guru PAUD dan Aparat Desa yang berasal dari Desa Kewar dan Duarato dampingan DP3A-P2KB Kabupaten Belu. Selama proses pelatihan, para peserta dibekali dengan materi berupa Ketahanan Keluarga, Delapan Fungsi Keluarga, Menjadi Orangtua Hebat untuk selanjutnya akan dilakukan pendampinga bagi kader guna memahami peran dan fungsinya dalam kelompok.

Koordinator Penyuluhan KB Kecamatan Lamaknen, Yulius Loe menyampaikan, TRIBINA merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dibentuk oleh DP3A-P2KB dengan tujuan memberikan wawasan kepada masyarakat terkait dengan pembinaan keluarga dengan mengedepankan peran serta kepedulian anggota keluarga guna mencapai kesejahteraan di dalam keluarga. TRIBINA juga memiliki tujuan khusus, yakni meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan orangtua maupun anggota keluarga lainnya dalam membina Balita Remaja, maupun Lansia.

“Tujuan pembentukan TRIBINA adalah untuk menambah wawasan serta meningkatkan ketrampilan orangtua dalam mengasuh balitanya. Pola pembinaan tersebut meliputi pola asuh balita, perhatian orang tua terhadap fungsi motorik balita dan gizi seimbang bagi balita.” jelas Yulius.

Yulius juga menjelaskan, untuk Remaja merupakan periode di mana seseorang belum mengalami kematangan fisik, mental, maupun emosional sehingga memiliki pola pikir yang berubah- ubah yang sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang serta kualitas diri pada remaja.

Oleh karena itu, jelas Yulius, tujuan dari program BKR adalah untuk meningkatkan ketrampilan orangtua maupun anggota keluarga lainnya dalam memberikan bimbingan, arahan, dan motivasi kepada remaja sebagai upaya untuk menciptakan keluarga yang sejahtera dan memiliki kualitas yang baik.

Sementara, jelas Yulius, tujuan dari pembentukan BKL adalah untuk meningkatkan kesejahteraan lansia melalui kepedulian dan peran anggota keluarga, sehingga terbentuk lansia yang produktif, aktif, mandiri, sehat, dan bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat.

Yulius berharap, dengan adanya TRIBINA di tingkat desa, keluarga memiliki pemahaman serta pengetahuan lebih dalam membina Balita, Remaja dan Lansia.

“Dengan penerapan program tersebut, diharapkan setiap keluarga bisa memberikan dampak pada peningkatan kualitas hidup keluarga dan masyarakat.” harap Yulius.

Pramusaji, salah satu Koordinator program tersebut juga mengingatkan peserta agar apa yang diperoleh bisa diterapkan di desa masing-masing dan terus berupaya semaksimal mungkin agar lebih percaya diri menerapkan program yang ada.

“Dengan mengikutinya, kita akan mengetahui banyak hal terkait pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi orang yang hebat mulai dari perencanaan hidup berkeluarga dan harapan orangtua terhadap masa depan anak.” kata Pramusaji.

(ans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *