Listrik Padam, 34 SMA/SMK di Kabupaten Kupang Gagal Ikut Tes Kemampuan Akademik Hari Pertama

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari pertama pada Senin (3/11/2025) yang diikuti 57 SMA/SMK di Kabupaten Kupang jadi terganggu akibat adanya pemadaman listrik pada sejumlah wilayah. Sebanyak 34 dari 57 SMA/SMK yang dijadwalkan mengikuti TKA gelombang pertama gagal mengikuti tes pada hari pertama.

Di Kabupaten Kupang, sebanyak 108 SMA/SMK dijadwalkan mengikuti pelaksanaan TKA mulai Senin hingga Kamis (3–6 November 2025). Gelombang pertama diikuti 57 sekolah pada Senin dan Selasa, sementara gelombang kedua akan diikuti 51 sekolah pada Rabu dan Kamis.

Pelaksanaan TKA dilakukan dalam dua moda, yakni online dan semi online. Pada moda online, seluruh komputer klien dan proktor wajib terhubung ke internet, sedangkan pada moda semi online hanya komputer proktor (server) yang membutuhkan sambungan internet, namun tetap bergantung pada ketersediaan listrik.

Sayangnya, pemadaman listrik di sejumlah wilayah Kabupaten Kupang seperti Kecamatan Taebenu, Amarasi, Amarasi Selatan, Amabi, Amabi Oefeto, dan Amabi Oefeto Timur sejak pagi hingga pukul 10.50 WITA mengacaukan jalannya TKA untuk sesi 1 (pukul 08.00–10.00). Sementara di Kecamatan Fatuleu, Fatuleu Tengah, Fatuleu Barat, dan Amfoang, listrik padam mulai pukul 11.00 hingga 18.00 WITA, yang bertepatan dengan pelaksanaan sesi 2 dan sesi 3.

Koordinator Tim Helpdesk TKA Kabupaten Kupang, Frans Beeh, membenarkan bahwa dari 57 sekolah peserta TKA hari pertama gelombang pertama, sebanyak 34 sekolah gagal melaksanakan tes akibat padamnya listrik.

Frans mengungkapkan rasa kecewa atas gangguan yang terjadi. Ia menilai pemadaman listrik yang menyebabkan gagalnya pelaksanaan TKA di puluhan sekolah menunjukkan kurangnya kesiapan infrastruktur dan koordinasi antarinstansi dalam mendukung sistem pendidikan berbasis teknologi.

Menurut Frans, pelaksanaan TKA seharusnya menjadi agenda penting yang sudah diantisipasi dengan baik oleh pemangku kepentingan terkait agar tidak menimbulkan gangguan bagi peserta didik dan sekolah.

“Pelaksanaan TKA ini penting karena berkaitan langsung dengan kemampuan akademik siswa. Harusnya tidak boleh terganggu lagi, apalagi setelah melalui tahapan simulasi dan gladi.” tegas Frans.

Menurut Frans, tahapan simulasi dan gladi seharusnya menjadi tolok ukur kesiapan sekolah maupun pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT dalam menghadapi pelaksanaan TKA. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi.

“Selain sekolah yang sudah mempersiapkan diri, seharusnya Dinas PK NTT juga berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti PLN sebagai penyedia listrik dan Telkom sebagai penyedia jaringan internet.” tekan Frans.

Frans juga mengungkapkan adanya rasa kecewa dan kelelahan para proktor TKA, terutama pada sekolah yang melaksanakan TKA menggunakan moda semi online, karena sebelumnya mereka bekerja hingga larut malam untuk menyelesaikan proses sinkronisasi sistem.

“Mungkin ada yang meneteskan air mata karena kecewa, tapi tidak pernah diketahui oleh pimpinan mereka. Selain proktor, pengawas juga kecewa karena perjuangan mereka menuju sekolah pelaksanaan tes itu tidak mudah.” ungkap Frans.

Frans berharap pemadaman listrik pada hari pertama pelaksanaan TKA menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar pelaksanaan TKA susulan nanti tidak lagi terkendala persoalan teknis. Frans menekankan agar Pemerintah Provinsi NTT dan Dinas PK NTT lebih serius berkoordinasi dengan pihak penyedia sarana pendukung, terutama pasokan listrik dan jaringan internet, demi kelancaran pelaksanaan TKA di masa mendatang.

Sementara itu, Hanna Notopramono, Manajer PLN ULP Oesao yang dihubungi pada Senin (3/11/2025) malam menjelaskan bahwa terkait pemadaman listrik yang mengganggu pelaksanaan TKA, mereka telah melakukan pertemuan dengan PIC panitia TKA di Kabupaten Kupang pada Senin (3/11/2025) siang untuk mengonfirmasi bahwa gangguan listrik terjadi di seluruh Pulau Timor akibat adanya gangguan darurat (emergency) pada sistem kelistrikan.

Hanna juga menyampaikan bahwa mereka telah berkoordinasi dengan Dinas PK NTT untuk menyiapkan skema mitigasi agar mencegah gangguan serupa di kemudian hari, dan informasi lebih lanjut akan segera disampaikan kepada pihak terkait.

Berikut daftar SMA/SMK di Kabupaten Kupang yang gagal mengikuti pelaksanaan TKA hari pertama gelombang pertama akibat pemadaman listrik:

  1. SMKN 1 Amfoang Selatan
  2. SMAN 1 Amfoang Selatan
  3. SMAN 1 Amarasi
  4. SMAS Elpida
  5. SMAN 1 Amabi Oefeto
  6. SMKS Hasael
  7. SMK Kristen Elim Nekmese
  8. SMA Kristen Pandhega Jaya
  9. SMAN 3 Amabi Oefeto Timur
  10. SMAN 2 Fatuleu Tengah
  11. SMAN 2 Amarasi Timur
  12. SMKS Reformasi Plus
  13. SMKS Tecmatik Plus
  14. SMAN 1 Taebenu
  15. SMAN 1 Amfoang Barat Daya
  16. SMAN 1 Amfoang Utara
  17. SMAN 1 Amfoang Barat Laut
  18. SMA Swasta Sulamu
  19. SMAN 1 Sulamu
  20. SMAN 2 Fatuleu
  21. SMKS Efata Sulamu
  22. SMAN 1 Fatuleu Tengah
  23. SMAS Advent Ponain
  24. SMAN 1 Amarasi Timur
  25. SMAN 1 Amarasi Selatan
  26. SMAN 2 Amfoang Timur
  27. SMAS Yasmor Oenoni
  28. SMAN 1 Takari
  29. SMAN 2 Amarasi
  30. SMAN 1 Fatuleu
  31. SMAS Kristen Tesbatan
  32. SMAN 1 Amfoang Tengah
  33. SMAN 3 Amarasi Timur
  34. SMAN 1 Fatuleu Barat

 

(Simon Seffi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *